Home Blog Page 5

Miss Universe Pakistan dan Palestine Pakai Pakaian Renang Tertutup

0

Meskipun bukan seorang Muslim, Roma Riaz, Miss Universe Pakistan 2025 dan Nadeen Ayoub, Miss Universe Palestine 2025, memilih untuk mengenakan model pakaian renang yang tertutup untuk gelaran Swimsuit Fashion Show hari ini.

Nampaknya hal ini mereka lakukan untuk menghormati kebudayaan negara mereka masing-masing yang sarat akan nuansa Islami.

Hal yang sama pernah juga ditunjukkan oleh Erica Robin, Miss Universe Pakistan 2023. Erica yang berhasil membawa Pakistan lolos ke babak Top 20 pada debutnya di Miss Universe, juga mengenakan burkini saat kompetisi swimsuit.

Meskipun Erica adalah seorang Kristiani, ia memilih mengenakan burkini untuk menghormati budaya negaranya yaitu Pakistan.

Final Miss Universe 2025 yang Mengundang Tanya

0

 

Miss Universe 2025 berakhir dengan final yang di satu sisi sangat kompetitif, namun di sisi lain meninggalkan banyak tanda tanya. Format Top 30 membuat persaingan terasa ketat sejak awal, namun dinamika penilaian malam final dinilai oleh banyak penonton sebagai salah satu yang paling tidak fair dalam sepuluh tahun terakhir. Kualitas peserta sebenarnya merata, tetapi arah penilaiannya kerap terasa sulit diprediksi bahkan untuk pengamat berpengalaman.

Top 30 tetap diisi oleh negara powerhouse seperti Filipina, Thailand, Venezuela, Puerto Rico, USA, dan Meksiko. Sejumlah negara Eropa dan Amerika Latin juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Indonesia belum berhasil masuk Top 30, namun Sanly Liu tetap membawa nama Indonesia melalui penghargaan Best Skin Award yang memperlihatkan kualitas persiapan serta perhatian detail yang kuat.

Pengumuman Top 12 menjadi salah satu momen terbesar malam itu. Dua negara yang awalnya tidak dijagokan justru tampil sebagai dark horse, China dan Malta. China hadir dengan presentasi panggung yang tenang dan terkontrol, sementara Malta tampil refined dengan konsistensi yang solid. Keduanya mencuri perhatian dan menjadi bukti bahwa kompetisi tahun ini cukup terbuka bagi negara selain powerhouse.

Masuk ke sesi QnA, sorotan publik semakin besar. Côte d’Ivoire memberikan salah satu jawaban paling kuat dan terstruktur malam itu, dengan penyampaian yang jelas dan penuh keyakinan. Banyak yang menilai performanya layak menembus posisi lebih tinggi, namun ia justru berhenti di posisi lima. Sebaliknya, Meksiko yang dianggap tampil paling lemah di QnA justru keluar sebagai pemenang Miss Universe 2025. Hasil ini memunculkan diskusi besar dan memperkuat kesan bahwa sesi QnA memiliki penilaian yang tidak sepenuhnya konsisten.

Final 2025 kemudian ditutup dengan banyak apresiasi tetapi juga banyak pertanyaan. Perubahan teknis yang mendadak, drama internal yang tidak perlu, serta keputusan penilaian yang sulit dipahami membuat banyak penggemar merasa kompetisi tahun ini kehilangan transparansi yang seharusnya menjadi standar utama Miss Universe.

Meski tetap menghadirkan momen emosional dan kejutan yang menarik, Miss Universe 2025 juga menjadi pengingat penting bahwa kredibilitas sebuah kompetisi global ditentukan oleh kejelasan proses dan konsistensi penilaian. Tahun ini menunjukkan bahwa standar itu masih perlu diperbaiki agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Kriteria Pemenang Versi CEO Miss Universe

0

Dalam salah satu wawancara, CEO MUO yang baru Mario Bucaro mengungkapkan bahwa tema Miss Universe 2025 adalah “Perdamaian” sehingga salah kriteria pemenangnya tentunya adalah mampu memenuhi tema besar tersebut.

Miss Universe 2025 harus mampu menjadi sosok duta yang menjembatani komunikasi antar bangsa dan dapat berperan dalam misi membangun komunitas global yang toleran dan damai.

Menurut analisa mimin, kriteria yang diungkapkan sang CEO ini tampaknya cukup dipengaruhi latar belakang beliau yang pernah menjadi Menteri Luar Negeri Guatemala.

Gak heran memang bila kualitas pemenang yang disebutkan beliau wajib memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang diplomat kecantikan di panggung dunia.

Miss Universe Turks and Caicos 2025

0

Yang tengah menjadi sorotan banyak PL dan portal pageant dunia karena konsistensi performanya. @bereniece_dm Miss Universe Turks and Caicos 2025, yang sedari awal kemunculannya di Thailand cukup banyak menyedot perhatian karena penampilannya yang on point.

Dan kemarin, di sesi Swimsuit Fashion Show, banyak portal yang memberikan pendapat bahwa penampilan Bereniece merupakan salah satu yang terbaik di sesi tersebut.

Yang menjadi pertanyaan, apakah kepercayaan mengenai ‘sash factor’ masih berlaku di Miss Universe? Karena jika Bereniece mengenakan sash seperti Trinidad and Tobago saja, rasanya dengan mudah ia akan melaju sampai puncak tertinggi.

Namun, apapun sash yang dikenakan, Bereniece sangat layak untuk diperhitungkan. Akan sangat mengejutkan rasanya jika di malam final nanti, namanya tidak termasuk ke dalam Top 30.

Well, anything can happen. Let’s see.

Closed-door Interview dari R’bonney Gabriel Miss Universe 2022

0

Melihat video Closed-door Interview dari R’bonney Gabriel, Miss Universe 2022. Bisa kita lihat di sini bahwa waktu dari sesi interview ini amat sangat singkat.

Dalam waktu yang sempit, kontestan akan mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang bisa dibilang cukup sharp dan to the point, dan kontestan harus memberikan tanggapan dari pertanyaan tersebut secara efisien dan tepat sasaran.

Sehingga perlu bagi mereka untuk bisa memahami dan menguasai pertanyaan tersebut dengan cepat dan tepat.

Itulah sebabnya mengapa Closed-door Interview ini berbeda dengan Deep Interview, karena jika yang dilakukan adalah Deep Interview, maka para kontestan akan lebih leluasa untuk menjawab pertanyaan bahkan bisa saja memasukkan unsur 5W1H.

Namun karena waktu yang sempit, maka yang lebih diutamakan bukan jawaban yang panjang dan lebar. Dan ketika bell berbunyi, maka waktu untuk sesi interview akan berakhir.

Deep Interview dan Closed Door Interview Emang Beda?

0

Banyak di antara kalian yang menyebutkan bahwa sesi interview di ajang Miss Universe itu adalah sesi Deep Interview. Sebenernya sih nggak salah, tapi juga kurang tepat. Kenapa begitu?

Jadi gini, kalau Deep Interview itu biasanya akan berkembang dengan durasi yang bisa dibilang cukup panjang, dan kadang berakhir dengan ‘open-ending’.

Wawancara mendalam sendiri biasanya akan menggali informasi sedalam mungkin, untuk mendapatkan data-data dan detail yang biasanya diperlukan untuk research atau penelitian.

Misalnya, ketika kita sedang melakukan penelitian untuk tugas akhir, maka kita perlu mewawancarai narasumber untuk kelengkapan data penelitiannya. Maka dilakukanlah Deep atau In-depth Interview.

Lalu bagaimana dengan beauty pageants seperti Miss Universe? Untuk sesi wawancara dengan juri, lebih tepat disebut sebagai Closed-Door Interview atau wawancara tertutup. Hal ini dilakukan agar penjurian yang berjalan untuk mengenal lebih jauh kontestan secara personal dan profesional, dilakukan secara tertutup dari pihak luar seperti media atau public.

Dan jika kalian trace ke tahun-tahun sebelumnya, sesi ini memang sudah mereka namai sebagai Closed-Door Interview, yang memang lebih sesuai dengan keperluan kompetisi dengan durasi waktu yang singkat untuk masing-masing kontestan.

Eye Catching Outfit Miss Universe Botswana 2025

0

Salah satu outfit closed door interview yang menurut Mimin sangat “eye catching” kontestan Miss Universe 2025 hari ini jatuh kepada @lillianandries Miss Universe Botswana 2025.

Disaat kontestan lainnya hadir dengan busana simple, anggun dengan ornamen kain wastra khas negara mereka.

Beliau hadir dengan outfit dengan aplikasi wajah orang-orang terhebat dari Botswana, termasuk pemenang Miss Universe 1999 Mpule Kwelagobe yang berasal dari Botswana.

Dengan durasi interview tidak lama, tentunya dengan outfit tersebut akan menyita perhatian dewan juri.

Wow Good Job Botswana. What Do You Think Genks?

Darkhorse in The Making?

0

 

Setiap tahunnya di ajang Miss Universe, selalu ada kontestan yang kelihatannya selow-selow aja, anteng-anteng aja, adem ayem selama masa kompetisi, tapi tau-tau nyelonong manja pas malam final.

Nah, sepertinya salah satu yang cukup potensial untuk bisa menjadi darkhorse di edisi tahun ini adalah @zhaona_zena , Miss Universe China 2025. Ia termasuk salah satu kontestan yang bisa dibilang konsisten dari hari ke hari.

Soal look, nggak usah ditanya. Kulit putih mulus bak porselen, tubuh tinggi nan jenjang, serta wajah ayu khas wanita Asia Timur, membuatnya bisa menjadi ancaman baru untuk kontestan lain terutama dari wilayah Asia.

Kalo buat Mimin, entah kenapa kadang liat Mba Zhao ini kaya ngeliat Melati Tedja, kadang juga ngingetin sama Maxine Medina. That means, secara look dia ini bisa jadi sangat versatile.

Bagaimanakah peluang dia di malam final nanti? Let’s see.

Curcol Voting Miss Universe 2025

0

Sejujurnya kalau Mimin boleh ‘curcol’ sedikit, Mimin agak tergelitik dengan format voting Miss Universe tahun ini. Di mana tahun-tahun sebelumnya, voting publik hanya dilakukan untuk menentukan Miss Photogenic, Semifinalis pilihan penonton dan beberapa kali juga untuk National Costume, yang tentunya dilakukan setelah festival natcos selesai dilaksanakan.

Akan tetapi tahun ini, ada 8 kategori yang akan dipilih berdasarkan voting dari audience. Tentu saja, People’s Choice dan Miss Photogenic ada di dalamnya, dan itu wajar. Akan tetapi, beberapa kategori berikut menurut Mimin agak sedikit di luar logika Mimin jika dipilih berdasarkan voting audience. Seperti:

Miss Congeniality, setiap tahun kategori ini dipilih oleh sesama kontestan, berdasarkan kepribadian kontestan tersebut di kesehariannya selama masa kompetisi berlangsung. Jika hal tersebut dipilih berdasarkan voting audience, bagaimana kita tahu bahwa kontestan tersebut benar-bener ‘bersahabat’?

Best Skin, beberapa ajang lain yang sudah memberikan award ini kepada kontestan yang mereka rasa memiliki kulit terbaik. Akan tetapi, kriteria best skin seharusnya memenuhi beberapa syarat seperti tekstur, kesehatan kulit, dan lain sebagainya. Dan jika dipilih by voting, apakah fair? Jangankan menyentuh, melihat kulit para kontestan secara langsung pun tidak.

Dan terakhir, National Costume. Ini tentu bukan hal baru untuk voting di Miss Universe. Akan tetapi, saat ini, parade natcos masih belum digelar. Pun yang ditampilkan pada page voting adalah headshot para kontestan. Lagi-lagi, berdasarkan apa audience bisa menilai bahwa natcos tersebut adalah yang terbaik di antara yang terbaik?

Jujur Mimin merindukan fairness dan objectivity dari penilaian Miss Universe di tahun ini. Namun dengan format yang sudah ditentukan demikian, rasanya hal tersebut hanya akan menjadi angan-angan belaka. Karena hanya negara dengan basis vote terkuat saja yang akan mendominasi arena voting.

Just Mimin’s humble opinion.

People’s Choice Berapa Besar Pengaruhnya?

0

Sebagaimana sudah diumumkan, 10% dari penjurian preliminary Miss Universe 2025 akan ditentukan lewat voting People’s Choice. Lalu gimana nih inovasi baru ini bakal berpengaruh untuk penentuan Top 30.

Karena juri masih memegang 90% penilaian, inovasi ini hampir pasti tidak akan berpengaruh bagi mereka yang mendapatkan nilai tertinggi dari juri selama preliminary (contoh 25 kontestan dengan nilai tertinggi dari juri).

Bobot voting yang hanya 10% kemungkinan gak akan cukup untuk menggoyang dan menyenggol mereka keluar dari Top 30.

Nah pengaruh terbesar justru bakal dirasakan mereka yang ada di garis batas penentuan Top 30. Mereka yang mendapat peringkat antara 26 hingga 35 dari juri bisa jadi sangat terpengaruh oleh vote ini, terutama bila selisih nilai diantara mereka kecil banget.

Voting yang hanya 10% bobotnya ini bisa jadi menyenggol kontestan di peringkat 30 keluar dari Top 30 dan digantikan kontestan peringkat 31 yang vote-nya lebih tinggi.

Bakal menarik sih menunggu hasil Top 30 nanti. Dengan inovasi ini bisa jadi ada kejutan yang gak terduga nih.