Mengenal Lebih Dekat Maderay Butar Butar dan Maria Evaline Pakpahan Putera Puteri Kebudayaan Indonesia Sumatera Utara 2020

1092
Mengenal Lebih-Dekat-Maderay-Butar-Butar-dan-Maria-Evaline-Pakpahan-Putera-Puteri-Kebudayaan-Indonesia-Sumatera-Utara-2020

Biodata
Nama : Maderay Butar Butar
Nama Panggilan : Ray
Tempat tgl lahir : Tangerang 31 Juli 2000
Pendidikan : Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta
Hobby : Traveling , Cooking
Motto : Tidak ada yang berhasil jika kamu melakukannya dengan sungguh-sungguh.” – Maya Angelou

Prestasi Akademik :
1. Siswa Berprestasi SMKN 3 Kota Tangerang 2018

Prestasi Non Akademik :
1. Juara 3 Lomba Table Setup Nasional Competition Di Universitas Pelita Harapan 2019
2. Juara 1 Creativ Table Setup in Hotel Week Indoensia, Jakrta Convention Center 2019
3. Juara 3 Creativ Table Setup in Pesona Nusa Dua Fiestifa, Di Peninsula Island Nusa Dua, Bali 2019
4. Meraih Diploma Award Of Profesional Pasta Challage, La Cuisine Competition , Jakarta International Expo 2019
5. Meraih Diploma Award Of Convectionary Whole Cake, La Cuisine Competition, Jakarta Internatinal Expo 2019

Biodata
Nama : Maria Evaline Pakpahan
Nama Panggilan : Eva / Maria
Tempat tgl lahir : Padang Sidempuan, 31 Maret 1993
Pendidikan : S1 Kesehatan Masyarakat
Hobby : Menembak, bermain taganing dan badminton
Motto : Dan meskipun kamu telah jatuh berkali-kali, tetaplah bangkit untuk kesekian kalinya, karena hidup adalah perjuangan dan waktu Tuhan pasti yang terbaik

Prestasi Akademik :
1. Juara 1 Umum Program IPA (Kelas X – XII)
2. Lulus kuliah “Dengan Pujian” (IPK : 3,70)

Prestasi Non Akademik :
1. Anggota Duta Kampus USM Indonesia, Medan
2. Juara Harapan 1 Lomba Meme bidang Pemuda dan Olahraga PDI Perjuangan Tahun 2014

1. Ceritakan sosok kamu seperti apa?

Putera :
Saya adalah sosok yang mandiri terlihat dari segala persiapan saya menuju karantina saya melakukanya dengan sendiri, saya juga adalah sosok yang bekerja keras dan juga pantang menyerah terlihat jika saya mengalami kegagalan saya akan bangkit untuk mencoba lagi tetapi bisa menyaring kesalahan sebelumnya, saya juga termasuk orang yang peduli terhadap keluarga dan juga orang sekitar saya, saya juga sosok yang kreatif terlihat dari segi prestasi saya semuanya non akademik dan saya cenderung kurang dalam akademik, saya juga orang yang memiliki perasaan jujur dan mudah tersenyum dan saya juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi, saya juga adalah sosok yang gampang tersentuh hatinya, dan juga saya sosok yang penyayang teman dan keluarga saya, saya sangat bersyukur bisa di lahirkan dan dibesarkan oleh kedua orang tua saya yang dimana mereka sangat mencintai saya, dan juga selalu mendukung saya dan selalu memberikan segala masukan untuk diri saya yang lebih baik lagi.

Puteri :
Saya adalah orang yang introvert, tapi juga ambisius, mandiri dan selalu tertarik untuk mempejari hal-hal baru walaupun harus keluar dari zona nyaman.

Mengenal Lebih-Dekat-Maderay-Butar-Butar-dan-Maria-Evaline-Pakpahan-Putera-Puteri-Kebudayaan-Indonesia-Sumatera-Utara-2020

2. Apa motivasi kamu mengikuti Putera Puteri Kebudayaan Indonesia 2020?

Putera :
Motivasi saya mengikuti ajang Putera Puteri kebudayaan Indonesia 2020, saya ingin membanggakan kedua orang tua saya dan juga saya ingin membuktikan kepada teman-teman saya yang mereka dulu pernah membuli saya bahwa saya bisa mencapai apa yang saya inginkan dan saya harapkan dengan dukungan kedua orang tua saya, dan saya juga ingin mengajak generasi milenials di Indonesia khususnya dari mulai anak-anak untuk selalu mencintai dan juga melestarikan budaya Indonesia sesuai dengan advokasi saya yaitu, Ayo Belajar Bahasa daerah, yang dimana saya memberikan edukasi kepada anak-anak dengan menggunakan media yang menarik agar anak-anak tidak lupa dengan budaya yang ada di Indonesia terkhususnya Bahasa Daerah di Indonesia, agar tidak terhilang oleh jaman.

Puteri :
Motivasi saya mengikuti Pemilihan Putera Puteri Kebudayaan Indonesia 2020 adalah ingin berkontribusi langsung dalam memperkenalkan budaya yang ada di provinsi yang saya wakili. Menambah pengalaman baru, karena saya sebelumnya belum pernah mengikuti pageant dan juga menambah relasi, karena akan punya teman-teman baru dari seluruh wilayah di Indonesia.

3. Sebagai seorang Putera/Puteri daerah, bagaimana kamu melihat perkembangan kebudayaan didaerahmu?

Putera :
Sebagai Putera Daerah, saya melihat perkembangan di budaya di daerah saya sangat berkembang pesat, terlihat dari banyaknya duta daerah budaya yang juga aktif mempromosikan budaya yang ada di daerah saya dan juga aktif memberikan edukasi kepada anaka-anak untuk selalu mencintai dan juga melestarikan budaya di Indonesia, tetapi masih ada banyak anak-anak yang termakan oleh budaya luar, oleh karena itu saya sebagai putera daerah ingin mengajak para generasi milenials di daerah saya untuk tatap mencintai dan juga melestarikan budaya di daerah saya.

Puteri :
Perkembangan kebudayaan di daerah saya sebenarnya sudah terbilang cukup baik karena rutin dilaksanakannya pagelaran budaya seperti Festival Budaya, tapi disisi lain peran pemuda untuk turut berpartisipasi di dalam pelestarian budaya masih kurang, untuk itulah saya ingin memperkenalkan budaya yang ada di Sumatera Utara agar tercipta kembali rasa keingintahuan dan sikap mau belajar pada generasi muda terkhusus dalam bidang alat musik tradisional.

4. Zaman now! Banyak millenial melupakan kebudayaan bangsa sendiri, dan lebih bangga memakai atau mengaplikasikan kebudayaan asing dari pada kebudayaannya sendiri, sehingga kebudayaan negeri sendiri terlupakan, bagaimana kamu melihat fenomena ini?

Putera :
Dari pandangan saya sendiri, memang benar adanya mengenai fenomena generasi millenial melupakan kebudayaan bangsanya sendiri. Menurut saya hal itu disebabkan oleh efek globalisasi yang tinggi. Banyaknya budaya asing dan tradisi asing yang masuk ke bangsa ini membuat para generasi milenial melupakan kebudayaan bangsanya sendiri. Menurut saya itu hal yang wajar karena generasi milenial banyak disuapi oleh budaya dan tradisi asing yang menurut mereka lebih asik dibanding dengan budaya bangsa sendiri yang dianggap lebih kuno atau ketinggalan jaman. Namun hal tersebut tentu menimbulkan efek yang berbahaya bagi masa depan bangsa negeri kita karena lama-kelamaan kebudayaan tersebut akan pudar termakan oleh waktu.

Oleh karena itu sebagai generasi milenial atau generasi penerus bangsa ini marilah kita lebih mencintai budaya kita yang harus kita jaga dan juga lestarikan agar tidak hilang termakan oleh zaman, oleh karena itu saya ingin mengajak generasi milenaisals khususnya anak-anak di Indonesia untuk mencintai budaya sendiri dimulai dari sejak dini agar budaya luar tidak akan bisa menggantikan budaya Indonesia.

Puteri :
Saya sangat prihatin dengan kondisi ini, karena sudah banyak milenial yang menganggap bahwa budaya lokal itu kuno (tidak ngetrend) tapi kita tidak boleh menjadi bagian dari fenomena tersebut. Yang harus kita lakukan adalah tumbuhkan rasa ingin tahu terhadap budaya sendiri, karena budaya itu identitas kita, maka kemanapun kita pergi, secanggih apapun budaya asing itu, kita tidak lupa identitas diri kita sendiri.

Mengenal Lebih-Dekat-Maderay-Butar-Butar-dan-Maria-Evaline-Pakpahan-Putera-Puteri-Kebudayaan-Indonesia-Sumatera-Utara-2020

5. Agar kebudayaan daerah kamu tidak hilang ditelan zaman, sebagai generasi muda apa yang akan kamu lakukan?

Putera :
Sebagai generasi muda dan juga putera daerah saya melakukan edukasi dari sejak dini kepada anak-anak di Indonesia untuk selalu mencintai dan juga melestarikan budaya yang ada di Indonesia, dengan media yang menarik agar mereka juga mereka senang melihat cara pembelajaran saya untuk mereka terapkan dan juga saya selalu memanfaatkan media sosial sebagai media promosi pariwisata dan juga budaya untuk terus di perluaskan agar orang-orang yang tidak mengetahui budaya Indonesia bisa mengetahui budaya di Indonesia. Bahwasanya Indonesia memiliki segudang kebudayaaan yang wajib kita ketahui, dengan postingan yang menarik dan juga informatif akan membuat generasi muda ingin mencoba untuk mencintai dan juga melestarikan budaya yang ada di Indonesia.

Puteri :
Disinilah peran pemuda sangat dibutuhkan untuk memotivasi pemuda lainnya agar tidak meninggalkan budayanya sendiri, karena kalau bukan kita, siapa lagi? Harus tertanam slogan dalam diri “Ikuti zamanmu, tapi jangan tinggalkan budayamu”, yang telah dan akan tetap saya lakukan adalah dengan menjalankan advokasi saya di bidang alat musik tradisional khususnya yang selama ini sudah berjalan di media sosial.

6. Di jaman era digital, orang dengan bebasnya mengakses sosial media dan berpendapat, pernahkah kamu mendapatkan bullying dan bagaimana kamu mengatasinya?

Putera :
Ya, tentu saja pernah, ditengah era digital yang modern seperti ini. Bukan hal yang aneh jika setiap orang pernah merasakan “cyberbullying” di sosial media banyak orang menganggap hal yang serius dianggap hanya candaan, tanpa memikirkan psikis dan mental dari sang korban. Netizen atau warganet umumnya hanya mengganggap kata-kata mereka sebagai candaan yang sebenarnya mungkin dapat menyakiti hati korban. Bahkan banyak dari mereka yang tidak menyadari perbuatan dan menganggap enteng hal tersebut.

Untuk diri saya sendiri saya hanya perlu percaya dan mencintai diri saya sendiri. Menurut saya jika saya sudah percaya dan mencintai diri saya sendiri saya tidak akan tergoyahkan oleh kata-kata orang lain yang dapat membullying atau merendahkan saya baik secara langsung ataupun di sosial media, karena saya tau diri saya lebih baik dari apa yang mereka katakan.

Puteri :
Ya, saya pernah mendapatkan bullying, ada yang mengatakan saya orangnya canggung dan kaku. Tapi, saya tidak down sama sekali, malah bullying itu saya jadikan motivasi untuk saya lebih baik ke depannya. Kalau kita mendapatkan bullying dari orang, berarti orang itu sendiri yang rugi karena dia menghabiskan waktunya untuk selalu mengurusi dan memperhatikan kita.

7. Pernahkah kamu mengalami kegagalan dan bagaimana cara kamu untuk bangkit kembali?

Putera :
Ya, tentu saja saya pernah mengalami kegagalan dalam hidup saya, cara saya untuk bangkit dari kegagalan adalah saya akan terus mencoba dan mencoba lagi, dengan menggunakan kegagalan sebagai pembelajaran saya untuk mencapai tujuan saya, kegagalan bukan sebagai penghambat untuk mencapai tujuan, saya menjadikan kegagalan adalah teman itu sangat penting agar jika kita mengalami kegagalan kita bisa menerimanya dengan lapang dada, dan juga mau belajar hal baru dan menjadi yang berbeda agar bisa menghidar dari kegagalan untuk mencapai tujuan kita, jika kita bisa menjadikan kegagalan sebagai pedoman kita untuk mencapai suatu tujuan.

Puteri :
Pernah, tapi kegagalan tersebut saya jadikan bekal untuk saya bisa mencobanya lagi di lain waktu dengan pengalaman yang sudah saya miliki dari kegagalan tersebut.

Mengenal Lebih-Dekat-Maderay-Butar-Butar-dan-Maria-Evaline-Pakpahan-Putera-Puteri-Kebudayaan-Indonesia-Sumatera-Utara-2020

8. Seluruh dunia sekarang sedang dilanda wabah virus corona covid19 hingga mengakibatkan terjadinya resesi dan kasus positif di negara Indonesia terus meningkat, hingga berakibat banyak negara-negara melakukan pencegahan, dengan menolak warga negara Indonesia berkunjung ke negara mereka, menurut kamu sebagai anak muda Indonesia apa yang harus kamu lakukan agar wabah tersebut segera berlalu dan kita bisa hidup normal kembali?

Putera :
Menurut pendapat saya sebagai salah satu anak muda di Indonesia, agar wabah ini segera berlalu adalah perlunya kesadaran dari dalam diri sendiri. Tidak hanya diri saya sendiri tetapi juga kesadaran diri setiap individu yang hidup di negeri ini. Yang saya maksudnya dengan kesadaran diri sendiri ialah kesadaran dalam iku serta membasmi wabah corona ini seperti tetap dirumah saja jika tidak ada kebutuhan mendadak, menjaga kesehatan dan juga kebersihan lingkungan sekitar. Saya pun juga perlu mengajak kerabat dan saudara terdekat untuk mengikuti hal yang saya lakukan. Menurut saya kesadaran diri yang tinggi dari masing-masing individu dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan siap menghadapi wabah seperti ini sehingga wabah segera berakhir.

Puteri :
Sebagai anak muda Indonesia, saya akan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang sudah dicanangkan oleh pemerintah, karena percuma jika pemerintah sudah berusaha kalau warganya tidak tertib mematuhinya. Dimulai dari diri sendiri saja dulu, maka wabah ini akan segera berlalu dan kita akan kembali ke kehidupan normal kita sebelum wabah ini ada.

9. Jika kamu terpilih sebagai sebagai pemenang Putera Puteri Kebudayaan Indonesia 2020, apa yang akan kamu lakukan?

Putera :
Jika saya terpilih menjadi Putera Kebudayaan Indonesia 2020, saya akan membantu dan berkontribusi dengan baik dengan melestarikan budaya yang ada di Indonesia dan memperkenalkan ke mancanegara dan budaya Indonesia bisa bersaing dengan negara lain dan selalu menerapkan campaign “Sadar Budaya” untuk terus memperkenalkan budaya yang ada di Indonesia kepada generasi milenials terutama anak anak bahwa budaya Indonesia sangatlah beragam dan berlimpah untuk kita cintai dan juga lestarikan , sesuai dengan advokasi saya yaitu “Ayo Belajar Bahasa Daerah” saya akan terus memperkenalkan budaya salah satunya bahasa daerah yang dimana banyak sekali generasi milenials di Indonesia yang sudah lupa dengan bahasa daerah yang ada di indonesia, dikarenakan masuknya budaya asing dengan bahasa asing lainnya.
Saya Maderay Butar Butar Putera Kebudayaan Sumatera Utara 2020 siap untuk melestarikan dan juga mencintai budaya yang ada di Indonesia.

Puteri :
Jika saya terpilih sebagai pemenang Puteri Kebudayaan Indonesia 2020, saya akan mengenalkan arti pentingnya kebudayaan sebagai identitas kita, bukan hanya budaya yang ada di wilayah saya, tetapi semua kebudayaan yang ada di Indonesia.

Penulis : Irwans

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here