Sejujurnya kalau Mimin boleh ‘curcol’ sedikit, Mimin agak tergelitik dengan format voting Miss Universe tahun ini. Di mana tahun-tahun sebelumnya, voting publik hanya dilakukan untuk menentukan Miss Photogenic, Semifinalis pilihan penonton dan beberapa kali juga untuk National Costume, yang tentunya dilakukan setelah festival natcos selesai dilaksanakan.
Akan tetapi tahun ini, ada 8 kategori yang akan dipilih berdasarkan voting dari audience. Tentu saja, People’s Choice dan Miss Photogenic ada di dalamnya, dan itu wajar. Akan tetapi, beberapa kategori berikut menurut Mimin agak sedikit di luar logika Mimin jika dipilih berdasarkan voting audience. Seperti:
Miss Congeniality, setiap tahun kategori ini dipilih oleh sesama kontestan, berdasarkan kepribadian kontestan tersebut di kesehariannya selama masa kompetisi berlangsung. Jika hal tersebut dipilih berdasarkan voting audience, bagaimana kita tahu bahwa kontestan tersebut benar-bener ‘bersahabat’?
Best Skin, beberapa ajang lain yang sudah memberikan award ini kepada kontestan yang mereka rasa memiliki kulit terbaik. Akan tetapi, kriteria best skin seharusnya memenuhi beberapa syarat seperti tekstur, kesehatan kulit, dan lain sebagainya. Dan jika dipilih by voting, apakah fair? Jangankan menyentuh, melihat kulit para kontestan secara langsung pun tidak.
Dan terakhir, National Costume. Ini tentu bukan hal baru untuk voting di Miss Universe. Akan tetapi, saat ini, parade natcos masih belum digelar. Pun yang ditampilkan pada page voting adalah headshot para kontestan. Lagi-lagi, berdasarkan apa audience bisa menilai bahwa natcos tersebut adalah yang terbaik di antara yang terbaik?
Jujur Mimin merindukan fairness dan objectivity dari penilaian Miss Universe di tahun ini. Namun dengan format yang sudah ditentukan demikian, rasanya hal tersebut hanya akan menjadi angan-angan belaka. Karena hanya negara dengan basis vote terkuat saja yang akan mendominasi arena voting.
Just Mimin’s humble opinion.


