Prahara Miss Supranational Berakhir Dengan Permintaan Maaf. Lantas Bagaimana Dengan Nasib Indonesia Kedepannya Diajang Tersebut

177
Jihane-Almira-Chedid-Prahara-Miss-Supranational-Berakhir-Dengan-Permintaan-Maaf-Lantas-Bagaimana-Dengan-Nasib-Indonesia-Kedepannya-Diajang-Tersebut

Insiden memalukan dan membuat murka masyarakat serta pageants lover Indonesia, bermula saat Andre Sleigh selaku creative director Mister dan Miss Supranational secara sadar dan jelas melakukan ujaran kebencian.

Ujaran Kebencian

Ucapan itu ia lontarkan saat Anntonia Porsild Miss Supranational 2019 asal Thailand sedang live Instagram diakun pribadinya saat makan siang, dan disebelahnya ada Andre dengan pedenya bertanya.

“I so sick fucking Indonesia” Anntonia yang kaget dengan ucapan tersebut segera mengalihkan jawaban dengan “ya, i no don’t diet”.

Seketika ucapan tersebut langsung viral diseluruh portal pageants dan media Indonesia. Masih diwaktu yang sama Anntonia kembali melakukan sesi live Instagram dengan Andre, dan Andre kemudian meminta maaf atas apa yang ia lakukan, namun jawabannya seolah-olah tidak tulus dan menyalahkan masyarakat dan pageants lover Indonesia.

Jihane-Almira-Chedid-Prahara-Miss-Supranational-Berakhir-Dengan-Permintaan-Maaf-Lantas-Bagaimana-Dengan-Nasib-Indonesia-Kedepannya-Diajang-Tersebut

Jihane Bereaksi

Jihane Almira Chedid Puteri Indonesia Pariwisata 2020 yang mewakili Indonesia diajang tersebut langsung beraksi dengan mengupload bendera merah putih dengan caption.

“Niat dan tujuan utama saya adalah untuk membanggakan dan merepresentasikan INDONESIA/NS dengan baik juga secara optimal. Apapun dan SIAPAPUN yang menyentuh negara saya, saya maju.

If you plan on raising a star, a role model or whatever you call it, here’s one tip from me since YOU have always been asking how I deal with it:

Make sure they grow a thick skin and a steel heart before they go ‘out’ there.. At least for the media 😉

Jihane-Almira-Chedid-Prahara-Miss-Supranational-Berakhir-Dengan-Permintaan-Maaf-Lantas-Bagaimana-Dengan-Nasib-Indonesia-Kedepannya-Diajang-Tersebut

Dukungan Solidaritas

Satu harian penuh berbagai pelaku pageants yang ada di Indonesia, mulai dari ikatan alumni Puteri Indonesia, Miss Indonesia, Putri Pariwisata Indonesia, Lmen Of The Year, Mister Global Indonesia, Manhunt International Indonesia dan Duta Wisata Indonesia. Serta Portal pageants luar negeri.

Secara sadar langsung melakukan galangan dukungan dengan memposting bendera merah putih Indonesia. Dengan taggar #NKRI #NKRIHARGAMATI

Somasi langsung dilayangkan oleh Yayasan Puteri Indonesia selaku pemegang lisensi tersebut kepada Andre Sleigh.

Jihane-Almira-Chedid-Prahara-Miss-Supranational-Berakhir-Dengan-Permintaan-Maaf-Lantas-Bagaimana-Dengan-Nasib-Indonesia-Kedepannya-Diajang-Tersebut

 

Jawaban Somasi Andre Sleigh

Belum 1×24 jam, jawaban tersebut langsung dibalas oleh Andre dan dimuat di sosial media Miss Supranational.

“To the entire Puteri Indonesia Foundation,

I wanted to take a break from my medical leave, to personally apologize to every single person in your organization for the horrible general statement I made yesterday.

There is nothing I can say to justify my moment of anger as I was reading a comment. It was completely wrong and reminded me how easy it is to make a very damaging mistake. It is nothing compared to the pain that Jihane, Jesica and many of your other title holders have experienced. While they have handled it like true puteris, I have let myself and you down.

I would like to apologize to all of you and I hope you know that I don’t hate Indonesia at all. I hope you can forgive me in time.

You can hold me personally accountable for this but please do not hold it against Gerhard or the title holders.

Sincerest apologies,

Andre”

Sayangnya ucapan permintaan maaf tersebut menurut pageants lover Indonesia tidak murni benar-benar minta maaf, seharusnya postingan tersebut diposting diakun pribadi Andre sendiri bukan Miss Supranational posting lalu di repost balik.

Insiden ini bermula atas kecurigaan pageants lover Indonesia, saat malam final Miss Supranational penuh sandiwara dimana wakil Indonesia dimentokin top 12, padahal wakil Indonesia mempunyai kualitas yang baik dan sesuai dengan tagline Miss Supranational “Aspirasi dan Inspirasi”

Dikarenakan permasalahan ini Andre sendiri yang buat dan ia sering kali berkomentar diakun portal pageants negara lain diluar portal pageants Indonesia dengan komen bernada menyindir pageants lover Indonesia.

Kemudian minta maaf dan terus mengulang kesalahan kembali, dan puncaknya terjadi saat insiden ujaran kebencian tersebut.

Lalu atas prahara tersebut bagaimana dengan nasib wakil Indonesia kedepannya diajang tersebut?

Ada banyak bola liar yang menggelinding dan menginginkan Indonesia untuk melepas lisensi tersebut dan mengambil lisensi kontes kecantikan lainnya yang lebih bermartabat dan layak untuk diikuti.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa, sebuah yayasan pemegang lisensi biasanya membayar lisensi tersebut langsung dua tahun.

Jika tahun ini dimentokin dan gagal, tahun depannya kemungkinan akan dijuarakan.

Namun permasalahan mulai muncul.
* Siapakah wakil yang akan dikirim keajang tersebut!
* Apakah akan kembali mendapatkan dukungan oleh pagents lover Indonesia!
* Yang secara masif membantu memposting dan melakukan voting untuknya.

Jihane-Almira-Chedid-Prahara-Miss-Supranational-Berakhir-Dengan-Permintaan-Maaf-Lantas-Bagaimana-Dengan-Nasib-Indonesia-Kedepannya-Diajang-Tersebut

 

Permintaan Maaf Dikabulkan

Yayasan Puteri Indonesia mulai melakukan somasi, alumni-alumni Miss Supranational Indonesia mulai angkatan 2013 sampai 2019 secara sadar melepas gelar mereka dan berganti menjadi Puteri Indonesia Pariwisata. Dan memposting bendera merah putih secara bersamaan.

Terkini masyarakat dan pageants lover Indonesia menunggu action dari Yayasan Puteri Indonesia yang akhirnya merilis permintaan maaf Andre Sleigh teresebut.

Fakta Mulai Terungkap Masih Lanjut Atau Tidak

Dengan berakhirnya prahara Miss Supranational dengan permintaan maaf. Terkini masyarakat dan pageants lover Indonesia menunggu jawaban kepastian satu hal yang sangat penting.

Apakah Yayasan Puteri Indonesia masih memegang lisensi tersebut dan tetap mengirim wakil Indonesia tahun depan dengan catatan tidak mendapat dukungan dari masyarakat dan pageants lover Indonesia.

Atau melepas lisensi demi menjaga harkat dan martabat Indonesia dengan mengambil lisensi yang lebih bermartabat dan layak diikuti.

Semua kembali kepada Yayasan Puteri Indonesia selaku pemegang lisensi Miss Supranational, apapun keputusan yang terbaik mereka keluarkan, masih lanjut atau lepas lisensi, itu adalah keputusan yang terbaik bagi perkembangan dunia pageants ditanah air.

Penulis : Irwans

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here