Home Blog Page 150

Wedding Agreement, Ketika Cinta Harus Memilih?

0

Lagi! Starvision Plus mencuri start merebut hati penonton menyambut hari raya idul adha, jika biasanya insan perfilman nasional sibuk mengagendakan film mereka dirilis dihari raya idul fitri.

Maka ditahun ini, hari raya idul adha, melalui produsernya Chand Parwez Servia membidik “pasar baru”.

“Saya berasal dari Pakistan, disana hari raya paling meriah adalah Idul Adha, terbalik di Indonesia justru Idul Fitri, menurut mereka (masyarakat Pakistan) hari raya idul adha adalah hari istimewa dimana kita bisa mengiklaskan dan berbesar hati”

Sukses dengan dua film sebelumya yang berjaya ditangga box office film nasional dengan perolehan diatas 1 juta penonton, Ghost Writer dan Dua Garis Biru. Difilm terbaru “Wedding Agreement” Starvision mulai berbenah menghadirkan sutradara baru, uniknya ketiga film tersebut sama-sama memakai sutradara yang baru didunia perfilman tanah air yaitu Ghost Writer, Dua Garis Biru dan Wedding Agreement.

Archie Hekagery bertindak sebagai sutradara dan sekaligus penulis skenario, dimana Archie sendiri terbiasa dengan membuat karyanya dijalur sinetron FTV. Namun bagi penonton yang tak biasa menonton film ini, harap dimaklumi karena ini adalah film pertamanya Archie. Dalam film ini ia berduet dengan sang penulis buku Mia Chuz yang mengaku ingin menjaga keutuhan buku yang sangat laris dipasaran.

“Waktu buku ini mau diangkat menjadi film, saya sempat mengajukan diri untuk terlibat didalam penulisan skenarionya, karena “biasanya” jika sebuah film dari buku, maka banyak sekali perubahannya, tapi disini walaupun ada perubahan, tetap semuanya utuh seperti didalam buku” ucap Mia

Wedding Agreement mengisahkan pasangan muda, Btari Hapsari (Indah Permatasari) tidak menyangka pernikahannya jadi mimpi buruk. Hari pertama tiba di rumah Byantara Wicaksana (Refal Hady), suaminya, Tari langsung dihadapkan pada perjanjian pernikahan yang isinya mengatakan bahwa mereka akan bercerai dalam waktu satu tahun. Bian berencana menikahi Sarah (Aghniny Haque), kekasihnya.

Bian melakukan pernikahan hanya demi bakti kepada orangtua. Tari tidak menyerah, ia mencoba mengambil hati Bian. Namun sekuat apa pun Tari mencoba, selalu ada Sarah di antara mereka. Kemanakah cinta Bian akan berlabuh? apakah Tari atau Sarah.

Wedding-Agreement-1

Dalam press conference yang berlangsung di XXI Epicentrum hari selasa (30/7/2019) turut hadir cast dan crew seperti Indah Permatasari, Refal Hady, Aghniny Haque, Ria Ricis (tidak hadir) Jepp Smith, Mathias Muchus, Ria Irawan (tidak hadir) dan Tya Subiakto sebagai komposer. Difilm ini Tya mengaku tertantang membuat sound musik yang tidak bisanya ia buat yang agak “jreng” namun difilm ini atmospir turun naik film ia jaga dengan kuat, hingga menimbulkan emosi penonton akan terbawa suasana haru biru.

Sementara itu ketiga pemeran utama Indah Permatasari, Rafel Hady dan Aghniny Haque, mengakui setiap selesai take adegan mereka selalu evaluasi setiap scene yang dimainkan.

“Kadang aku dengan Rafel selesai take adegan, selalu melakukan reading (diskusi) tetang scene yang kami berdua mainkan, bagaimana mendapatkan chemistry dengan baik” jawab Indah

Mengusung cerita yang ringan tapi tak biasa dimana banyak pesan moral didalamnya, Wedding Agreement akan mulai start tayang 8 Agustus 2019 diseluruh bioskop tanah air, dalam rangka menyambut hari raya idul adha.

Penulis : Irwans

“Dua Garis Biru” Perjuangan Seorang Ibu Membesarkan Anak Yang Kebablasan

0

Maraknya seks bebas yang terjadi dikalangan remaja, dengan berujungnya kehamilan diluar nikah dan seringnya pemberitaan dimedia masa mengenai praktek aborsi yang banyak terjadi, ditenggarai salah satu akibat dari kebabalasan pergaulan anak muda.

Ditangan sutradara wanita Gina S Noer dan juga penulis, kini hadir film remaja yang sarat dengan pesan moral mengenai bahaya dan dampak kehamilan diluar nikah “Dua Garis Biru”. Bagi Gina ia butuh 9 tahun untuk merampungkan script dan membuat sebuah karya yang dapat membuka mata dunia tentang kenakalan dunia remaja.

“Saya sudah bikin sampai 2 draf script, setiap ketemu pak Parwez (Produser Kharisma Starvision) dimanapun saya selalu ditagih, Gina apakabar, setelah itu bagaimana apakah Garis Dua Biru sudah jadi, sampai pada titik dimana saya melahirkan anak yang mengalami bibir sumbing, pergolakan batin sebagai orang tua dalam membimbing anak harus saya utamakan, dan akhirnya saya mulai berani merampungkan naskah yang saya buat dalam waktu dua bulan” ucap Gina.

Bagi Gina yang juga isteri dari sutradara dan penulis Salman Aristo, film “Dua Garis Biru” dahulu nama karakter utamanya bukan Bima dan Dara, tetapi karena ia adalah pencinta raja dangdut Rhoma Irama dalam lagu “Darah Muda” akhirnya tercetuslah karakter wanita bernama Dara yang diperankan Zara JKT48 dan Bima diperankan Angga Yunanda.

Sedangkan sosok Rika (kalau dikehidupan nyata adalah isteri Rhoma Irama) diperankan oleh Lulu Tobing, aktris senior dan juga juara Gadis Sampul 1992, akhirnya setelah menunggu 9 tahun Lulu baru comeback lagi kedunia seni peran yang pernah membesarkan namanya.

“Saya sudah lama dibujuk-bujuk main film, saya ga ngumpet tapi butuh waktu, sahabat saya Happy Salma sampai bilang ‘Teh ayuk main lagi’ tapi mungkin udah waktunya, saya sekarang baru tampil lagi” jawab wanita yang makin terlihat semakin awet muda.

Dalam film Dua Garis Biru, peran Lulu Tobing sebagai orang tua termasuk sangat mencuri perhatian, bukan hanya karena baru comeback saja, tapi aktingnya benar-benar total bahkan dalam satu adegan didalam ruangan sekolah, Lulu berantem hebat dengan orang tua Bima diperankan Cut Mini, bahkan adegan yang mereka tampilkan tampak real, seperti kejadian dikehidupan nyata dimana kedua orang tua sibuk dengan pembelaannya masing-masing.

“Adegan tersebut diambil dalam satu kali one shoot tanpa pengulangan” ucap Gina dengan sungguh-sungguh.

Sedangkan bagi Cut Mini adegan natural tersebut bisa dilakukan karena berkat proses reading yang sangat membantunya hingga bisa berakting dengan ‘hati’.

“Mungkin orang bosan, setiap prescon saya selalu bilang proses reading itu penting, karena saat kita lakukan dengan sungguh-sungguh pas proses shooting dimulai, kita ga banyak melakukan retake adegan, itulah gunanya reading, orang selalu bilang saya hebat dalam berakting, bukan itu tapi saya berakting dengan hati” ucap Cut Mini yang kini tampil lebih islami dengan berhijab.

Sementara itu kedua pemeran utama Angga dan Zara dengan kompaknya mengakui kehebatan akting ‘mama-mama’ mereka didalam film tersebut.

“Saya akui tante (Cut Mini & Lulu Tobing) sangat membantu akting kami berdua” ucap Zara sambil diamini Angga.

Film Dua Garis Biru mengisahkan Dara (Zara JKT48) dan Bima (Angga Yunanda) yang bersahabat dibangku SMU, hingga menjalin kasih tanpa sengaja mereka berdua melanggar batas hingga kebabalasan menyebabkan Dara hamil.

Mereka pikir mereka siap jadi dewasa untuk menghadapi segala konsekuensinya. Keluguan mereka langsung diuji saat keluarga yang amat mencintai tahu apa yang sedang terjadi kepada anak-anaknya. Perdebatan makin meruncing ketika perut Dara semakin hari semakin membesar.

Kamis (27/6/2019) press screening dan gala premiere dilakukan di XXI Epicentrum turut dihadir cast & crew, mulai dari Angga Yunanda, Zara JKT48, Cut Mini, Lulu Tobing, Dwi Sasono, Rachel Amanda, Irgi Ahmad Fahrezi dan Rahma Alia (Top 5 Puteri Indonesia 2005).

Film Dua Garis Biru yang banyak menampilkan pesan moral dan dinamika pergaulan bebas anak remaja, akan tayang serentak 11 Juli 2019 diseluruh bioskop tanah air.

Penulis : Irwans

Ayu Maulida Winner Face Of Asia 2019

0

Asia Model Festival Awards adalah ajang tahunan bagi insan model dan dunia peran yang diadakan di Korea setiap tahunnya, dimulai sejak tahun 2007-2019, tahun ini memasuki tahun ke-14 penyelenggarannya.

Ajang ini awalnya dikhususkan dikalangan Korea saja, karena negara tersebut banyak melahirkan penyanyi K-pop, Model, Aktor dan Aktris. Seiring waktu memasuki tahun 2010 format berubah dengan melibatkan seluruh kawasan Asia, dengan alasan karena model, aktor dan aktris mempunyai potensi bisa melebarkan sayapnya tidak hanya didalam negeri, tapi bisa go international.

Tahun 2019 Indonesia mengirim 5 perwakilannya yang terdiri dari 2 pria dan 3 wanita dari Face of Indonesia, diselenggarakan oleh Jakarta Fashion Week. Mereka adalah Joel Leo Pollock, Zian Alfin Mubarak, Ayu Maulida, Alfirda Alifia dan Chealsea Mckenzie.

ayuma-winner-face-of-asia-2019 (1)

Karantina dimulai 22 Mei 2019 sampai dengan 7 Juni 2019. Selama dua minggu berada di Korea Selatan, karantina diisi dengan kegiatan modeling, kunjungan ketempat sponsor dan pada malam final 5 wakil Indonesia tampil mengenakan busana tradisional tanah air, karya Ai Syarif designer yang juga bertindak sebagai mentor, turut hadir juga Wita Juwita winner Asia Model Festival Asia Model Award 2017 dan Laura Muljadi model senior Indonesia yang ditunjuk sebagai juri Asia Model Festival 2019.

Hasilnya Indonesia berhasil meraih gelar Face of Asia 2019 kategori wanita yang diraih Ayu Maulida dan Chealsea Mckenzie Best Team grand prize bersama team K-Pop Dance Master Contest.

Penulis : Irwans