Alumni Puteri Indonesia Hadirkan 9 Film Komedi Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah

1233
Alumni-Puteri-Indonesia-Hadirkan-9-Film-Komedi-Menyambut-Hari-Raya-Idul-Fitri-1441-Hijriyah

Seorang Puteri Indonesia sudah banyak masyarakat yang mengenal sosoknya, cantik, pintar, tinggi dan berbakat.

Selesai bertugas sebagai Puteri Indonesia baik itu pemenang atau sebagai finalis saja, mereka ada yang terjun ke masyarakat, entertainment, enterpreneur, pemerintahan atau balik lagi kebangku kuliah.

Nah menyambut hari raya idul fitri 1441 Hijriyah yang jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020. Team Pageantempire sudah menyusun 9 film komedi dari alumni Puteri Indonesia yang wajib kalian tonton menyambut hari kemenangan.

Melanie-Putria-Puteri-Indonesia-2002-dan-Puteri-Indonesia-Sumatera-Barat-2002

1. Tak Biasa
(Melanie Putria Puteri Indonesia 2002 dan Puteri Indonesia Sumatera Barat 2002)

Abi (Akhdiyat Duta Modjo), gagal masuk Fakultas Ekonomi UI. Rencananya ia akan ikut kursus bimbingan belajar, tetapi malah terlibat dalam tiga kisah cinta yang membuatnya sengsara. Gadis pertama, Melisa (Miea Kusuma). Sayangnya, Melisa banyak dipengaruhi teman-temanny, hingga memutuskan hubungannya denga Abi lewat telepon.

Lalu, Nadya (Melanie Putria), gadis SMA. Untuk mendapatkan gadis itu, sampai-sampai Abi pura-pura jadi tukang bunga. Hubungan berakhir karena Nadya pindah ke Prancis. Patah hati, Abi pergi ke rumah pamannya di perkebunan teh. Di sini Abi jatuh cinta lagi melihat Ratna (Novie Emerson), gadis desa. Namun lagi lagi perasaan cintanya harus kandas karena ternyata ratna telah memiliki kekasih. Tapi abi percaya bahwa akan ada hikmah dari semua ini.

Selang waktu berjalan, Nadya kembali ke jakarta dan ingin bertemu dengan Abi, setelah meminta saran dari temannya Abi pun bersedia ketemuan dengan Nadya, ditengah obrolannya dengan Abi disebuah danau Nadya menelpon tunangannya di Prancis untuk memutuskan tidak akan kembali lagi ke Paris dan memilih balikan dengan Abi, karena selama ini Abi lah yang sangat Nadya sayangi.

Pemeran
Akhdiyat Duta Modjo
Miea Kusuma
Melanie Putria
Novie Emerson
Rama Sukmono
Lia Chandra

Raline-Shah-Puteri-Indonesia-Sumatera-Utara-2008-dan-Top-5-Puteri-Indonesia-2008

2. Orang Kaya Baru
(Raline Shah Puteri Indonesia Sumatera Utara 2008 dan Top 5 Puteri Indonesia 2008)

Film ini mengisahkan sebuah keluarga yang mendadak menjadi kaya raya. Awalnya keluarga tersebut merupakan keluarga sederhana yang hidupnya pas-pasan namun tetap kompak. Lukman Sardi berperan sebagai Bapak, Cut Mini sebagai Ibu.

Mereka memiliki tiga orang anak yang diperankan oleh Derby Romero sebagai Duta, Raline Shah sebagai Tika, dan Fatih Unru sebagai Dodi. Meskipun bukan keluarga kaya, mereka mampu menjalani hari dengan menyenangkan. Bapak selalu bahagia meski tidak punya uang.

Ibu selalu memasak dan antar jemput Dodi menggunakan motor lama. Sementara Tika pulang dan pergi kuliah menggunakan metromini. Bahkan terkadang untuk urusan makan, Duta, Tika dan Dodi sampai masuk ke kondangan orang yang sebetulnya tidak mereka kenal.

Kehidupan keluarga tersebut berubah ketika Bapak meninggal dunia. Bapak menjadi sosok panutan dalam keluarga tersebut. Bapak ternyata meninggalkan warisan harta yang cukup banyak kepada istri dan anaknya. Selama ini Bapak merahasiakan harta yang dimilikinya tersebut.

Kemudian keluarga tersebut berubah menjadi ‘Orang Kaya Baru’ karena warisan peninggalan Bapak. Kehidupan mereka sangat bergelimang harta. Saat si bungsu ditegur seorang penjaga toko karena menyentuh banyak barang, Ibu lalu sanggup membeli semua barang yang disentuh tersebut. Apa yang mereka inginkan dengan mudah dapat mereka beli. Meski sudah menjadi kaya, masalah justru datang menghampiri keluarga tersebut.

Pemeran
Cut Mini sebagai Ibu
Lukman Sardi sebagai Bapak
Raline Shah sebagai Tika
Derby Romero sebagai Duta
Fatih Unru sebagai Dodi
Refal Hady sebagai Bayu
Verdi Solaiman sebagai Ilham Said (pengacara)
Millane Fernandez sebagai Risha
Melayu Nicole sebagai Sasha
Tarzan sebagai Anto Suganda (politikus)
Reza Nangin sebagai Rafi
Dea Panendra sebagai Monika
Rania Putrisari sebagai Linda
Jasmine Kusuma Carroll sebagai Lala
Arvitta Ludya sebagai Tiwi
Sumaisy Djaitov Yanda sebagai penjaga keamanan
Bintang sebagai Ardi
Dorman Borisman sebagai pengajar teater
Pak Tarno sebagai tukang es doger
Lucky Perdana sebagai pengantin pria

Karina-Nadila-Puteri-Indonesia-Pariwisata-2017-dan-Puteri-Indonesia-Nusa-Tenggara-Timur-2017

3. Sweet 20
(Karina Nadila Puteri Indonesia Pariwisata 2017 dan Puteri Indonesia Nusa Tenggara Timur 2017)

Fatmawati (Niniek L. Karim), nenek 70 tahun cerewet yang tinggal bersama putranya seorang dosen, Aditya (Lukman Sardi), menantu (Cut Mini), dan 2 orang cucu (Kevin Julio dan Alexa Key). Fatmawati selalu membanggakan Aditya, sampai suatu hari ia mengetahui akan dikirim ke panti jompo. Hal yang membuatnya sangat terpukul dan pergi dari rumah.

Di perjalanan ia melihat studio foto “Forever Young”, dan berniat mengambil foto untuk di pemakamannya kelak. Namun setelah berfoto Fatmawati berubah menjadi 50 tahun lebih muda, dan kembali berusia 20 tahun. Fatmawati pun memulai kehidupan yang baru dan mengganti namanya menjadi Mieke, seperti nama artis idolanya – Mieke Wijaya.

Seiring berjalannya waktu, Mieke mendapat kesempatan untuk meraih mimpinya menjadi penyanyi, sesuatu yang tidak bisa dilakukannya pada saat muda dulu. Keunikan Mieke muda dengan gaya bicara dan seleranya yang masih seperti nenek 70 tahun, justru membuat 3 pria jatuh hati padanya, seorang produser musik (Morgan Oey), cucu laki-lakinya, dan Hamzah (Slamet Rahardjo) yang mencintainya sejak sama-sama muda dulu.

Hingga suatu peristiwa terjadi, yang membuat Mieke harus memilih untuk melanjutkan kehidupan barunya, atau kembali menjadi Fatmawati.

Pemeran
Tatjana Saphira sebagai Fatmawati muda/Mieke
Niniek L. Karim sebagai Fatmawati
Morgan Oey  sebagai Alan
Kevin Julio sebagai Juna
Slamet Rahardjo sebagai Hamzah
Lukman Sardi sebagai Aditya
Cut Mini sebagai Salma
Widyawati Sophiaan sebagai Rahayu
Alexa Key sebagai Luna
Tika Panggabean sebagai Bunga
Nina Kozok sebagai Hagai
Ardit Erwandha sebagai Edwan
Tommy Limmm sebagai Gio
Febby Rastanty sebagai Pevita
Vicky Nitinegoro sebagai preman
Karina Nadila sebagai pegawai toko sepatu
Barry Prima sebagai komandan polisi
Rina Hasyim sebagai teman Fatmawati
Rima Melati sebagai teman Fatmawati
Henky Solaiman sebagai fotografer
McDanny sebagai cowok pengganggu
Erick Estrada sebagai cowok pengganggu
Randhika Djamil sebagai preman
Aira Sondang sebagai preman
Joe Project P sebagai pemain sinetron
Chrissie Vanessa sebagai Anissa
Rudy Wowor sebagai guru dansa
Regina Rengganis sebagai suster
Paulina Silitonga sebagai ibu di minimarket
Aliando Syarief sebagai Hamzah muda

Elvira-Devinamira-Puteri-Indonesia-2014-dan-Puteri-Indonesia-Jawa-Timur-2014

4. Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi
(Elvira Devinamira Puteri Indonesia 2014 dan Puteri Indonesia Jawa Timur 2014)

Warga di sebuah kampung di Jakarta heboh manakala ibu-ibu melakukan demonstrasi ke Pak RT Muchus (Mathias Muchus) dikarenakan keresahan mereka akan permasalahan rumah tangga yang diakibatkan oleh kehadiran Sophie (Elvira Devinamira), mahasiswi yang kos di rumah Pak RT. Kebingungan menghadapi massa demo, Pak RT pun berusaha mendengarkan keluhan warga. Namun rupanya pokok permasalahannya lebih membingungkan lagi.

Ibu-ibu warga RT tersebut mengeluh tidak pernah disentuh, digauli, atau dinafkahi secara batin oleh para suami mereka dikarenakan kehadiran Sophie. Mereka berprasangka bahwa ketika Sophie menyanyi di kamar mandi sambil mandi dengan suaranya yang serak-serak basah membuat suami-suami mereka, yang mengintip dan berkumpul di belakang tembok kamar mandi, kerap berimajinasi liar sehingga bersikap dingin di atas tempat tidur di rumah. Pak RT yang pusing pun berusaha menengahi dan mencari solusi.

Sophie yang tengah dekat dengan Senja (David John Schaap) sebenarnya tidak tahu menahu dan kaget mendengar cerita demonstrasi tersebut. Sophie pun menerima nasehat dari Pak RT untuk tidak lagi menyanyi di kamar mandi dengan harapan lingkungan RT tersebut menjadi tenteram

Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi adalah sebuah film komedi Indonesia tahun 2019 yang disutradarai oleh John De Rantau dan diproduksi oleh Himaya Pictures dan JDer Syndicate. Film tersebut diadaptasi dari cerpen bernama sama karya Seno Gumira Ajidarma. Film tersebut dibintangi oleh Mathias Muchus
Yayu Unru
Emmie Lemu
Maryam Supraba
Anna Tarigan
Ricky Malau
Totos Rasiti
Yurike Prastika
Enno TB
Yan Widjaya
Inggrid Widjanarko
Iwan Gardiawan
Anne J. Cotto
Anisa Sheban
J. Sebastian
Elvira Devinamira
Fiki Alman
Kathy Monica
Poppy Asya Azzahra.

Nadine-Alexandra-Puteri-Indonesia-2010-dan-Puteri-Indonesia-DKI-Jakarta-2010

5. Komedi Modern Gokil
(Nadine Alexandra Puteri Indonesia 2010 dan Puteri Indonesia DKI Jakarta 2010)

Di Jakarta, Boris bertemu sahabat lamanya, Dodit. Mereka pun tinggal di rumah kost Tante Maya dan suaminya, Om Indro. Di rumah kost tersebut, Boris dekat dengan Sasha, salah satu penghuni, serta Karin, putri Tante Maya dan Om Indro.

Kemudin Boris dan Dodit diterima bekerja di sebuah biro detektif. Klien pertama mereka adalah pemilik kost mereka sendiri, Tante Maya, yang curiga bahwa Om Indro memiliki simpanan.

Akhirnya tertangkaplah Bu Ratna yang dicurigai sebagai pacar Om Indro. Namun Bu Ratna yang mereka culik ternyata istri baru Pak Goen, sahabat Om Indro, seorang pensiunan jendral, yang tak lain adalah juga kepala biro detektif tempat Boris dan Dodit bekerja.

Pemeran
Boris Bokir sebagai Boris
Dodit Mulyanto sebagai Dodit
Indro Warkop sebagai Om Indro
Kartika Putri sebagai Karin
Nadine Alexandra sebagai Sasha
Maya Wulan sebagai Tante Maya
Tarzan sebagai Pak Goen
Ria Winata sebagai Ratna
Hengky Solaiman sebagai manajer
Ikhsan Saleh sebagai Bobby
Risma Nilawati sebagai Minuk
Duo Serigala sebagai Duo Serigala

Qory-Sandioriva-Puteri-Indonesia-2009-dan-Puteri-Indonesia-Aceh-2009

6. Mother Keder: Emakku Ajaib Bener
(Qory Sandioriva Puteri Indonesia 2009 dan Puteri Indonesia Aceh 2009)

Vivi (Qory Sandioriva), seorang wanita eksekutif, mapan, punya karier, mobil, apartemen, kekasih walaupun agak susah ketemu karena sama-sama sibuk. Vivi adalah seorang wanita kosmopolitan yang sudah memiliki segalanya, tinggal langkah terakhir, yaitu menikah.

Sampai suatu saat terjadi konflik di kantor yang membuat Vivi memutuskan untuk mengundurkan diri. Secara bersamaan, Vivi mendapat kabar kalau adiknya, Dinda (Jill Gladys) sudah merencanakan untuk menikah lebih dahulu. Ditambah lagi, ia menemukan kekasihnya selingkuh. Akhirnya, segala rencana dan kehidupannya seakan buyar dan ia harus kembali ke rumah dan berurusan dengan keluarganya, terutama ibunya (Ira Maya Sopha) yang ‘ajaib’

Pemeran
Qory Sandioriva sebagai Vivi
Ira Maya Sopha sebagai Emak
Jill Gladys sebagai Dinda

Putri-Ayudia-Puteri-Indonesia-DKI 2-2011-dan-Top-10-Puteri-Indonesia-2011

7. Kenapa Harus Bule
(Putri Ayudia Puteri Indonesia DKI 2 2011 dan Top 10 Puteri Indonesia 2011)

Film ini akan mengisahkan perjalanan Pipin untuk mencari pasangan. Pipin terobsesi memiliki pasangan seorang Bule dan menikah dengannya.

Demi mendapatkan Bule idaman, Pipin melakukan berbagai hal, mulai dari melalui aplikasi kencan hingga datang ke club di Jakarta. Namun, usahanya tidak berhasil mulus.

Akhirnya, sahabat Pipin, Arik menyarankan untuk pindah ke Bali dan mencari Bule disana. Di Pulau Dewata inilah Pipin bertemu dengan pengusaha Vila yang berasal dari Italia bernama Gianfranco. Pipin pun berusaha menakhlukkan bule Italia untuk menjadi kekasihnya.

Di tengah aksinya, Ben yang merupakan pengusaha restoran, muncul. Ben mengaku bahwa dirinya terpikat dengan Pipin dan ingin menjadi kekasihnya.

Pipin kini terjebak pada cinta dua pria yang tak membuatnya malah tidak bahagia. Semakin lama di Bali, Pipin belum mendapatkan pekerjaan dan keuangannya semakin menipis. Ia pun harus memutar otak agar tetap bertahan disana.

Pemeran
Putri Ayudya sebagai Pipin Kartika
Michael Kho sebagai Arik
Cornelio Sunny sebagai Gianfranco
Chicco Kurniawan sebagai Buyung Remaja
Natalius Chendana sebagai Ben/Buyung
Paul Agusta sebagai Pablo
Djenar Maesa Ayu sebagai Nay

Faradina-Mufti-Puteri-Indonesia-DKI-Jakarta-5-2011-dan-Top-10-Puteri-Indonesia-2011

8. Guru-Guru Gokil
(Faradina Mufti Puteri Indonesia DKI Jakarta 5 2011 dan Top 10 Puteri Indonesia 2011)

Cerita Guru-Guru Gokil berkisah tentang Taat, seseorang yang berambisi untuk sukses. Akan tetapi, dia sering menemui kegagalan dalam karier. Taat selalu beranggapan bahwa kesuksesan itu adalah memiliki uang banyak.

Keadaan lalu mengharuskan Taat untuk bekerja menjadi guru pengganti di sebuah sekolah. Di saat yang bersamaan terjadi insiden yang menimpa para guru.

Persahabatan Taat dengan para guru di sekolah tersebut membuka mata Taat. Dia melihat dedikasi mereka untuk tetap mengajar walaupun sedang ditimpa kemalangan. Pandangan Taat terhadap uang dan kesuksesan berubah.

Pemeran
Gading Marten sebagai Taat
Dian Sastrowardoyo sebagai Nirmala
Faradina Mufti sebagai Rahayu
Boris Bokir sebagai Manul
Kevin Ardilova sebagai Ipang
Shakira Jasmine sebagai Saulina
Asri Welas
Ibnu Jamil
Kiki Narendra
Arswendo Bening Swara

Francine-Roosenda-Puteri-Indonesia-DKI-Jakarta-6-2006

9. The Tarix Jabrix
(Francine Roosenda Puteri Indonesia DKI Jakarta 6 2006)

Caca Sutarya (Tria Changcut) atau yang biasa dipanggil dengan sebutan “Cacing” adalah seorang lelaki yang enerjik dan ingin menjadi anggota The Road Devil, geng motor paling brutal dan ditakuti di Kota Bandung. Tapi ia tidak sampai hati untuk melakukan ujian yang diberikan karena tidak sesuai dengan hati nuraninya Akhirnya, ia mengajak teman-teman dekatnya Dadang Modip (Erick Changcut), Coki (Qibil Changcut), Ciko (Alda Changcut) serta Mulder (Dipa Changcut). Mereka membentuk geng motor dengan nama “The Tarix Jabrix” yang sering nongkrong di “Bengkel Sugema” milik Pak Rohim (Sellen Fernandez), ayah dari Dadang. Seorang perempuan magang di bengkel itu, bernama Mayang (Francine Roosenda). Teman-teman Dadang menaruh hati pada Mayang. Sementara, Cacing sedang mendekati Callista (Carissa Putri), primadona sekolah. Sayangnya Callista sering dijemput pacarnya, Valdin , teman kakaknya, Max (Ario Bayu), yang merupakan pentolan geng motor The Smokers, sebuah geng motor yang lebih besar. Diam-diam Callista menaruh hati pada Cacing yang dianggap lucu, menyenangkan dan enak diajak ngobrol.

Kedekatan Callista dan Cacing membuat hubungan Callista dan Valdin renggang, Valdin tidak terima. Akhirnya, The Tarix Jabrix berseteru dengan The Smokers. Cacing memberitahu Callista, bahwa ada anak buah kakaknya yang membawa narkoba. Cacing dkk kemudian berinisiatif untuk membongkar kasus ini, setelah Callista mengatakan bahwa The Smokers adalah geng motor yang bersih. Niat baik The Tarix Jabrix untuk membongkar kasus ini lagi-lagi mendapat halangan dari Valdin dan Max. The Smokers merasa bahwa Cacing hanya mencari gara-gara. Kedua geng ini berseteru, mereka siap tawuran meski jumlah The Smokers lebih unggul dan persiapan Cacing hanya satu hari.

Pemeran
Tria Changcut sebagai Caca Sutarya / “Cacing”
Erick Changcut sebagai Dadang Modip
Qibil Changcut sebagai Coki
Alda Changcut sebagai Ciko
Dipa Changcut sebagai Mulder
Francine Roosenda sebagai Mayang
Carissa Putri sebagai Callista
Sellen Fernandez sebagai Pak Rohim
Andrew sebagai Valdin
Ario Bayu sebagai Max
Dian Dipa Chandra
Ricky Cuaca

Penulis : Irwans

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here