Home Blog Page 41

Satu-Satunya Pemenang Afrika di Miss Earth

0

 

Satu-satunya wanita Afrika yang sudah pernah menjabat sebagai Miss Earth adalah Winfred Adah Omwakme asal Kenya, meskipun posisi itu tidak diraihnya secara langsung.

Winfred adalah 1st RU alias Miss Earth Air di edisi kedua kontes ini yang diadakan di Filipina tanggal 20 Oktober 2002. Saat itu yang jadi juara adalah Dzejla Glavovic dari Bosnia & Herzegovina, namun bulan Mei 2003 Dzejla di-dethrone karena dianggap gak memenuhi kewajibannya.

Winfred kemudian dinobatkan sebagai pengganti Miss Earth 2002 bulan Agustus 2003. Dia resmi menjabat hingga penerusnya Dania Prince asal Honduras terpilih sebagai Miss Earth 2003 di bulan November.

Hilal Blue Crown Semakin Dekat

0

 

Setelah lama tidak berkumpul bersama, akhirnya di Hari Kebaya Nasional kemarin Astamara hadir dengan formasi lengkap.

Ada yang unik difoto kebersamaan mereka, terlihat kedekatan Duo Tata. Tata Jabar (Miss Supranational 2024) dan Tata Bali (Miss Cosmo Indonesia 2024) kedekatan mereka berdua juga sebelumnya berawal dari satu roommate karantina Puteri Indonesia 2024, dan sama-sama masuk Top 4 Puteri Indonesia dengan gelar Tata Jabar Puteri Indonesia dan Tata Bali Puteri Indonesia Pariwisata.

Jika Tata Jabar sukses meraih Blue Crown pertama untuk YPI, dengan tusuk konde empire yang pernah ia kenakan di gala dinner Puteri Indonesia dan Sashing Ceremony Miss Supranational, maka Tata Bali juga terlihat dengan tusuk konde empire di hari kemarin.

Apakah transfer energi positif tusuk konde empire tersebut menuai hasil yang sama. Blue Crown kedua akan mampir ke Indonesia, ditambah lagi Tata Bali banyak dijagokan untuk meraih mahkota edisi perdana Miss Cosmo 2024.

Tempat Legenda dan Sponsor 30 Tahun

0

 

Tahukah kamu! Jika Penthouse di Graha Mustika Ratu, yang sering menjadi tempat audisi Puteri Indonesia, ternyata sudah dari tahun 1994 tempat tersebut dijadikan rangkaian karantina.

Termasuk saat pemilihan Puteri Indonesia 1994, saat itu 31 finalis berkunjung dan foto bersama ditempat tersebut.

Terlihat Top 2 Puteri Indonesia 1994, mulai dari juara utama Puteri Indonesia 1994, Venna melinda (DKI) berada diposisi paling kiri atas dan 1st Runner Up Irma Rahmayani Lubis (Sumatera Utara) dibarisan paling depan.

Dan uniknya lagi ditempat legenda tersebut juga terlihat sponsor utama SCTV, yang masih setia sampai sekarang menandakan 30 kerjasamanya dengan Puteri Indonesia.

Mouawad Jadi Sponsor Mister Global 2024

0

 

Perusahaan perhiasan Mouawad bakal jadi sponsor Mister Global 2024 di mana pemenang edisi ini plus 4 Runner Up-nya bakal menerima hadiah mewah dari Mouawad.

Selain itu, sama seperti di Miss Universe 2023, Mouawad juga bakal memberikan award khusus “Voice for Change” di Mister Global 2024 yang ditujukan bagi kontestan dengan platform sosial terbaik. Pemenang award ini akan menerima setengah dari total hadiah, sementara setengahnya lagi akan disumbangkan untuk kegiatan sosial pilihan sang pemenang.

Keterlibatan Mouawad di ajang ini udah bukan kejutan sih karena Mouawad udah sering kerja sama dengan TPN Global sebagai pemilik baru Mister Global. Siapa yang gak sabar menunggu era baru Mister Global nih?

Ada Apa Dengan Miss Charm?

0

 

Versi resmi dari penyelenggara, Miss Charm 2024 hanya akan diundur meski belum ada kepastian resmi kapan tanggal baru penyelenggaraannya. Sosial media Miss Charm pun masih mengupdate info kandidat baru yang terpilih untuk edisi ini.

Namun national director Peru membuat statement yang bisa dibilang lebih “to-the-point” bahwa Miss Charm 2024 dibatalkan. Bahkan wakil Peru yang awalnya disiapkan untuk Miss Charm 2024 diganti menjadi wakil untuk Miss Cosmo 2024.

Bagaimana kelanjutannya dan apakah edisi ini hanya diundur atau dibatalkan, kita tunggu saja ya.

Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu Kirimkan Wakil Di Ajang Miss Cosmo 2024: Ketut Permata Juliastrid Siap Harumkan Nama Indonesia

0

Jakarta, Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung bakat-bakat muda Indonesia di panggung internasional dengan mengirimkan Puteri Indonesia Pariwisata 2024, Ketut Permata Juliastrid Sari (Permata), untuk berkompetisi di ajang Miss Cosmo 2024. Kontes ini merupakan edisi perdana yang akan digelar pada 5 Oktober 2024 di Kota Hồ Chí Minh, Vietnam, dan akan diikuti oleh lebih dari 80 negara.

Ajang Miss Cosmo memperkenalkan slogan “Impactful Beauty” yang memiliki makna bahwa kecantikan bukan hanya tentang penampilan fisik, tetapi juga tentang dampak positif yang dapat diberikan oleh seseorang kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Kecantikan yang berdampak adalah kecantikan yang mampu menginspirasi, membawa perubahan, dan memberikan kontribusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan kata lain, seorang Miss Cosmo tidak hanya dinilai berdasarkan kecantikan luar, tetapi juga bagaimana ia dapat mempengaruhi dunia dengan tindakan, ide, dan pengaruh positifnya.

Permata akan memulai masa karantina pada 12 September 2024 dengan rangkaian aktivitas yang diadakan di 7 kota tujuan wisata, seperti Hanoi, ⁠Ninh Binh, ⁠Bao Loc, ⁠Da Lat, ⁠Quy Nhon, ⁠Long An dan ⁠Ho Chi Min hingga Grand Final yang akan diselenggarakan pada 5 Oktober 2024 di Phu Tho Stadium, Ho Chi Min.

Sebelum berangkat berkompetisi, Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu menyelenggarakan konferensi pers bertajuk “Puteri Indonesia Pariwisata 2024, Ketut Permata Juliastrid Sari Goes to Miss Cosmo 2024” yang diadakan di Midaz Senayan Golf – Senayan Avenue Pintu IX Jakarta, pada 4 September 2024.

Yayasan-Puteri-Indonesia-dan-Mustika-Ratu-Kirimkan-Wakil-di-Ajang-Miss-Cosmo-2024: Ketut PermatJuliastrid-Siap-Harumkan-Nama-Indonesia

Acara ini dihadiri oleh Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga Ketua Dewan Penasehat Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani, Direksi Mustika Ratu, Pimpinan Yayasan Puteri Indonesia, perwakilan media, portal pageant, dan para pageant lovers.

Dalam konferensi pers ini, selain menampilkan busana nasional (National Costume) karya desainer Inggi Kendran yang berjudul “The Endless Stream of Saraswati Goddess”, juga ditampilkan busana-busana dari desainer tanah air seperti ADITH dan 2 Designer yang akan mensupport di sesi Pre Eliminary oleh Wiki Wu dibantu stylist dari Revashion dan Grand Final oleh Maison Met dibantu Stylist oleh The Clique, Baju Sehari hari akan di styling oleh Revashion dan di latih oleh beberapa coach terbaik seperti catwalk dan stage performance by Kelana Limster, Public Speaking oleh Talk Up Indonesia, Creative Director oleh Bubah Alfian.

Putri Kus Wisnu Wardani, menyatakan, “Keikutsertaan Permata di Miss Cosmo 2024 adalah bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk berprestasi di panggung internasional. Kami sangat bangga dengan dedikasi dan kerja keras Permata yang akan membawa nama Indonesia dan memperkenalkan kekayaan budaya kita kepada dunia. Kami berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat mendukung dan mendoakan Permata untuk meraih hasil terbaik di ajang ini.

“Selain itu, Permata juga mempersembahkan unjuk bakat berupa menyanyi, bermain biola, dan menari yang dibimbing oleh Mas Baim, Angga, dan Mba Artika. Penampilan ini menjadi bagian dari persiapannya untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ujar Putri.

Permata juga mengungkapkan rasa syukurnya, “Saya merasa sangat terhormat dan terima kasih kepada Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mewakili Indonesia di ajang Miss Cosmo 2024. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar dan saya akan memberikan yang terbaik untuk membawa nama baik Indonesia. Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar saya dapat mengharumkan nama bangsa di ajang internasional ini,” ujar Permata.

Yayasan-Puteri-Indonesia-dan-Mustika-Ratu-Kirimkan-Wakil-di-Ajang-Miss-Cosmo-2024: Ketut PermatJuliastrid-Siap-Harumkan-Nama-Indonesia

National Costume The Endless Stream of Saraswati Goddess by Inggi Kendran

Terinspirasi dari sosok Dewi Saraswati sebagai “Jñāna Pravāha,” yang diibaratkan sebagai sungai yang mengalir dengan lembut namun tak henti-hentinya, membawa serta kebijaksanaan dari generasi ke generasi, melintasi waktu dan ruang. Perwujudan dari aliran pengetahuan yang abadi dan tak terputus.

Aliran ini tidak hanya menggambarkan kontinuitas, tetapi juga kedalaman dan kemurnian pengetahuan yang disampaikan oleh Dewi Saraswati. Beliau adalah sumber dari segala ilmu, yang menyuburkan pikiran dan jiwa mereka yang mencarinya.
“Jñāna Pravāha Sarasvatī” juga melambangkan pengetahuan yang berkelanjutan dan relevan, yang beradaptasi dengan perubahan zaman namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai universal dan abadi.

Ini adalah pengetahuan yang mendorong keberlanjutan, menginspirasi inovasi, dan menjaga keseimbangan antara kemajuan dan keharmonisan dengan alam.

Dengan demikian, “Jñāna Pravāha Sarasvatī” menjadi simbol dari pengetahuan yang tak lekang oleh waktu, yang terus mengalir dan memberi kehidupan, membawa cahaya kebijaksanaan dan kecemerlangan ke seluruh alam semesta.

Miss Grand Vietnam 2024 Tuai Protes Massal Dari Fans

 

Hasil final Miss Grand Vietnam 2024 yang menenangkan Vo Le Que Anh menuai protes massal dari fans Vietnam yang tidak puas dengan hasilnya. Mereka menilai 1st RU Phan Le Hanh Nguyen lebih unggul dari segala aspek dan lebih layak juara.

Akibatnya timbul tuduhan penjurian kontes tidak jurdil dan kompetisi ini cooking show belaka.

Dengan kontroversi seperti ini, kira-kira apakah akan mempengaruhi placement Vietnam di Miss Grand International 2024 nanti ya?

Miss Grand India Serukan Keadilan Bagi Dokter Moumita Debnath

 

Miss Grand India 2024 @_rachelgupta turun kejalan untuk menyuarakan pelecehan dan kekerasan yang dialami dokter Moumita Debnath.

Kasus ini sedang viral karena belum lama ini seorang dokter India ditemukan meninggal dalam kondisi meninggal akibat pemerkosaan dan pembunuhan di aula seminar rumah sakit pendidikan tempat dia bekerja selama 36 jam.

Hal ini juga mengakibatkan ribuan tenaga kesehatan di India mogok kerja nasional untuk menuntut keadilan atas kasus yang terjadi.

“Dream” Bukan Buku Biasa

0

 

“Semua orang itu bebas bermimpi dan gratis, bahwa mimpi-mimpi itu bisa menjadi kenyataan”

10 tahun berlalu tepatnya 2014, dan 2024, Yuni Jie kembali merilis buku terbarunya “Dream” bersampul tentang dirinya dengan dominan warna orange, yang menjadi warna favoritnya.

Buku ini sudah dibuat sejak bulan februari 2024, selama tujuh bulan Yuni sudah menyusun berbagai foto yang menjadi projectnya, dan untuk penulisan ia hanya membutuhkan 10 hari dan 10 malam.

Ini merupakan buku keenam yang ditulis oleh interior desainer ternama Indonesia, Yuni Jie. Yuni, kelahiran Jakarta, tahun 1977 ini kembali meluncurkan buku setelah sepuluh tahun absen menulis buku interior. Selain pernah dinobatkan menjadi Woman of The Year 2016 oleh majalah Herworld, Yuni juga terpilih menjadi finalis Female Designer Award 2023.

“Dream” menceritakan design interior yang ia buat, selain itu ia juga mendirikan One Fine Sky, sebuah proyek sosial dimana Yuni menjadi inisiator dan co-founder yang didirikan pada tahun 2017. One Fine Sky merupakan mimpi Yuni Jie sebagai anak bangsa yang ingin memberikan kontribusi yang berarti kepada negara. Untuk setiap hasil penjualan benda One Fine Sky, dikonversikan menjadi satu set seragam sekolah baru yang akan didonasikan kepada anak-anak sekolah kurang mampu di berbagai pelosok di Indonesia. Hingga tahun 2024, sudah kurang lebih 25,000 seragam sekolah telah disumbangkan kepada pelajar yang membutuhkan.

Buku setebal 512 halaman ini melansir karya desain dan mimpi Yuni yang konsisten mengusung kuat paham modernisme dan berpegang teguh pada aspek fungsionalitas. Desain Yuni Jie memadukan dan kental akan unsur Timur dan Barat, lama dan baru, tradisional dan kontemporer yang dirayakan secara harmonis. Semua dikemas dalam keseimbangan yang baik dan apik. Di samping selalu tampil hangat dan urban, ciri khas karya desainnya yang
lain, tidak mudah lekang oleh waktu (timeless), dan mengalir dengan sendirinya (effortless). Gaya desain Yuni dikenal sebagai rancangan yang menganut paham ‘The Art of Casual Elegance’, sebuah citra seni untuk menciptakan estetika yang kasual namun tetap menjaga aspek keanggunan yang terkandung di dalamnya.

Semua ini diciptakan tanpa harus terlihat berlebihan. Dream merupakan sebuah selebrasi dan kompilasi evolusi perjalanan desain Yuni Jie dalam satu dekade terakhir yang diwarnai dengan beragam pencapaian yang sangat mengukir prestasi. Pada kata pengantar yang bertajuk ‘A Decade of Timelessness’, Yuni bercerita tentang sepuluh tahun yang penuh eksplorasi, proses dan inspirasi.

"Dream"-Bukan-Buku-Biasa-Yuni-Jie

Selanjutnya buku ini dibuka dengan perjalanan visual melalui pendalaman arti setiap area dalam sebuah rumah. Area
ini dipisahkan menjadi chapter-chapter yang dibagi menurut jenis ruangan, mulai dari entrance, living room, dining
room, kitchen + pantry, master suites + walk-in closet, bedroom, bathroom + powder room, hallway + stairs, study + library, entertainment + playroom hingga patio + rooftop. Dipaparkan dengan prosesi dan pemahaman ruang per-ruang, makna sebuah hunian pun, terlebih setelah pandemi, diharapkan dapat lebih terasa esensinya. Rumah dengan segala ritualnya pada akhirnya merupakan bentuk apresiasi dan refleksi diri penghuninya.

Salah satu mimpi yang tidak ia sangka adalah menjadi design untuk brand LV Louis Vuitton dan langsung diaprove dari Paris, dengan penunjukan sebagai Muse Interior Desainer untuk Flagship Store yang terletak di Plaza Indonesia pada tahun 2024.

Ketika ditanya apa arti Sukses, Yunie menjawabnya dengan bijak “Sukses itu ketika kita bisa menginspirasi orang lain” ucap dihadapan awak media.

Jadi pantaslah jika “Dream” bisa disematkan adalah bukan buku biasa, didalamnya banyak mimpi dan harapan bagi siapapun yang membacanya.

“Summer Home” Seperti Lagu Yang Mengajakmu Ingin Pulang ke Rumah

0

Di tengah cuaca terik dan panasnya Jakarta yang melangit, turunlah sejenak dan lepaskan lelah mu, dengan melihat event yang dapat menenangkan hati dan pikiran.

The Colours of Indonesia berkerjasama dengan Senayan City, menyelenggarakan pameran event dua tahunan selama dua minggu, ‘Summer Home”, 1-14 September 2024.

Di sini, kamu bisa melihat keindahan desain interior terkini dari 12 designer yang mempunyai signature berbeda, namun dapat menyatukan semuanya dalam satu rumah yang dapat berbisik dari pintu ke pintu lainnya.

Jangan lupa saat masuk kedalamnya, dengarkanlah lagu dari Michael Buble yang berjudul “Home”. Karena lantunan lagu tersebut akan membawamu terbang, pulang ke rumah impianmu.

Saat pintu pertama terbuka, semerbak wewangian herbal menyabut kepulanganmu. Ditambah pintu, jendela kaca yang tinggi dan lebar membuat angin kehidupan menghampirimu.

"Summer Home"-Seperti-Lagu-Yang-Mengajakmu-Ingin-Pulang-ke-Rumah

Sebagai kolektor batik, Agam Riadi membuka ruangan pertama “Aviary, foyer & living room”. Dia mengaplikasikan secara mumpuni motif-motif batik pesisir Jawa ke dalam karya cipta ruangnya. Stoples kaca berisi bermacam varian Teh jawa juga diletakan disudut meja.

"Summer Home"-Seperti-Lagu-Yang-Mengajakmu-Ingin-Pulang-ke-Rumah

Hatiku mulai berbisik, mengajak melihat ke sudut ruangan berikutnya. Di dalam ruangan yang temaram oleh cahaya lilin, terdengar suara pelan menenangkan menyambut tamu untuk merebahkan diri diatas dipan, “Antrum” Spa, karya designer Vivianne Faye yang dikenal dengan gaya glamor dalam karyanya. “Inspirasi Spa yang saya pamerkan datang dari warna bebatuan yang saya temui di gua saat liburan di Sardinia, Italia. Warna bebatuan antara abu-abu, krem, dan persik itu saya hadirkan dalam gaya yang sophisticated dengan desain salt cave dalam rekaan saya khusus untuk pameran,” kata Viviane Faye.

Selanjutnya aku ingin bertemu dengan seseorang di dalam bar “Tide & Tiki” , di sana, di dalam ruangan itu, dia bisa bebas menceritakan semuanya, apa pun, yang mau diceritakan.

"Summer Home"-Seperti-Lagu-Yang-Mengajakmu-Ingin-Pulang-ke-Rumah

Sejak pandemi itu sebagian besar dari klien mereka ingin lebih memiliki rumah dengan banyak area terbuka. Ruang yang lega agar bebas bercengkerama bersama keluarga, space yang cukup luas untuk menjalankan hobi bersama.

Bahkan, “Setiap sudut ruang benar-benar harus dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pribadi,” begitu pengamatan Anita Boentarman. Wanita cantik yang memakai dress putih, yang duduk disudut bar yang dihiasi kerajinan tangan dari benang wol dengan tema kehidupan di laut.

"Summer Home"-Seperti-Lagu-Yang-Mengajakmu-Ingin-Pulang-ke-Rumah

Di Ruangan berikutnya, “The Roti” casual dining room karya Roland Adam yang terinspirasi saat ke Kyoto, Jepang. Membuat dirinya dapat mengimplementasikan elemen-elemen khas negeri sakura itu dan mengawinkannya dengan gaya modern ke dalam ruang cipta yang dia buat.

"Summer Home"-Seperti-Lagu-Yang-Mengajakmu-Ingin-Pulang-ke-Rumah

Kemudian aku berjalan ke ruangan mewah yang ada di sebelahnya, “Mid Summer Night Dream” formal dining room karya Shirley Gouw. Ia pun berpendapat bahwa saat pameran adalah waktu yang paling tepat untuk mencurahkan kreativitas tanpa terikat pada kebutuhan klien. “Bagi saya lebih mudah untuk mencari ide yang out-of-the-box sekaligus tetap menjadi diri sendiri”, sambungnya.

"Summer Home"-Seperti-Lagu-Yang-Mengajakmu-Ingin-Pulang-ke-Rumah

Dari Mid Summer Night Dream, aku masuk ke “Sunset at Batu Jimbar” bathroom karya designer Sammy Hendramianto S. Sebuah kamar mandi yang ber atmosfer Bali. Yang menjadi ciri khas karya dari semua karya Sammy Hendramianto yang selalu memasukkan unsur Indonesia di dalam setiap karyanya.

Kemudian naik keatas ada “Vitality Oculus” outdoor entertainment karya Reza Wahyudi, menghadirkan suasana tempat gym dengan gaya hidup sehatnya.

"Summer Home"-Seperti-Lagu-Yang-Mengajakmu-Ingin-Pulang-ke-Rumah

Boleh jadi ini bentuk pembebasan dari perasaan terkungkung selama menjalankan masa suram pandemi. “Gaya rumah yang memiliki ruang keluarga formal, atau ruang tamu formal saya anggap sebagai gaya lama peninggalan orang zaman dahulu karena kita lebih memilih untuk bertemu di restoran, atau mal. Kini, rumah lebih mengikuti fungsinya”, menurut Reza Wahyudi.

"Summer Home"-Seperti-Lagu-Yang-Mengajakmu-Ingin-Pulang-ke-Rumah

Di sebelah Vitalitx Oculus ada “Seijaku Suite” bedroom karya Joke Roos. Mempersembahkan kamar tidur yang mampu menginfus energi baru, setelah berlibur dan beraktifitas seharian.

"Summer Home"-Seperti-Lagu-Yang-Mengajakmu-Ingin-Pulang-ke-Rumah

Berbeda dengan rekan-rekannya, Prasetya Budi, menghadirkan “La Lucciola” outdoor lounge memasukkan unsur warna yang diadopsi dan diadaptasi dari sajian makanan yang dinikmati dan memesona matanya sepanjang liburan.

"Summer Home"-Seperti-Lagu-Yang-Mengajakmu-Ingin-Pulang-ke-Rumah

Selanjutnya Ary Juwono yang kini ingin tampil lebih playfull di dalam karyanya, akan memamerkan “Atelier Blanco” casual living & rooftop yang terinspirasi dari cara Antonio Blanco mempresentasikan lukisan-lukisan di museum miliknya di Ubud, Bali. “Saya aplikasikan karya lukis saya dalam bentuk cetak di atas ubin pada ruang keluarga di The Colours Of Indonesia,” Kata Ary Juwono.

"Summer Home"-Seperti-Lagu-Yang-Mengajakmu-Ingin-Pulang-ke-Rumah

Selanjutnya ada pantry yang dominan dengan warna oranye cerah. Mengusung tema “The Satsuma” buah karya Yuni Jie saat berlibur ke Tokyo, Jepang.

"Summer Home"-Seperti-Lagu-Yang-Mengajakmu-Ingin-Pulang-ke-Rumah

”Ini adalah bentuk kepedulian TCOI yang akan selalu memasukkan unsur edukasi untuk menambah dan membuka wawasan bagi generasi yang lebih muda” Eko Priharseno berujar, yang menghadirkan “Blue Note” hobby room.

Summer Home berarti membangun rumah dengan atmosfer yang beraroma santai, jauh dari kesan formal, yang dapat memberi kenyamanan dan ketenteraman saat diterapkan ke dalam ruang-ruang ciptaan tiap desainer.

Kesan hangat dapat dihadirkan dengan pemilihan dan penggunaan material yang berkesan kasual seperti katun atau linen untuk upholstery. Warna-warna yang dipilih juga yang memberikan efek natural dan memancarkan kehangatan semacam terakota, krem, hijau, dan warna alami lainnya.

Ary Juwono, selaku Ketua Panitia sejak pertama TCOI diperkenalkan pada 2014 lalu menyampaikan, “Kami berharap masyarakat terinspirasi dengan konsep yang ditampilkan dalam The Colours Of Indonesia karena meskipun terdiri dari dua belas individu namun kami berhasil menciptakan karya yang tampil harmonis dalam sebuah pameran bersama tanpa kehilangan identitas personil masing-masing. TCOI telah memberikan sumbangsih yang baik bagi perkembangan desain interior di negara ini”.

Sementara itu Halina selaku Leasing & Marketing Communication Director
Senayan City menyampaikan “Senayan City yang tengah merayakan Anniversary ke-18 , turut mempersembahkan kolaborasi bersama ID12 yang menghadirkan The Colours of Indonesia: Summer Home. Selebrasi ini mengusung harapan akan menambah energi dan kreativitas yang sarat akan kebaruan demi memanjakan selera pengunjung setia Senayan City. Hadirnya pameran ini dipastikan akan membawa angin segar tentang hal terkini di dunia desain interior yang dapat meluaskan inspirasi pengunjung” ungkapnya.

“Jangan lupa bahwa setelah 10 tahun bersama, The Colours of Indonesia kini telah menjadi regional event yang mendapat tanggapan positif dari klien yang datang dari berbagai penjuru dunia; Jepang, Hong Kong, Italia, Singapura, Prancis, hingga Portugal” komentar sambung menyambung dari ID12 sebelum menutup diskusi itu.

Tidak terasa lagu “Home” yang kuputar telah berbisik dengan lirik terakhirnya membawaku ingin pulang.

Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It’ll all be all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home