Home Blog Page 149

Lengkap Sudah Prestasi Indonesia di Miss Tourism International

Miss Tourism International adalah kontes kecantikan yang konsen mengenai pariwisata yang diselenggarakan sejak tahun 1994 dengan kantor pusat yang berlokasi di Kuala Lumpur, Malaysia. Pertama kali diadakan pada tahun 1994 di Kuching, Malaysia. Malaysia sendiri selalu menjadi tuan rumah dalam tiap penyelenggaraannya kecuali pada tahun 2006 untuk pertama kalinya diadakan di luar Malaysia, yaitu di Guangzhou, China. Kontes ini tidak diselenggarakan pada tahun 1996, 1997 dan 2007.

Indonesia berpartisipasi sejak tahun 2008. 2016 masuk Top 5, 2017 masuk Top 3 dan tahun 2018 Indonesia mencatatkan sejarah sebagai juara pertama Miss Tourism International melalui Astari Indah Vernideani.

Dan malam ini sudah berlangsung malam grand final Miss Tourism International 2019 dan Indonesia berhasil keluar sebagai juara kedua dengan gelar Miss Tourism Queen of The Year International 2019 yang diraih Gabriella Patricia Mandolang.

Berikut prestasi Indonesia selama 4 tahun dari tahun 2016-2019.

2018 : Winner (Miss Touriem International)
2019 : 1 St runner up (Miss Tourism Queen of The Year International)
2017 : 2nd runner up (Miss Tourism Cosmopolitan International)
2016 : 4th Runner up (Miss South East Asia Tourism Ambassadress)

Uniknya lagi keempat wakil Indonesia tersebut sama-sama mendapatkan 3 spesial Awards sekaligus.

miss-tourism-international-2018

1. Astari Indah Vernideani (Putri Pariwisata Indonesia 2017)
– Winner Miss Tourism International 2018
– Miss Aladdin Street Global Ambassador
– Miss Charming Carlorino
– Miss Glowing Glojas.

miss-tourism-international-2019

2. Gabriella Patricia Mandolang (Putri Pariwisata Indonesia 2018)
– Miss Tourism Queen of The Year International 2019
– Perak Tourism Ambassadress
– Miss Popularity
– Miss Agape Wellness Beauty

miss-tourism-international-2017

3. Lois Merry Tangel (Putri Pariwisata Indonesia 2016)
– Miss Tourism Cosmopolitan International 2017/2018
– Miss Charming Carlorino
– Miss Dearset Grace
– Miss Beverly Wilshire.

miss-tourism-international-2016

4. Dikna Faradiba Maharani (Putri Pariwisata Indonesia 2015)
– Miss South East Asia Tourism Ambassador 2016/2017
– Winner Best National
– Miss Glowing Glojas
– Most Prolific In Social Media.

Penulis : Irwans

Congratulation Gabriella Patricia Mandolang Winner Miss Tourism Queen Of The Year International 2019/2020

Indonesia kembali mencetak prestasinya memenangkan Miss Tourism Queen of the Year International 2019/2020. Ajang kontes kecantikan yang dibuat oleh Datuk Tan Sri Ooi yang sangat konsisten dibidang pariwisata sejak tahun 1994 diadakan di Malaysia, grand final diselenggarakan 8 November 2019 di Subway, Resort Hotel & Spa, Grand Ballroom, Petaling Jaya, Malaysia.

Karantina yang dimulai sejak 21 Oktober sampai 10 November diikuti 50 negara. Indonesia diwakili Gabriella Patricia Mandolang Putri Pariwisata Indonesia 2018 binaan Yayasan eljohn Indonesia yang di dirikan Johnnie Sugiarto tersebut, Mengikuti semua kegiatan karantina finalis dari seluruh dunia diajak melihat dari dekat dan berkunjung kesetiap destinasi yang ada di Malaysia.

Salah satunya adalah kunjungan kenegera bagian Perak, disana semua finalis diajak mempromosikan dan melakukan sesi fashion show dimana Indonesia keluar sebagai juara pertama dengan gelar Perak Tourism Ambassadress.

Hingga berlanjut pada malam grand final, setelah acara dibuka dengan parade kostum nasional dibagi perbenua. Semua finalis kembali memperagakan busana rancangan designer asal Malaysia.

Kemudian dibagikan spesial award yang dibagikan kepada beberapa negara yang mendapatkannya, termasuk wakil Indonesia yang mendapatkan tiga spesial award yaitu
Masing masing Miss Popularity , Miss Agape Wellness Beauty, dan Miss Popularity yang secara otomatis Gabriella Patricia Mandolang masuk kedalam jajaran top 10.

Bersama negara Cambodia, Estonia, India, Philippines, Poland, Uganda, Malaysia, Thailand, Ukraine dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Mengenakan busana malam rancangan designer muda berbakat Tommy Yudis, Gabriella Patricia Mandolang pada malam grand final tersebut tampil cantik dengan busana malam warna biru berpadu warna putih silver.

Yang masuk 5 besar malam itu adalah Philippines, Indonesia, Poland, Ukraine, Cambodia dan Thailand. Dan Indonesia berhasil meraih Miss Tourism Queen Of The Year International 2019/2020.

gabriella-patricia-mandolang-miss-tourism-queen-of-the-year-international-2019

Miss Tourism Queen of the Year International 2019/20 : Gabriella Patricia Mandolang dan sekaligus juga memenangkan 3 spesial award.
1) Miss AGAPE Wellness Beauty – won by Gabriella Patricia Mandolang (Indonesia)
2) Miss DSWISS Beauty – won by Chompoonut Phungphon (Thailand)
3) Miss Focus Point Dazzling – won by Kateryna Kachashvili (Ukraine)
4)Miss GINTELL Wellness – won by Cheryl Loo (Malaysia)
5) Miss Glamorous Carlo Rino – won by Cheryl Loo (Malaysia)
6) Miss Glorious Beautyful – won by Cheryl Loo (Malaysia)
7) Miss XMA Charm – won by Kana Matsumura (Japan)
8 ) Miss SOGO Trendsetter – won by Chompoonut Phungphon (Thailand)
9) Miss Legend Age Fascinating Lips – won by Rhythm Singh Randhawa (India)
10) Miss Popularity – won by Gabriella Patricia Mandolang (Indonesia)
11) Miss Friendship – won by Daniela Kalvilainen (Finland)
12) Miss Photogenic – won by Charli Kiarra Wookey (Australia)
13) Best in Talent – won by Dzhenifar Ohanes Koyunian (Bulgaria)
14) Best in National Costume – won by Cyrille Payumo (Philippines)
15) Best in Social Media – won by Rhythm Singh Randhawa (India)
16) Perak Tourism Ambassadress – won by Gabriella Patricia Mandolang (Indonesia)

Penulis : Irwans

Bali Fashion Trend Spring Summer 2020

0

Bali dikenal sebagai destinasi wisata yang eksotis, baik untuk wisatawan mancanegara maupun domestik. Selain keindahan alam yang menjadi sorotan dunia, Bali memiliki begitu banyak potensi bisnis, baik di bidang pariwisata maupun bidang lainnya, termasuk fashion dan produk kerajinan tangan yang memiliki craftsmanship tinggi. Dengan target menjadikan Indonesia sebagai pusat mode dunia, Bali merupakan daerah yang potensial dioptimalkan sebagai etalase untuk memasarkan karya desainer Indonesia ke tingkat global.

Dengan kebanggaan mengangkat keanekaragaman inspirasi dan potensi sektor fashion di Bali, Indonesian Fashion Chamber (IFC) Denpasar Chapter kembali menyelenggarakan Bali Fashion Trend Spring Summer 2020 pada tanggal 7-9 November 2019 di INAYA Putri Bali, Nusa Dua. Beragam kategori busana mulai dari urban, ethnic contemporer, resort, modest, cocktail, dan evening wear dengan sentuhan budaya Indonesia karya lebih dari 35 desainer Indonesia akan ditampilkan dalam perhelatan ini, yaitu Ali Charisma, Sav Lavin, Eny Ming, Yon Yulizar, Dewi Fashion by Dewi Suarjani, Saffana, Adhikari Kebaya, Angga Sari, Angeliqa Wu, Asti Kaleta, Momo Batik by Ronny, Weda Githa, Syukriah Rusydi, Yenli Wijaya, Alphiana Chandrajani, Hannie Hananto, Ayu Dewi, Nuniek Mawardi, Phillip, Mahdeeya, Lia Hastuti Davies, Arief, Parapohon by Rossy Rahmadi, Tufiana, Dimas Dwitanto, Neli Gunawan, Kumala, Velika Hartono, Tricia Nataliza, Emy Thee, Asia Flow by Anindra Novitasari, Dekranasda Mojokerto represented by Irma Lumiga, Yuliana Wu, Dwico by Dwi Iskandar, Gingersnap Bali, dan Oka Diputra.

Pada penyelenggaraan Bali Fashion Trend yang ke-empat kalinya ini memberikan kesempatan bagi generasi penerus dalam industri fashion, yakni siswa sekolah mode untuk menampilkan karyanya, antara lain Istituto di Moda Burgo Indonesia, Italian Fashion School, dan FDP Universitas Ciputra. Tahun ini Bali Fashion Trend bersinergi dengan desainer internasional dari Jepang, Korea, Filipina, Australia, dan lainnya. Bali Fashion Trend 2020 bekerjasama dengan APLF yang merupakan penyelenggara trade exhibition dan virtual trade fair bergengsi skala internasional yang berbasis di Hong Kong untuk menghadirkan koleksi dari Wannasu, label tas dari Thailand; Kitsilver, label aksesori dan clutch dari Filipina; Leaves, label tas dari Jepang; Artphere, label tas dari Jepang; Zambezi Grace, label tas eksotis dari Afrika Selatan; label sepatu dari Meksiko; dan Gdesignaire, label tas dan aksesori. Selain itu, Bali Fashion Trend 2020 berkolaborasi dengan Perth Fashion Festival untuk menghadirkan karya label ternama dari Australia, yaitu En pointe dan 33 poets.

bali-fashion-trend-2019 (2)

“Sebagai destinasi wisata yang telah dikenal secara internasional, Bali merupakan pintu paling dekat dengan dunia internasional, selain kota lain di Indonesia, sehingga lebih potensial untuk mengangkat potensi industri fashion dalam negeri. Kami berharap Bali memiliki event fashion yang sejajar dengan turisme yang telah mencapai skala internasional. Apalagi Bali memiliki kekayaan lokal dengan ciri khas tersendiri yang dapat memberikan warna yang berbeda dalam sektor fashion Indonesia,” papar Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC).

Dengan kecintaan terhadap kekayaan alam dan kepedulian terhadap pelestarian alam, Bali Fashion Trend 2020 mengangkat pesan tentang pentingnya sustainable fashion yang tengah menjadi perhatian dunia, melalui konsep “We Love Earth”. Sejalan dengan konsep tersebut, Bali Fashion Trend 2020 bersinergi dengan Asia Pacific Rayon (APR), produsen viscose rayon terintegrasi dan terbesar di Asia Tenggara dengan keunggulan produk serat viscose yang mudah terurai dan lebih ramah lingkungan. APR akan mempersembahkan gelaran karya dari desainer Sav Lavin dan Eny Ming.

Direktur Asia Pacific Rayon (APR), Basrie Kamba mengatakan bahwa sektor fashion merupakan salah satu potensi bisnis Indonesia untuk bisa bersaing di domestik dan kancah dunia. Dengan begitu, target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar pada 2030 semakin dekat. Bali Fashion Trend, menggabungkan pengembangan industri kreatif, fashion, dan sekaligus pariwisata di Indonesia. “Sehingga semangat ‘Everything Indonesia’ tidak hanya kita bawa untuk kejayaan industri fashion dalam negeri, namun penggunaan bahan baku lokal yang sustainable juga bisa menjadi stimulus untuk pengembangan industri fashion Indonesia sebagai industri masa depan,” tutupnya.

Perhelatan fashion trend show ini disponsori oleh INAYA Putri Bali. I Made Merta, General Manager INAYA Putri Bali menyatakan, “INAYA Putri Bali sangat senang dapat ikut serta mendukung perkembangan mode khususnya di Bali lewat pagelaran Bali Fashion Trend 2020. Kami percaya, mode merupakan salah satu sarana untuk mengekspresikan nilai-nilai dan budaya dalam balutan artistik yang dapat dinikmati semua kalangan. Hal ini selaras dengan misi INAYA Putri Bali untuk terus melestarikan budaya Indonesia, khususnya Bali, dimana dapat terlihat dalam arsitektur hotel ini sendiri, maupun unsur-unsur lainnya.” I Made Merta menjelaskan lebih lanjut bahwa arsitektur hotel bintang lima ini terinspirasi dari kebudayaan Bali, terutama Tujuh Dewi Bali. Dari kamar, hingga lobi yang berbentuk seperti lumbung padi tradisional Bali, INAYA Putri Bali memadukan kesenian lokal dan budaya untuk menonjolkan pesona adat Bali di seluruh elemennya.

bali-fashion-trend-2019 (1)

VIVA Cosmetics, pelopor kosmetik tropis di Indonesia yang telah berusia 57 tahun, turut mendukung penyelenggaraan Bali Fashion Trend 2020 sebagai Official Make up & Hair do. Yusuf Wiharto, Direktur Distribusi Viva Cosmetics Indonesia Timur memaparkan, “Viva Cosmetics ingin mendukung para fashion designer Indonesia untuk dapat lebih mengembangkan karya-karyanya di Indonesia. Kami juga berkomitmen untuk ikut serta melestarikan budaya Indonesia pada umumnya dan budaya Bali pada khususnya. Viva Cosmetics terus berinovasi untuk mengikuti perkembangan trend dan memenuhi kebutuhan terkini, misalnya produk yang paling baru diluncurkan adalah Viva Perfect Cover Concealer berbentuk stick yang bekerja cepat dan efektif menyamarkan noda-noda di wajah dan mampu membentuk kontur wajah 3D dengan mudah. Konsep make up bertema ‘Flawless Earth Make up’ akan ditampilkan dalam Bali Fashion Trend 2020.”

Penyelenggaraaan Bali Fashion Trend 2020 didukung pula oleh EPSON yang memberikan warna bagi industri fashion di tanah air melalui kehadiran teknologi digital printing untuk tekstil yang ditujukan untuk mendukung kreativitas para desainer dalam mewujudkan karyanya. Keragaman karya desainer Indonesia yang ditampilkan melalui Bali Fashion Trend 2020 ini menunjukkan inspirasi dan kreativitas yang potensial mendapatkan perhatian dunia.

Penulis : Irwans

Mawar Salem Menangis di Gala Premiere Film Ajari Aku Islam

Perkembangan dunia perfilman Indonesia kian hari semakin berkembang dengan ragam genre yang disuguhkan. Para sineas tanah air mulai berbenah menghadirkan bintang-bintang baru dan cerita yang diminati penonton.

Selasa 15 Oktober 2019, bertempat di XXI Plaza Indonesia. Film terbaru dari rumah produksi RA Picture hadir dalam gala premiere “Ajari Aku Islam” dibintangi Roger Danuarta, Cut Meyriska, Shinta Naomi, Miqdad Addausi dan Jeniffer Darren (Putri Pariwisata Sporty Indonesia 2015)

Ajari Aku Islam diangkat dari kisah nyata Jaymes Rianto menceritakan sosok Kenny (Roger Danuarta), pemuda Tionghoa Medan, dan Fidya (Cut Meyriska), gadis muslim Batak Melayu, saling menyukai. Perbedaan budaya dan agama membuat kedua keluarga mereka tak merestui. Orangtua Kenny mengharap Kenny menikah dengan Chelsea Tan (Shinta Naomi). Sementara cinta lama Fidya, Fahri (Miqdad Addausi), kembali dari kuliahnya di Turki.

Usai gala premiere, Jennifer Darren menuturkan bahwa ini adalah film pertamanya yang ia bintangi.

mawar-salem-putri-pariwisata-indonesia-2019

 

“Bersyukur banget bisa terlibat dengan lawan main yang sudah senior dan sangat membantu, proses shooting yang saya lakukan memakan waktu 17 hari dan lokasinya di Sumatera Utara”

Sedangkan Mawar Salem sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2019, mengakui ia sangat tersentuh dengan jalan cerita dalam film “Ajari Aku Islam”

“Aku sendiri Nasrani, tapi didalam film ini tidak hanya menyuguhkan cerita mengenai keislaman saja, tapi ceritanya sangat universal, aku yang biasanya suka film horor pas nonton film ini nangis juga” ucapnya sambil menyeka air mata dengan tissu yang diberikan Nanad Izzatul Ulfya Putri Kopi Indonesia 2018 yang juga hadir di gala premiere.

Ajari Aku Islam akan tayang serentak 17 Oktober 2019 dan akan tayang di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Penulis : Irwans

Burgo 8th Anniversary Infinito Unity In Diversity

0

Seorang lulusan Burgo Milan, Jenny Yohana Kansil, membuka Istituto di Moda Burgo (IMB) Indonesia pada tanggal 1 August 2011. Mimpi dan ambisinya adalah memberi solusi inovatif bagi sektor pendidikan fashion di Indonesia karena dia merasakan sendiri ketrampilan khas Italia selama pendidikannya di Milan, yang meliputi sistem produksi, teknik menjahit dan pembuatan pola yang sempurna yang meningkatkan kualitas desain dan produk fashion lokal.

Selama perjalanan 8 tahun terakhir, IMB Indonesia tumbuh menjadi wadah bagi nilai hidup berupa integritas, selalu memberi yang terbaik, hasrat, kreativitas, jiwa wirausaha, dan karya otentik bagi para Burgonian (nama bagi para
alumni Burgo). IMB Indonesia juga percaya bahwa hanya dengan menjadi orisinil maka setiap insan kreatif menjadi spesial dan memiliki daya saing: “tidak ada yang bisa menyamai jika menjadi diri sendiri!”.

burgo-sekolah-mode (2)

Ulang tahun ke – 8 dan angka 8 bersinonim dengan lambang infinity yang menggambarkan sesuatu yang tanpa batas atau tak terhingga. Dan begitulah cara kami menciptakan fashion di Burgo. Sebuah karya seni abadi. Keindahan yang kerap memikat manusia sejak dulu, sekarang, dan selamanya. Demikian pula visi kami untuk masa depan Burgo: INFINITO – yaitu membawa pengaruh kuat, unik, berbeda, menarik, indah dan memajukan industri fashion.

Hidup di Indonesia dengan keberagaman, kita selalu tumbuh bersama dalam semangat semboyan nasional: Bhineka Tunggal Ika. Kami percaya bahwa perbedaan dan keunikan yang kami hargai di Burgo akan tumbuh dan meningkat bersama untuk mencapai visi dan kampanye kami akan #IndonesiaFashionFreedom sebagai sebuah kekuatan yang mendunia. Oleh karena itu dalam perayaan hari ini, IMB Indonesia bekerjasama dengan beraneka bakat pilihan. Sekolah kami bukan hanya tentang fashion, melainkan juga tentang karya seni.

burgo-sekolah-mode (3)

Akan ada koleksi – koleksi luar biasa yang khusus diciptakan oleh para tenaga pengajar berpengalaman di Burgo: Melanie Setiawan, Amelia Lau, Amot Syamsuri Muda and Jesslyn Santosa. Juga oleh Burgonian Rising Stars, yaitu para murid pilihan Burgo yang mulai bersinar dalam dunia fashion di Indonesia lewat talenta mereka yang luar biasa: Raegitazoro, Oxceloxcel, Untaian Asa and Julianto.

Koleksi fashion tersebut dilengkapi dan dipadukan secara harmonis dengan seni lukis dari Monica Hapsari @monicahapsari dan seni tari dari Eyi Lesar @eyi_oei, Eriza Trihapsari @erizatrihapsari dan Amanda Siallagan @amandabsurdity oleh art director kami dari Burgo Milan yang berperan sebagai show director, BIAGIO BELSITO. Kami merasa sangat terhormat bahwa ia juga akan tampil di panggung perayaan kami lewat penampilannya secara langsung untuk memperlihatkan kemampuannya yang luar biasa dalam seni drapping.

Penulis : Irwans

Wedding Agreement, Ketika Cinta Harus Memilih?

0

Lagi! Starvision Plus mencuri start merebut hati penonton menyambut hari raya idul adha, jika biasanya insan perfilman nasional sibuk mengagendakan film mereka dirilis dihari raya idul fitri.

Maka ditahun ini, hari raya idul adha, melalui produsernya Chand Parwez Servia membidik “pasar baru”.

“Saya berasal dari Pakistan, disana hari raya paling meriah adalah Idul Adha, terbalik di Indonesia justru Idul Fitri, menurut mereka (masyarakat Pakistan) hari raya idul adha adalah hari istimewa dimana kita bisa mengiklaskan dan berbesar hati”

Sukses dengan dua film sebelumya yang berjaya ditangga box office film nasional dengan perolehan diatas 1 juta penonton, Ghost Writer dan Dua Garis Biru. Difilm terbaru “Wedding Agreement” Starvision mulai berbenah menghadirkan sutradara baru, uniknya ketiga film tersebut sama-sama memakai sutradara yang baru didunia perfilman tanah air yaitu Ghost Writer, Dua Garis Biru dan Wedding Agreement.

Archie Hekagery bertindak sebagai sutradara dan sekaligus penulis skenario, dimana Archie sendiri terbiasa dengan membuat karyanya dijalur sinetron FTV. Namun bagi penonton yang tak biasa menonton film ini, harap dimaklumi karena ini adalah film pertamanya Archie. Dalam film ini ia berduet dengan sang penulis buku Mia Chuz yang mengaku ingin menjaga keutuhan buku yang sangat laris dipasaran.

“Waktu buku ini mau diangkat menjadi film, saya sempat mengajukan diri untuk terlibat didalam penulisan skenarionya, karena “biasanya” jika sebuah film dari buku, maka banyak sekali perubahannya, tapi disini walaupun ada perubahan, tetap semuanya utuh seperti didalam buku” ucap Mia

Wedding Agreement mengisahkan pasangan muda, Btari Hapsari (Indah Permatasari) tidak menyangka pernikahannya jadi mimpi buruk. Hari pertama tiba di rumah Byantara Wicaksana (Refal Hady), suaminya, Tari langsung dihadapkan pada perjanjian pernikahan yang isinya mengatakan bahwa mereka akan bercerai dalam waktu satu tahun. Bian berencana menikahi Sarah (Aghniny Haque), kekasihnya.

Bian melakukan pernikahan hanya demi bakti kepada orangtua. Tari tidak menyerah, ia mencoba mengambil hati Bian. Namun sekuat apa pun Tari mencoba, selalu ada Sarah di antara mereka. Kemanakah cinta Bian akan berlabuh? apakah Tari atau Sarah.

Wedding-Agreement-1

Dalam press conference yang berlangsung di XXI Epicentrum hari selasa (30/7/2019) turut hadir cast dan crew seperti Indah Permatasari, Refal Hady, Aghniny Haque, Ria Ricis (tidak hadir) Jepp Smith, Mathias Muchus, Ria Irawan (tidak hadir) dan Tya Subiakto sebagai komposer. Difilm ini Tya mengaku tertantang membuat sound musik yang tidak bisanya ia buat yang agak “jreng” namun difilm ini atmospir turun naik film ia jaga dengan kuat, hingga menimbulkan emosi penonton akan terbawa suasana haru biru.

Sementara itu ketiga pemeran utama Indah Permatasari, Rafel Hady dan Aghniny Haque, mengakui setiap selesai take adegan mereka selalu evaluasi setiap scene yang dimainkan.

“Kadang aku dengan Rafel selesai take adegan, selalu melakukan reading (diskusi) tetang scene yang kami berdua mainkan, bagaimana mendapatkan chemistry dengan baik” jawab Indah

Mengusung cerita yang ringan tapi tak biasa dimana banyak pesan moral didalamnya, Wedding Agreement akan mulai start tayang 8 Agustus 2019 diseluruh bioskop tanah air, dalam rangka menyambut hari raya idul adha.

Penulis : Irwans

“Dua Garis Biru” Perjuangan Seorang Ibu Membesarkan Anak Yang Kebablasan

0

Maraknya seks bebas yang terjadi dikalangan remaja, dengan berujungnya kehamilan diluar nikah dan seringnya pemberitaan dimedia masa mengenai praktek aborsi yang banyak terjadi, ditenggarai salah satu akibat dari kebabalasan pergaulan anak muda.

Ditangan sutradara wanita Gina S Noer dan juga penulis, kini hadir film remaja yang sarat dengan pesan moral mengenai bahaya dan dampak kehamilan diluar nikah “Dua Garis Biru”. Bagi Gina ia butuh 9 tahun untuk merampungkan script dan membuat sebuah karya yang dapat membuka mata dunia tentang kenakalan dunia remaja.

“Saya sudah bikin sampai 2 draf script, setiap ketemu pak Parwez (Produser Kharisma Starvision) dimanapun saya selalu ditagih, Gina apakabar, setelah itu bagaimana apakah Garis Dua Biru sudah jadi, sampai pada titik dimana saya melahirkan anak yang mengalami bibir sumbing, pergolakan batin sebagai orang tua dalam membimbing anak harus saya utamakan, dan akhirnya saya mulai berani merampungkan naskah yang saya buat dalam waktu dua bulan” ucap Gina.

Bagi Gina yang juga isteri dari sutradara dan penulis Salman Aristo, film “Dua Garis Biru” dahulu nama karakter utamanya bukan Bima dan Dara, tetapi karena ia adalah pencinta raja dangdut Rhoma Irama dalam lagu “Darah Muda” akhirnya tercetuslah karakter wanita bernama Dara yang diperankan Zara JKT48 dan Bima diperankan Angga Yunanda.

Sedangkan sosok Rika (kalau dikehidupan nyata adalah isteri Rhoma Irama) diperankan oleh Lulu Tobing, aktris senior dan juga juara Gadis Sampul 1992, akhirnya setelah menunggu 9 tahun Lulu baru comeback lagi kedunia seni peran yang pernah membesarkan namanya.

“Saya sudah lama dibujuk-bujuk main film, saya ga ngumpet tapi butuh waktu, sahabat saya Happy Salma sampai bilang ‘Teh ayuk main lagi’ tapi mungkin udah waktunya, saya sekarang baru tampil lagi” jawab wanita yang makin terlihat semakin awet muda.

Dalam film Dua Garis Biru, peran Lulu Tobing sebagai orang tua termasuk sangat mencuri perhatian, bukan hanya karena baru comeback saja, tapi aktingnya benar-benar total bahkan dalam satu adegan didalam ruangan sekolah, Lulu berantem hebat dengan orang tua Bima diperankan Cut Mini, bahkan adegan yang mereka tampilkan tampak real, seperti kejadian dikehidupan nyata dimana kedua orang tua sibuk dengan pembelaannya masing-masing.

“Adegan tersebut diambil dalam satu kali one shoot tanpa pengulangan” ucap Gina dengan sungguh-sungguh.

Sedangkan bagi Cut Mini adegan natural tersebut bisa dilakukan karena berkat proses reading yang sangat membantunya hingga bisa berakting dengan ‘hati’.

“Mungkin orang bosan, setiap prescon saya selalu bilang proses reading itu penting, karena saat kita lakukan dengan sungguh-sungguh pas proses shooting dimulai, kita ga banyak melakukan retake adegan, itulah gunanya reading, orang selalu bilang saya hebat dalam berakting, bukan itu tapi saya berakting dengan hati” ucap Cut Mini yang kini tampil lebih islami dengan berhijab.

Sementara itu kedua pemeran utama Angga dan Zara dengan kompaknya mengakui kehebatan akting ‘mama-mama’ mereka didalam film tersebut.

“Saya akui tante (Cut Mini & Lulu Tobing) sangat membantu akting kami berdua” ucap Zara sambil diamini Angga.

Film Dua Garis Biru mengisahkan Dara (Zara JKT48) dan Bima (Angga Yunanda) yang bersahabat dibangku SMU, hingga menjalin kasih tanpa sengaja mereka berdua melanggar batas hingga kebabalasan menyebabkan Dara hamil.

Mereka pikir mereka siap jadi dewasa untuk menghadapi segala konsekuensinya. Keluguan mereka langsung diuji saat keluarga yang amat mencintai tahu apa yang sedang terjadi kepada anak-anaknya. Perdebatan makin meruncing ketika perut Dara semakin hari semakin membesar.

Kamis (27/6/2019) press screening dan gala premiere dilakukan di XXI Epicentrum turut dihadir cast & crew, mulai dari Angga Yunanda, Zara JKT48, Cut Mini, Lulu Tobing, Dwi Sasono, Rachel Amanda, Irgi Ahmad Fahrezi dan Rahma Alia (Top 5 Puteri Indonesia 2005).

Film Dua Garis Biru yang banyak menampilkan pesan moral dan dinamika pergaulan bebas anak remaja, akan tayang serentak 11 Juli 2019 diseluruh bioskop tanah air.

Penulis : Irwans

Ayu Maulida Winner Face Of Asia 2019

0

Asia Model Festival Awards adalah ajang tahunan bagi insan model dan dunia peran yang diadakan di Korea setiap tahunnya, dimulai sejak tahun 2007-2019, tahun ini memasuki tahun ke-14 penyelenggarannya.

Ajang ini awalnya dikhususkan dikalangan Korea saja, karena negara tersebut banyak melahirkan penyanyi K-pop, Model, Aktor dan Aktris. Seiring waktu memasuki tahun 2010 format berubah dengan melibatkan seluruh kawasan Asia, dengan alasan karena model, aktor dan aktris mempunyai potensi bisa melebarkan sayapnya tidak hanya didalam negeri, tapi bisa go international.

Tahun 2019 Indonesia mengirim 5 perwakilannya yang terdiri dari 2 pria dan 3 wanita dari Face of Indonesia, diselenggarakan oleh Jakarta Fashion Week. Mereka adalah Joel Leo Pollock, Zian Alfin Mubarak, Ayu Maulida, Alfirda Alifia dan Chealsea Mckenzie.

ayuma-winner-face-of-asia-2019 (1)

Karantina dimulai 22 Mei 2019 sampai dengan 7 Juni 2019. Selama dua minggu berada di Korea Selatan, karantina diisi dengan kegiatan modeling, kunjungan ketempat sponsor dan pada malam final 5 wakil Indonesia tampil mengenakan busana tradisional tanah air, karya Ai Syarif designer yang juga bertindak sebagai mentor, turut hadir juga Wita Juwita winner Asia Model Festival Asia Model Award 2017 dan Laura Muljadi model senior Indonesia yang ditunjuk sebagai juri Asia Model Festival 2019.

Hasilnya Indonesia berhasil meraih gelar Face of Asia 2019 kategori wanita yang diraih Ayu Maulida dan Chealsea Mckenzie Best Team grand prize bersama team K-Pop Dance Master Contest.

Penulis : Irwans