Home Blog Page 133

Alumni Puteri Indonesia Hadirkan 10 Film Horor Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah

Sebagai seorang Puteri Indonesia sudah banyak masyarakat yang mengenal sosoknya, cantik, pintar, tinggi dan berbakat.

Selesai bertugas sebagai Puteri Indonesia baik itu pemenang atau sebagai finalis saja, mereka ada yang terjun ke masyarakat, entertainment, enterpreneur, pemerintahan atau balik lagi kebangku kuliah.

Nah menyambut hari raya idul fitri 1441 Hijriyah yang jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020. Team Pageantempire sudah menyusun 10 film horor dari alumni Puteri Indonesia yang wajib kalian tonton menyambut hari kemenangan.

Artika-Sari-Devi-Puteri-Indonesia-2004-dan-Puteri-Indonesia-Bangka-Belitung-2004

1. Perjanjian Dengan Iblis
(Artika Sari Devi Puteri Indonesia 2004 dan Puteri Indonesia Bangka Belitung 2004)

Annisa (Shandy Aulia) menikah dengan Bara (Aghi Narottama), duda dengan seorang anak perempuan bernama Lara (Basmalah Gralind). Bara mengajak piknik ke pulau yang masih jarang didatangi wisatawan, Pulau Bengalor, agar istri dan anaknya bisa akrab. Pulau Bengalor ternyata menyimpan misteri.

Annisa dikejutkan dengan penampakan sosok anak kecil berwajah menyeramkan. Lara pun melihat sosok mirip dengan ibu kandungnya yang sudah tiada. Bara tidak mempercayai cerita Annisa dan Lara. Suasana seram dan menegangkan ini justru mendekatkan Lara dengan Annisa. Keduanya bertekad untuk saling melindungi.

Pemeran
Shandy Aulia sebagai Anisa
Artika Sari Devi sebagai Rengganis
Aghi Narottama sebagai Bara
Basmalah Gralind sebagai Lara
Alex Abbad sebagai Salim

Della-Dartyan-Puteri-Indonesia-Banten-2013

2. Pocong The Origin
(Della Dartyan Puteri Indonesia Banten 2013)

Ananta (Surya Saputra), pembunuh berdarah dingin telah dieksekusi mati oleh Negara. Sasthi (Nadya Arina), putri satu-satunya, harus mengantarkan jenazah sang ayah untuk dikuburkan di kampung halamannya.

Dengan ditemani Yama (Samuel Rizal), sipir penjara, keduanya berpacu dengan waktu untuk mencapai kampung Ananta. Hal ini menjadi semakin sulit karna berbagai gangguan gaib menghalangi mereka di sepanjang perjalanan.

Pemeran
Nadya Arina sebagai Sasthi
Samuel Rizal sebagai Yama
Della Dartyan sebagai Jayanthi
Surya Saputra sebagai Ananta
Tyo Pakusadewo sebagai Ki Endang
Reza Nangin sebagai Dodi
Anom Perkasa sebagai Dirman
Chacha Marisa sebagai Pemilik Warung
Yeyen Lidya sebagai Mumun
Egi Fedly sebagai Ki Wajik
Yama Carlos sebagai Adhi
Yusril Fahriza sebagai Dadang
Ananta Rispo sebagai Amri
Izzati Khansa sebagai Sathi kecil
Tegar Satrya sebagai Rudi (Kepala Lapas)
Steward Ponto sebagai Kusno
Ozzol Ramdan sebagai Engkus

Whulandary-Herman-Puteri-Indonesia-2013-dan-Puteri-Indonesia-Sumatera-Barat-2013

3. Hantu Kuburan Tua
(Whulandary Herman Puteri Indonesia 2013 dan Puteri Indonesia Sumatera Barat 2013)

Sejak kecil Laura (Whulandary Herman) harus bertahan menghadapi mamanya, Riska (Keke Soeryo Renaldi), orang tuanya satu-satunya. Kalau marah, Riska bisa lupa diri. Sering Laura mendapat perlakuan kasar dari mamanya. Jengkel dengan situasi rumah, Laura pergi untuk tugas peliputan situs bersejarah bersama kekasihnya, Edwin (Maxime Bouttier), dan kedua temannya, Rizal (Trisa Triandesa), dan Maya (Vicky Monica).

Di tengah perjalanan mobil mereka terhantam tanah longsor saat cuaca hujan deras. Mereka selamat. Mereka memutuskan berteduh di sebuah rumah bekas yatim piatu. Kedatangan mereka disambut dingin dan misterius Sarinten, penghuni rumah.

Untuk mengusir kebosanan, Maya mengajak teman-temannya melakukan permainan memanggil hantu bernama Baby Blues. Rizal, Edwin, dan Laura tak setuju. Maya diam-diam memainkannya karena penasaran.

Sejak memainkan permainan baby blues itu, Edwin, Rizal, dan Laura mendapat teror monster mengerikan yang mengancam nyawa mereka. Keadaan bertambah mencekam dengan kemunculan arwah-arwah gentayangan lainnya.

Ternyata, di rumah itu dulu pernah terjadi pembantaian terhadap anak-anak yatim piatu. Dalam upaya menyelamatkan diri, Laura tanpa sengaja menemukan kenyataan mengejutkan yang berhubungan dengan masa lalu dirinya. Awalnya Laura tak percaya sampai kemudian Sarinten (Jajang C. Noer) meyakinkannya. Laura dan monster itu memiliki pertalian darah. Sosok itu lahir dari rahim Riska, mamanya.

Pemeran
Whulandary Herman sebagai Laura
Maxime Bouttier sebagai Edwin
Trisa Triandesa sebagai Rizal
Vicky Monica sebagai Maya
Jajang C. Noer sebagai Sarinten
Keke Soeryo Renaldi sebagai Riska

Nadine-Alexandra-Puteri-Indonesia-2010-dan-Puteri-Indonesia-DKI-Jakarta-4-2010

4. Gentayangan
(Nadine Alexandra Puteri Indonesia 2010 dan Puteri Indonesia DKI Jakarta 4 2010)

Bangkrut dan mulai hidup sengsara membuat Abimanyu (Baim Wong) hanya punya satu pilihan, yaitu move-on dari kemewahan yang dimilikinya sekarang.

Mau tidak mau, Abimanyu mengajak istrinya, Sofia (Nadine Alexandra) bersama adiknya Sheila (Jelita Callebaut)  pindah. Sayangnya, sekali lagi, tidak ada kemewahan yang didapat Abimanyu. Ia bersama keluarganya untuk sementara harus tinggal di hotel peninggalan orang tua mereka.

Hotel yang jauh dari kesan elegan, namun menyeramkan. Hotel tersebut bernama Kaki Langit. Sedari dulu, Abimanyu tidak pernah nyaman untuk tinggal di hotel tersebut. Bahkan sejak dahulu pula, Abimanyu ingin menjual hotel tersebut.

Pun, setelah pindah ke hotel tersebut, tidak surut niat Abimanyu untuk menjual hotel tersebut. Sialnya, tidak satu pun yang berhasil ia yakinkan. Pertama, calon pembeli hotel yang tadinya sudah hampir setuju menghilang.

Abimanyu penasaran, hingga akhirnya ia mulai diteror oleh kehilangan sang putri. Apa yang sebenarnya terjadi di hotel Kaki Langit? Benarkan keluarga Abimanyu dahulunya meninggalkan jejak mengerikan di hotel yang sudah tidak terawat ini?

Bisakah Abimanyu dan keluarganya lepas dari teror mengerikan ketika pindah ke hotel ini? Semua jawabannya bisa kamu temukan di film Gentayangan yang akan segera tayang di bioskop.

Pemeran
Baim Wong
Nadine Alexandra
Chris Laurent
Jelita Callebout
Bima Azriel
Marsha Aurelia
Fuad Idris

Maria-Selena-Puteri-Indonesia-2011-dan-Puteri-Indonesia-Jawa-Tengah-2011

5. Danau Hitam
(Maria Selena Puteri Indonesia 2011 dan Puteri Indonesia Jawa Tengah 2011)

Tengah malam, di dalam hutan di suatu tempat, sekelompk orang melakukan eksekusi terhadap seorang gadis kecil yang dianggap membawa sial. Mereka menempatkan gadis itu di dalam peti, menguncinya, lalu melemparkan peti itu di tengah danau dan dibiarkan tenggelam. Setelah itu kabut tebal tiba2 datang menyelimuti danau diikuti dengan teriakan yang keras.

Andrean, Keyla, Boy, Audi, dan Joni pergi ke sebuah danau yang dikelilingi hutan tropis dengan menggunakan jeep. Setelah menghadapi beberapa hambatan, akhirnya mereka sampai ditempat mereka tuju. Andrean berkata sambil merangkul keyla, “Ini adalah tempat terbaik di bumi!”. Mereka memutuskan untuk bermalam di tepi danau. Andreas menemukan sebuah peti ketika mereka sedang berenang di danau itu, dan mengangkat peti ke tepi. Malam harinya, kabut tebal menyelimuti tenda.

Keesokan harinya mereka pergi bersepeda gunung, sampai mereka menemukan sebuah rumah kosong di tengah hutan (dilingkari dengan garis batas polisi). Akhirnya mereka memutuskan untuk bermalam di rumah itu. Ketika malam tiba, mereka diterror oleh sosok gadis kecil dan mengalami serentetan kejadian-kejadian yang tidak masuk akal.

Merasa ada yang mengancam keselamatan jiwa mereka, akhirnya mereka berusaha melarikan diri dari rumah tersebut. Segala cara mereka lakukan, melompat dari tebing yang tinggi pun mereka lakukan, namun gadis kecil it uterus mengintai mereka kemanapun mereka pergi.

Boy berhasil membuka peti yang mereka temukan di danau. Semua misteri terkuak, mereka menyimpulkan semua kejadian dan mimpi yang mereka alami. Sebelum terlambat, pilihan mereka hanya dua : kembalikan peti ke danau atau mengalami terror selamanya.

Pemeran
Nadine Chandrawinata
Maria Selena
Ganindra Bimo
Denny Sumargo
Daniel Topan

Nadine-Chandrawinata-Puteri-Indonesia-2005-dan-Puteri-Indonesia-DKI-Jakarta-4-2005

6. Mati Suri
(Nadine Chandrawinata Puteri Indonesia 2005 dan Puteri Indonesia DKI Jakarta 4 2005)

Abel, seorang desainer, akan segera menggelar pernikahannya dengan Wisnu. Sehari sebelum pernikahaan, seorang wanita yang hamil 7 bulan, Lisa, datang dan mengaku bahwa Wisnu telah menghamilinya. Dia memaksa Abel untuk membatalkan pernikahannya; jika tidak, dia sendiri yang akan mengacaukannnya. Frustrasi, Abel mencoba bunuh diri melalui overdosis, tetapi nyawanya tertolong berkat sahabatnya, Charlie. Setelah mengalami masa koma yang tak menentu, Abel memutuskan untuk tinggal dan mendekor ulang vila Charlie yang terletak di daerah Puncak, Bogor, sebagai masa pemulihan dari mati surinya serta untuk melupakan Wisnu.

Di sana, Abel bertemu dengan Pak Kus, pengurus vila, dan istrinya, Bu Diah. Abel mengetahui bahwa seluruh jam disana berhenti pukul 03:10. Ia juga menemukan boneka yang Charlie sebut adalah milik Wida, putri pasangan tersebut. Pada malam pertamanya, Abel sendiri bertemu dengan Wida yang menemaninya tidur setiap malam di vila, tetapi Wida meminta supaya Abel tidak memberitahu orang tuanya. Abel mulai merasakan bahwa dia diteror oleh seorang hantu anak kecil yang sepertinya mengikutinya dari balik ajal, tampaknya tidak senang karena Abel dapat berhasil hidup setelah mencoba bunuh diri. Abel akhirnya sadar bahwa hantu tersebut adalah arwah anak kecil yang mati keracunan dan dirawat di rumah sakit yang sama saat dia koma. Anak kecil tersebut mengatakan bahwa cepat atau lambat Abel harus mati lagi, entah dia atau “setan” lain yang akan membawanya ke alam baka.

Melalui pencarian, Wisnu mengetahui bahwa Lisa telah dibayar oleh Charlie untuk berpura-pura hamil dan mengacaukan pernikahannya dengan Abel, karena Charlie telah jatuh cinta dengan Abel sejak mereka masih kecil. Mereka berdua menyusul Charlie dan Abel di Puncak, di mana Charlie telah membius Abel. Charlie selanjutnya menyekap Wisnu dan membunuh Lisa dengan menceburkannya di kolam belakang rumah. Abel dapat dibebaskan oleh Bu Diah yang, setelah diberitahu oleh Abel bahwa dia sering bercakap-cakap dengan Wida, mengatakan bahwa Wida telah ditemukan tak bernyawa di kolam belakang tiga bulan lalu. Setelah Wisnu dibebaskan, Abel bertemu arwah Wida yang memberi visi bahwa Charlie-lah yang telah membunuhnya setelah dia menolak diperkosa olehnya. Arwah Lisa selanjutnya bangkit dan menenggelamkan Charlie. Abel dan Wisnu segera pergi, tetapi Abel terpaksa masuk vila untuk mencari komunikasi saat mobil mereka mogok. Di dalam, Abel dihantui oleh setan yang mengikutinya dari alam lain dan pingsan. Dia sudah akan menuju ke alam selanjutnya bersama teman kecilnya, tetapi memutuskan untuk berbalik di detik terakhir dan dapat kembali hidup.

Saat pulih dari koma, Abel mengetahui bahwa dia pertama mencoba bunuh diri dan masuk koma pukul 03:10. Dia dibawa oleh Wisnu ke Puncak, di mana, dalam sebuah twist cerita, diungkapkan bahwa Abel sama sekali tak pernah pulih dari koma sejak bunuh diri pertamanya. Film berakhir dengan Abel yang terjebak bersama setan-setan pengikutnya di kamar vila Charlie.

Pemeran
Nadine Chandrawinata
Yama Carlos
Tyas Mirasih

Putri-Ayudya-Puteri-Indonesia-DKI-Jakarta-2-2011-dan-Top-10-Puteri-Indonesia-2011

7. Kafir : Bersekutu Dengan Setan
(Putri Ayudya Puteri Indonesia DKI Jakarta 2 2011 dan Top 10 Puteri Indonesia 2011)

Suatu ketika saat sedang makan malam, Bapak tiba-tiba kesakitan dan sebelum meninggal, mulutnya memuntahkan beling. Pasca kematian Bapak, keluarga tersebut mulai terusik. Sang Ibu mendapat teror-teror gaib dan sikapnya mulai aneh dan seringkali ketakutan.

Bersamaan dengan itu, Jarwo, dukun di kampung mereka tiba-tiba mati secara misterius dan rumahnya hangus terbakar. Andi dan Dina berusaha mencegah agar kejadian yang menimpa Bapak tidak menimpa Ibu. Mereka mencari penyebabnya demi menyelamatkan sang Ibu.

Pemeran
Putri Ayudya sebagai Sri (ibu)
Sujiwo Tejo sebagai Jarwo
Indah Permatasari sebagai Hanum
Rangga Azof sebagai Andi
Nadya Arina sebagai Dina
Teddy Syach sebagai Herman (bapak)
Nova Eliza sebagai Leila
Slamet Ambari sebagai Salim
Oce Permatasari sebagai Saidah
Djenar Maesa Ayu sebagai dokter rumah sakit
Dolly Martin sebagai dokter puskesmas
Yayu Unru sebagai kepala desa

Yulinar-Arief-Puteri-Indonesia-Sulawesi-Selatan-2016

8. Walking Dead Tomate
(Yulinar Arief Puteri Indonesia Sulawesi Selatan 2016)

Walking Dead Tomate, merupakan film Indonesia yang diangkat dari kisah nyata Tanah Toraja yang akan rilis pada 16 April 2020.

Cerita ini bermula saat Tenri dan Rudi yang dari Makassar harus melakukan liputan di Desa Panggala di Toraja.

Di sana, Rudi menemukan sebuah kalung yang ternyata milik orang yang telah meninggal. Karena adanya tuntunan ekonomi dalam keluarganya, Rudi pun mengambil kalung tersebut.

Setelah itu, Carla, bos Tenri mengalami hal aneh dan menyeramkan. Rudi pun berusaha untuk mengembalikan kalung tersebut, namun kalung tersebut tidak bisa dipisahkan dengannya. Bahkan badan Rudi pun menjadi melepuh.

Film yang mulai digarap pada Desember 2017 ini juga menggambarkan bagaimana masyarakat Toraja yang masih melestarikan budayanya, seperti menghormati arwah leluhur yang telah meninggal serta harus saling menghargai selama hidup di dunia.

Walking Dead Tomate juga menceritakan soal fenomena pencurian barang milik orang yang telah meninggal yang masih sering terjadi.

Pemeran
Iqbal Perdana
Yulinar Arief
Aga dirgantara
Debby Astuti
Fifit Yani
Dona Maliwa
Agustina Palamba
Zulkifli Ghani
Etal
M. Amas
Frans Pongsamma
Salsabila Yusuf

Bunga-Jelitha-Ibrani-Puteri-Indonesia-2017-dan-Puteri-Indonesia-DKI-Jakarta-5-2017

9. Lawang Sewu
(Bunga Jelitha Ibrani Puteri Indonesia 2017 dan Puteri Indonesia DKI Jakarta 5 2017)

Tujuh remaja dari Jakarta, Diska (Thalita Latief), Yugo (Marcell Darwin), Armen (Melvin Giovanie), Dinda (Tsania Marwa), Naya (Salvita Decorte), Onil (Ronald Gustav), dan Cika (Bunga Jelitha), berada di Semarang untuk merayakan kelulusan mereka dari sekolah menengah. Semua kecuali Diska, yang mengendarai mobil, mabuk setelah pergi ke klub malam. Dalam perjalanan pulang ke rumah nenek Naya, Armen, Onil, dan Yugo meminta Diska menepi agar mereka dapat buang air; mereka berhenti di Lawang Sewu, dan mereka buang air kecil ke dalam komplek bangunan dari luar pagar. Cika, yang juga harus buang air kecil, tidak merasa nyaman berbarengan dengan laki-laki dan pergi ke kedalam bangunan.

Setelah bertanya-tanya mengapa Cika tidak kembali, mereka berenam masuk kedalam bangunan untuk mencarinya. Hantu-hantu bermunculan dan marah karena mereka tidak menghargai bangunan tersebut, kemudian mulai menakuti mereka. Pertama datang adalah hantu wanita Belanda, Noni van Ellen, yang merasuki Dinda dan membuatnya berteriak memarahi yang lain. Setelah Dinda kembali normal, Diska memberitahunya bahwa dia telah melanggar kesucian bangunan dengan masuk kedalam saat sedang menstruasi. Onil disuruh membawa Dinda ke luar, tetapi sebelum mereka dapat meninggalkan bangunan, mereka diteror oleh kuntilanak dengan bola dan rantai yang melilit di kakinya; Onil dengan sangat ketakutan mengompoli celananya, dan keduanya saling berpelukan saat hantu mendekati mereka.

Sementara itu, Diska, Yugo, Armen, dan Naya shok menemukan tubuh Cika sudah tidak bernyawa. Ketika mereka menggotong membawa Cika keluar, kuntilanak datang dan mengejar mereka. Diska sampai di luar gedung, tetapi Armen, Yugo, dan Naya dikejar ke ruang bawah tanah, di mana kuntilanak meneror mereka. Diska pergi untuk mendapatkan bantuan dari Naya Nenek. Ketika mereka kembali, mereka berusaha mengusir hantu dengan melakukan pengusiran setan; hantu-hantu bangkit dan membunuh Naya, mengejar Diska ke ruang bawah tanah.

Di ruang bawah tanah, Diska bertemu Armen, Yugo, dan Naya. Armen mengatakan kepadanya bahwa dia tahu siapa kuntilanak itu: mantan pacarnya Ratih (Nuri Maulida). Dia tidak sengaja hamil mengandung anak Armen dan diusir dari Jakarta oleh Armen dan teman-temannya; Diska, yang waktu itu ingin membantunya, dihentikan oleh Naya dan Cika. Setibanya di kota kelahirannya di Semarang, Ratih tidak diakui oleh keluarganya dan dengan putus asa bunuh diri dengan melemparkan dirinya ke sumur di Lawang Sewu.

Setelah mempelajari kebenaran tersebut, Diska berlari ke sumur untuk menutupnya. Sementara itu, kuntilanak telah membunuh Naya dan Armen. Saat kuntilanak bersiap untuk membunuh Yugo, Diska berhasil menutup sumur dan menghentikan sang kuntilanak. Pada akhirnya, Diska dan Yugo pulang bersama ke rumah masing-masing dan melanjutkan kehidupan mereka.

Pemeran
Thalita Latief sebagai Diska
Marcell Darwin sebagai Yugo
Melvin Giovanie sebagai Armen
Tsania Marwa sebagai Dinda
Salvita Decorte sebagai Naya
Ronald Gustav sebagai Onil
Bunga Jelitha sebagai Cika
Renny Djajoesman sebagai Mbah Darmo/Nenek Naya
Nuri Maulida sebagai Ratih
Yati Pesek sebagai Yati
August Melasz sebagai Ayah Ratih
Chicco Jerikho sebagai Cowok Diskotik

Faradina-Mufti-Puteri-Indonesia-DKI-Jakarta-5-2011-dan-top-10-Puteri-Indonesia-2011

10. Perempuan Tanah Jahanam
(Faradina Mufti Puteri Indonesia DKI Jakarta 5 2011 dan top 10 Puteri Indonesia 2011)

Maya dan Dini adalah dua sahabat karib yang sama sama bekerja sebagai petugas tol. Suatu malam, Maya bercerita kepada Dini melalui telfon tentang seorang pengemudi misterius yang selalu melintas setiap malam dengan tatapan tajam yang tentu saja membuat Maya takut. Ditengah percakapan, pengemudi misterius yang mereka bicarakan kembali melintasi tol dan mengamati Maya. Maya yang merasa ada sesuatu yang tidak beres kemudian memberitahu Dini. Setelah melintas, pengemudi itu berhenti di tepi jalan untuk kembali ke pos Maya dengan beberapa pertanyaan.

Sesaat setelahnya, pengemudi itu kembali ke mobil mengambil sebilah golok dan berusaha menyerang Maya. Histeris, Maya berupaya melarikan diri ke luar pos. Pengemudi itu berhasil melukai Maya di bagian paha dengan golok, sebelum akhirnya polisi menembak matinya.

3 Bulan kemudian, Maya dan Dini akhirnya berhenti bekerja sebagai petugas tol dan memilih berjualan pakaian di Los Pasar yang ternyata sepi pembeli. Menghadapi kesulitan keuangan, Maya akhirnya berpikir untuk mencari keluarganya di Desa Harjosari, dengan harapan dapat menemukan peninggalan berharga orang tuanya yang bisa dijadikan uang.

Ketika Maya sedang buang air kecil di toilet pasar, ia mendapati secarik kertas yang muncul dari luka sayatan golok malam itu. Maya kemudian memotret kertas itu lalu membuangnya ke toilet.

Tiba saatnya Maya dan Dini memulai perjalanan mereka ke desa Harjosari, menempuh perjalanan transit di terminal kawasan itu. Dalam perjalanan, Maya berkenalan dengan seorang dosen Sastra bahasa Rusia, yang ternyata juga tahu hal-hal gaib. Melalui pria itu, Maya akhirnya mengetahui kertas yang di dalam kulitnya itu merupakan jimat pelindung dari makhluk halus yang ditulis dalam bahasa jawa kuno. Menurutnya, jimat itu dibuat oleh orang yang sangat ‘Jahat’ (penganut ilmu hitam). Di sepanjang jalan Maya dikejutkan oleh 3 gadis kecil yang terus menerus muncul.

Setibanya di terminal, Maya mengalami kesulitan sebab tidak banyak penarik delman yang mengetahui Desa Harjosari. Beruntung ada salah satu penarik delman yang bersedia mengantar mereka walau harus membayar mahal. Setibanya di sana, mereka disambut tatapan dingin warga sekitar. Maya kemudian meminta diturunkan di rumah kepala desa Harjosari, Ki Saptadi yang sekaligus seorang Dalang terkenal

Setibanya di rumah itu, Maya dan Dini tidak dapat bertemu dengan Ki Saptadi melainkan hanya bertemu seorang wanita tua bernama Nyi Misni (ibu dari Ki Saptadi). Untuk menghindari kecurigaan, Maya mengaku sebagai mahasiswi yang sedang melakukan penelitian kesenian, khususnya profesi dalang wayang kulit. Saptadi sering bepergian ke desa lain untuk melakukan pekerjaan lain, yaitu sebagai dalang wayang kulit.

Mereka kemudian menginap di rumah peninggalan orang tua Maya yang sangat besar. Saat malam, Maya sering mendengar suara bising tak berwujud yang membuatnya tak nyaman. Dalam kurun waktu dua hari, mereka menyaksikan hal yang tak wajar di desa itu. Setiap hari, warga memakamkan bayi yang meninggal setelah dilahirkan.

Maya dan Dini memberanikan diri untuk mendatangi kerumunan warga tersebut dan bertemu langsung dengan Ki Saptadi. Ki Saptadi dan warga lain mulai curiga. Saat Maya keluar untuk mencari makan, Dini didatangi oleh dua orang warga suruhan Ki Saptadi dan bercerita kalau rumah tua ini punya pewaris tunggal, anak perempuan bernama Rahayu. Saat itu juga, Dini mengaku bahwa dirinya adalah Rahayu sang pewaris rumah tua ini. Dini kemudian dijebak dua orang itu dan dibawa ke hutan. Dini akhirnya dibawa ke tempat penyembelihan, di mana sudah ada Ki Saptadi dan Nyi Misni. Dini dibunuh lalu dikuliti oleh Nyi Misni untuk kemudian kulitnya dijadikan Wayang Kulit.

Maya berusaha mencari informasi dari warga sekitar, salah satunya pada Ratih, wanita pemilik warung makan. Ia menjelaskan bahwa rumah tua itu dulunya dihuni oleh Pria bernama Donowongso, juragan sekaligus dalang yang melakukan perjanjian dengan iblis agar anaknya yang lahir tanpa kulit bisa sembuh. Sejak itu, seluruh bayi yang lahir di desa terlahir tanpa kulit. Namun ada seseorang yang dibiarkan hidup dengan kondisi mengenaskan tanpa kulit, dan saat ini hidup sebatang kara di sebuah pondok di tengah hutan. Donowongso yang menjadi gila kemudian membantai pemain wayang lain serta istrinya, Nyai Shinta dengan golok yang sudah ia persiapkan sejak lama. Ki Saptadi yang datang saat itu, kemudian membunuh Donowongso dengan menyayat lehernya menggunakan golok yang sama.

Merasa putus asa dalam usahanya mencari sahabatnya, Maya akhirnya ikut menyaksikan proses persalinan salah satu warga dengan cara sembunyi sembunyi. Di balik lubang dinding, Maya menyaksikan bayi itu terlahir tanpa kulit. Bayi malang itu kemudian ditenggelamkan ke dalam baskom berisi air hingga tewas atas perintah Ki Saptadi.

Tanpa sengaja Maya menimbulkan suara yang membuatnya hampir tertangkap. Ratih langsung menutup mulut Maya yang panik dan membawanya bersembunyi ke rumahnya. Ternyata Ratih sudah tahu bahwa Maya adalah ‘Anak Terkutuk’ yang dicari-cari. Ratih meminta Maya tidak perlu takut padanya karena dia berbeda dengan ‘mereka’. Menurutnya, membunuh Maya hanya akan memunculkan kutukan baru. Maya sangat terkejut saat mengetahui bahwa Ratih adalah istri pengemudi misterius yang terbunuh 3 bulan lalu. Saat mendengar warga mendekati rumah Ratih, Maya kemudian bersembunyi di bawah meja makan. Dari mereka, Maya mengetahui bahwa Dini telah tewas terbunuh dan kulitnya dijadikan wayang kulit. Mereka telah membunuh orang yang salah, itulah mengapa kutukan belum hilang dari desa itu. Naas, salah satu warga kemudian berupaya memperkosa Ratih. Ratih mengancam dengan menyayat pahanya dan menodongkan pisaunya, mengancam bunuh diri. Merekapun pergi meninggalkan rumah.

Di tengah hutan saat berupaya kabur, Maya kemudian menghubungi penarik delman yang dulu mengantarkannya ke desa, membawa pertolongan. Maya kemudian meminta maaf kepada Ratih, dan menceritakan bahwa suami Ratih telah tewas ditembak polisi karena berusaha membunuhnya. Ratih yang shock kemudian meninggalkan Maya.

Setibanya di Desa, si penarik delman merasa ada yang tidak beres dengan gelagat polisi yang rupanya bersekongkol dengan warga desa untuk membunuh Maya. Ia pun berusaha Melawan, namun malah ditembak mati oleh si polisi (yang ternyata adalah warga asli desa tersebut yang juga memang sedang mengejar Maya). Maya yang putus asa takkan bisa keluar dari desa hidup-hidup karena tak ada lagi Ratih yang bisa membantunya, akhirnya berhasil meloloskan diri ke jalan raya.

Di sana, Maya ditolong seorang supir pick up, namun mengalami kecelakaan setelah supir diganggu salah satu hantu gadis kecil. Salah seorang hantu gadis kecil kemudian merasuki tubuh Maya dan memperlihatkan seluruh kejadian sebenarnya di masa lampau. Hantu gadis kecil kemudian memberitahu Maya cara mengakhiri kutukan tersebut.

Maya kemudian diselamatkan lagi oleh Ratih. Maya lalu mengajak Ratih kembali ke rumah tua milik Nyi Misnih, mencari kotak berisi wayang kulit dan masuk ke ruang bawah tanah tempat ketiga gadis kecil itu dulu dikuburkan. Saat menggali lantai tanah di rumah itu mereka mendapati tulang-belulang ketiga gadis kecil yang hilang. Maya dan Ratih kemudian menyatukan kerangka dan wayang kulit ketiga gadis kecil tersebut dan menguburkan mereka secara layak.

Sementara itu, Nyi Misni dan warga memergoki Maya dan Ratih bersembunyi di rumah orang tuanya. Terungkap bahwa Nyi Misni adalah seorang pembantu yang dinodai oleh Tuannya, yaitu Ayah Donowongso. Saat Saptadi lahir, Nyi Misni tetap menyembunyikan hal ini dari Tuannya. Saat beranjak dewasa, Ki Saptadi menjalin cinta dengan Nyai Shinta yang merupakan gadis tercantik di desa. Mereka berdua harus berpisah karena Nyai Shinta dipaksa untuk menikah dengan Donowongso.

Suatu hari Nyi Misni menyaksikan perbuatan terlarang antara Saptadi dan Nyai Shinta. Ia sangat murka saat mengetahui Nyai Shinta mengandung anak Saptadi. Nyi Misni kemudian menghapus ingatan Saptadi terhadap Nyai Shinta. Tak puas, ia pun memberi kutukan bayi di dalam kandungan Nyai Shinta agar segera lenyap sebelum lahir. Sayang… Maya, alias Rahayu yang merupakan buah cinta terlarang Nyai Shinta dan Ki Saptadi tetap lahir walau dalam kondisi tanpa kulit.

Nyi Misni jugalah yang bertanggung membuat Donowongso menggila sehingga membantai semua orang termasuk istrinya sendiri. Dia pula yang memberi jimat agar roh ketiga gadis kecil yang dibunuh tidak mendekati Maya (untuk mengungkap rahasia keji Nyi Misni) dan membawa Maya a.k.a Rahayu kecil keluar dari desa.

Maya yang Murka mengetahui semuanya, kemudian mengancam warga yang akan menangkapnya dengan sekop, tetapi seseorang memukul kepala Maya dari belakang, sehingga Maya akhirnya pingsan dan digantung terbalik di hutan pembantaian.

Maya berteriak memohon kepada Ki Saptadi untuk dibebaskan, Saat Saptadi bersiap-siap membunuh Maya, Maya akhirnya mengatakan bahwa dialah bayi pertama yang lahir tanpa kulit di desa itu.

Misni yang mulai panik dengan penjelasan Maya mulai mengambil sebuah pisau untuk membunuh Maya secepat mungkin. Ratih tiba-tiba muncul membawa bayi yang baru saja dilahirkan wanita lainnya dalam keadaan sehat.

Maya mengatakan, bahwa dialah darah daging Saptadi dan Nyai Shinta yang dikutuk oleh neneknya sendiri. Nyi Misni jugalah yang bertanggung jawab atas perbuatannya menghapus ingatan Saptadi tentang Nyai Shinta. Saptadi yang tersadar dengan semua ucapan Maya merasa sangat malu dengan dosa yang dilakukan Ibunya. Ia berusaha melindungi anaknya saat Nyi Misni mendekat untuk segera menghabisi Maya. Saptadi akhirnya bunuh diri dengan menyayat lehernya sendiri dengan pisau yang direbutnya dari ibunya.

Tak bisa menerima kenyataan anak semata wayangnya tewas, Misni ikut melakukan tindakan serupa.

Ratih berlari melepaskan ikatan Maya dan memintanya melarikan diri dari desa itu. Maya meyakinkan Ratih untuk ikut dengannya tapi Ratih menolak dan mengatakan ‘di manapun sama saja buatku’. Seluruh warga bersuka cita atas musnahnya kutukan mengerikan tersebut. Maya, dengan menumpang truk sayur meninggalkan tanah jahanam tersebut.

Setahun kemudian, Sang Polisi (pembunuh si penarik delman) dan istrinya sedang menantikan kelahiran anak pertamanya. Istrinya yang sedang berada di kamar mandi kemudian melihat penampakan Nyi Misni di dalam cermin dan menjerit histeris. Saat si polisi datang, ia menyaksikan istrinya terduduk berlumuran darah, terus menjerit. Naas, bayi yang baru saja dilahirkannya dimakan hidup-hidup oleh Nyi Misni.

Pemeran
Tara Basro sebagai Maya
Marissa Anitasebagai Dini
Asmara Abigailsebagai Ratih
Christine Hakimsebagai Misni
Ario Bayu sebagai Saptadi
Zidni Hakim sebagai Donowongso
Afrian Aris sebagai Banyu
Kiki Narendra sebagai Bambang
Faradina Mufti sebagai Shinta
Abdulrahman Arief sebagai Nano
Muhammad Abe sebagai Suryo
Mursiyanto sebagai Sono
Ahmad Ramadhan Al Rasyid sebagai Tino
Aura Agna sebagai anak kecil
Sindris Ogiska G sebagai anak kecil
Devona Queeny sebagai anak kecil
Latisya Ayu sebagai Maya kecil
Adi Irawan sebagai ayah Donowongso
Teuku Rifnu sebagai Bimo
Yansky sebagai polisi
Sinyo Sandy sebagai polisi
Ical Tanjung sebagai polisi
Kuncoro P Widi sebagai Chondro
Djandi Asmara sebagai Djono
Santo Widodo sebagai satpam pasar
Mian Tiara sebagai Siti, istri Banyu
Arbaiyah sebagai nenek Ratih
Mariana Resli sebagai Rina
Eka Nusa Pertiwi sebagai Tiwi, istri Tino
Aghniny Haque sebagai Laras, istri Suryo
Sahadat Fahzan Fadlil sebagai Tole
Karni sebagai dukun beranak

Penulis : Irwans

Alumni Puteri Indonesia Hadirkan 9 Film Komedi Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah

Seorang Puteri Indonesia sudah banyak masyarakat yang mengenal sosoknya, cantik, pintar, tinggi dan berbakat.

Selesai bertugas sebagai Puteri Indonesia baik itu pemenang atau sebagai finalis saja, mereka ada yang terjun ke masyarakat, entertainment, enterpreneur, pemerintahan atau balik lagi kebangku kuliah.

Nah menyambut hari raya idul fitri 1441 Hijriyah yang jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020. Team Pageantempire sudah menyusun 9 film komedi dari alumni Puteri Indonesia yang wajib kalian tonton menyambut hari kemenangan.

Melanie-Putria-Puteri-Indonesia-2002-dan-Puteri-Indonesia-Sumatera-Barat-2002

1. Tak Biasa
(Melanie Putria Puteri Indonesia 2002 dan Puteri Indonesia Sumatera Barat 2002)

Abi (Akhdiyat Duta Modjo), gagal masuk Fakultas Ekonomi UI. Rencananya ia akan ikut kursus bimbingan belajar, tetapi malah terlibat dalam tiga kisah cinta yang membuatnya sengsara. Gadis pertama, Melisa (Miea Kusuma). Sayangnya, Melisa banyak dipengaruhi teman-temanny, hingga memutuskan hubungannya denga Abi lewat telepon.

Lalu, Nadya (Melanie Putria), gadis SMA. Untuk mendapatkan gadis itu, sampai-sampai Abi pura-pura jadi tukang bunga. Hubungan berakhir karena Nadya pindah ke Prancis. Patah hati, Abi pergi ke rumah pamannya di perkebunan teh. Di sini Abi jatuh cinta lagi melihat Ratna (Novie Emerson), gadis desa. Namun lagi lagi perasaan cintanya harus kandas karena ternyata ratna telah memiliki kekasih. Tapi abi percaya bahwa akan ada hikmah dari semua ini.

Selang waktu berjalan, Nadya kembali ke jakarta dan ingin bertemu dengan Abi, setelah meminta saran dari temannya Abi pun bersedia ketemuan dengan Nadya, ditengah obrolannya dengan Abi disebuah danau Nadya menelpon tunangannya di Prancis untuk memutuskan tidak akan kembali lagi ke Paris dan memilih balikan dengan Abi, karena selama ini Abi lah yang sangat Nadya sayangi.

Pemeran
Akhdiyat Duta Modjo
Miea Kusuma
Melanie Putria
Novie Emerson
Rama Sukmono
Lia Chandra

Raline-Shah-Puteri-Indonesia-Sumatera-Utara-2008-dan-Top-5-Puteri-Indonesia-2008

2. Orang Kaya Baru
(Raline Shah Puteri Indonesia Sumatera Utara 2008 dan Top 5 Puteri Indonesia 2008)

Film ini mengisahkan sebuah keluarga yang mendadak menjadi kaya raya. Awalnya keluarga tersebut merupakan keluarga sederhana yang hidupnya pas-pasan namun tetap kompak. Lukman Sardi berperan sebagai Bapak, Cut Mini sebagai Ibu.

Mereka memiliki tiga orang anak yang diperankan oleh Derby Romero sebagai Duta, Raline Shah sebagai Tika, dan Fatih Unru sebagai Dodi. Meskipun bukan keluarga kaya, mereka mampu menjalani hari dengan menyenangkan. Bapak selalu bahagia meski tidak punya uang.

Ibu selalu memasak dan antar jemput Dodi menggunakan motor lama. Sementara Tika pulang dan pergi kuliah menggunakan metromini. Bahkan terkadang untuk urusan makan, Duta, Tika dan Dodi sampai masuk ke kondangan orang yang sebetulnya tidak mereka kenal.

Kehidupan keluarga tersebut berubah ketika Bapak meninggal dunia. Bapak menjadi sosok panutan dalam keluarga tersebut. Bapak ternyata meninggalkan warisan harta yang cukup banyak kepada istri dan anaknya. Selama ini Bapak merahasiakan harta yang dimilikinya tersebut.

Kemudian keluarga tersebut berubah menjadi ‘Orang Kaya Baru’ karena warisan peninggalan Bapak. Kehidupan mereka sangat bergelimang harta. Saat si bungsu ditegur seorang penjaga toko karena menyentuh banyak barang, Ibu lalu sanggup membeli semua barang yang disentuh tersebut. Apa yang mereka inginkan dengan mudah dapat mereka beli. Meski sudah menjadi kaya, masalah justru datang menghampiri keluarga tersebut.

Pemeran
Cut Mini sebagai Ibu
Lukman Sardi sebagai Bapak
Raline Shah sebagai Tika
Derby Romero sebagai Duta
Fatih Unru sebagai Dodi
Refal Hady sebagai Bayu
Verdi Solaiman sebagai Ilham Said (pengacara)
Millane Fernandez sebagai Risha
Melayu Nicole sebagai Sasha
Tarzan sebagai Anto Suganda (politikus)
Reza Nangin sebagai Rafi
Dea Panendra sebagai Monika
Rania Putrisari sebagai Linda
Jasmine Kusuma Carroll sebagai Lala
Arvitta Ludya sebagai Tiwi
Sumaisy Djaitov Yanda sebagai penjaga keamanan
Bintang sebagai Ardi
Dorman Borisman sebagai pengajar teater
Pak Tarno sebagai tukang es doger
Lucky Perdana sebagai pengantin pria

Karina-Nadila-Puteri-Indonesia-Pariwisata-2017-dan-Puteri-Indonesia-Nusa-Tenggara-Timur-2017

3. Sweet 20
(Karina Nadila Puteri Indonesia Pariwisata 2017 dan Puteri Indonesia Nusa Tenggara Timur 2017)

Fatmawati (Niniek L. Karim), nenek 70 tahun cerewet yang tinggal bersama putranya seorang dosen, Aditya (Lukman Sardi), menantu (Cut Mini), dan 2 orang cucu (Kevin Julio dan Alexa Key). Fatmawati selalu membanggakan Aditya, sampai suatu hari ia mengetahui akan dikirim ke panti jompo. Hal yang membuatnya sangat terpukul dan pergi dari rumah.

Di perjalanan ia melihat studio foto “Forever Young”, dan berniat mengambil foto untuk di pemakamannya kelak. Namun setelah berfoto Fatmawati berubah menjadi 50 tahun lebih muda, dan kembali berusia 20 tahun. Fatmawati pun memulai kehidupan yang baru dan mengganti namanya menjadi Mieke, seperti nama artis idolanya – Mieke Wijaya.

Seiring berjalannya waktu, Mieke mendapat kesempatan untuk meraih mimpinya menjadi penyanyi, sesuatu yang tidak bisa dilakukannya pada saat muda dulu. Keunikan Mieke muda dengan gaya bicara dan seleranya yang masih seperti nenek 70 tahun, justru membuat 3 pria jatuh hati padanya, seorang produser musik (Morgan Oey), cucu laki-lakinya, dan Hamzah (Slamet Rahardjo) yang mencintainya sejak sama-sama muda dulu.

Hingga suatu peristiwa terjadi, yang membuat Mieke harus memilih untuk melanjutkan kehidupan barunya, atau kembali menjadi Fatmawati.

Pemeran
Tatjana Saphira sebagai Fatmawati muda/Mieke
Niniek L. Karim sebagai Fatmawati
Morgan Oey  sebagai Alan
Kevin Julio sebagai Juna
Slamet Rahardjo sebagai Hamzah
Lukman Sardi sebagai Aditya
Cut Mini sebagai Salma
Widyawati Sophiaan sebagai Rahayu
Alexa Key sebagai Luna
Tika Panggabean sebagai Bunga
Nina Kozok sebagai Hagai
Ardit Erwandha sebagai Edwan
Tommy Limmm sebagai Gio
Febby Rastanty sebagai Pevita
Vicky Nitinegoro sebagai preman
Karina Nadila sebagai pegawai toko sepatu
Barry Prima sebagai komandan polisi
Rina Hasyim sebagai teman Fatmawati
Rima Melati sebagai teman Fatmawati
Henky Solaiman sebagai fotografer
McDanny sebagai cowok pengganggu
Erick Estrada sebagai cowok pengganggu
Randhika Djamil sebagai preman
Aira Sondang sebagai preman
Joe Project P sebagai pemain sinetron
Chrissie Vanessa sebagai Anissa
Rudy Wowor sebagai guru dansa
Regina Rengganis sebagai suster
Paulina Silitonga sebagai ibu di minimarket
Aliando Syarief sebagai Hamzah muda

Elvira-Devinamira-Puteri-Indonesia-2014-dan-Puteri-Indonesia-Jawa-Timur-2014

4. Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi
(Elvira Devinamira Puteri Indonesia 2014 dan Puteri Indonesia Jawa Timur 2014)

Warga di sebuah kampung di Jakarta heboh manakala ibu-ibu melakukan demonstrasi ke Pak RT Muchus (Mathias Muchus) dikarenakan keresahan mereka akan permasalahan rumah tangga yang diakibatkan oleh kehadiran Sophie (Elvira Devinamira), mahasiswi yang kos di rumah Pak RT. Kebingungan menghadapi massa demo, Pak RT pun berusaha mendengarkan keluhan warga. Namun rupanya pokok permasalahannya lebih membingungkan lagi.

Ibu-ibu warga RT tersebut mengeluh tidak pernah disentuh, digauli, atau dinafkahi secara batin oleh para suami mereka dikarenakan kehadiran Sophie. Mereka berprasangka bahwa ketika Sophie menyanyi di kamar mandi sambil mandi dengan suaranya yang serak-serak basah membuat suami-suami mereka, yang mengintip dan berkumpul di belakang tembok kamar mandi, kerap berimajinasi liar sehingga bersikap dingin di atas tempat tidur di rumah. Pak RT yang pusing pun berusaha menengahi dan mencari solusi.

Sophie yang tengah dekat dengan Senja (David John Schaap) sebenarnya tidak tahu menahu dan kaget mendengar cerita demonstrasi tersebut. Sophie pun menerima nasehat dari Pak RT untuk tidak lagi menyanyi di kamar mandi dengan harapan lingkungan RT tersebut menjadi tenteram

Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi adalah sebuah film komedi Indonesia tahun 2019 yang disutradarai oleh John De Rantau dan diproduksi oleh Himaya Pictures dan JDer Syndicate. Film tersebut diadaptasi dari cerpen bernama sama karya Seno Gumira Ajidarma. Film tersebut dibintangi oleh Mathias Muchus
Yayu Unru
Emmie Lemu
Maryam Supraba
Anna Tarigan
Ricky Malau
Totos Rasiti
Yurike Prastika
Enno TB
Yan Widjaya
Inggrid Widjanarko
Iwan Gardiawan
Anne J. Cotto
Anisa Sheban
J. Sebastian
Elvira Devinamira
Fiki Alman
Kathy Monica
Poppy Asya Azzahra.

Nadine-Alexandra-Puteri-Indonesia-2010-dan-Puteri-Indonesia-DKI-Jakarta-2010

5. Komedi Modern Gokil
(Nadine Alexandra Puteri Indonesia 2010 dan Puteri Indonesia DKI Jakarta 2010)

Di Jakarta, Boris bertemu sahabat lamanya, Dodit. Mereka pun tinggal di rumah kost Tante Maya dan suaminya, Om Indro. Di rumah kost tersebut, Boris dekat dengan Sasha, salah satu penghuni, serta Karin, putri Tante Maya dan Om Indro.

Kemudin Boris dan Dodit diterima bekerja di sebuah biro detektif. Klien pertama mereka adalah pemilik kost mereka sendiri, Tante Maya, yang curiga bahwa Om Indro memiliki simpanan.

Akhirnya tertangkaplah Bu Ratna yang dicurigai sebagai pacar Om Indro. Namun Bu Ratna yang mereka culik ternyata istri baru Pak Goen, sahabat Om Indro, seorang pensiunan jendral, yang tak lain adalah juga kepala biro detektif tempat Boris dan Dodit bekerja.

Pemeran
Boris Bokir sebagai Boris
Dodit Mulyanto sebagai Dodit
Indro Warkop sebagai Om Indro
Kartika Putri sebagai Karin
Nadine Alexandra sebagai Sasha
Maya Wulan sebagai Tante Maya
Tarzan sebagai Pak Goen
Ria Winata sebagai Ratna
Hengky Solaiman sebagai manajer
Ikhsan Saleh sebagai Bobby
Risma Nilawati sebagai Minuk
Duo Serigala sebagai Duo Serigala

Qory-Sandioriva-Puteri-Indonesia-2009-dan-Puteri-Indonesia-Aceh-2009

6. Mother Keder: Emakku Ajaib Bener
(Qory Sandioriva Puteri Indonesia 2009 dan Puteri Indonesia Aceh 2009)

Vivi (Qory Sandioriva), seorang wanita eksekutif, mapan, punya karier, mobil, apartemen, kekasih walaupun agak susah ketemu karena sama-sama sibuk. Vivi adalah seorang wanita kosmopolitan yang sudah memiliki segalanya, tinggal langkah terakhir, yaitu menikah.

Sampai suatu saat terjadi konflik di kantor yang membuat Vivi memutuskan untuk mengundurkan diri. Secara bersamaan, Vivi mendapat kabar kalau adiknya, Dinda (Jill Gladys) sudah merencanakan untuk menikah lebih dahulu. Ditambah lagi, ia menemukan kekasihnya selingkuh. Akhirnya, segala rencana dan kehidupannya seakan buyar dan ia harus kembali ke rumah dan berurusan dengan keluarganya, terutama ibunya (Ira Maya Sopha) yang ‘ajaib’

Pemeran
Qory Sandioriva sebagai Vivi
Ira Maya Sopha sebagai Emak
Jill Gladys sebagai Dinda

Putri-Ayudia-Puteri-Indonesia-DKI 2-2011-dan-Top-10-Puteri-Indonesia-2011

7. Kenapa Harus Bule
(Putri Ayudia Puteri Indonesia DKI 2 2011 dan Top 10 Puteri Indonesia 2011)

Film ini akan mengisahkan perjalanan Pipin untuk mencari pasangan. Pipin terobsesi memiliki pasangan seorang Bule dan menikah dengannya.

Demi mendapatkan Bule idaman, Pipin melakukan berbagai hal, mulai dari melalui aplikasi kencan hingga datang ke club di Jakarta. Namun, usahanya tidak berhasil mulus.

Akhirnya, sahabat Pipin, Arik menyarankan untuk pindah ke Bali dan mencari Bule disana. Di Pulau Dewata inilah Pipin bertemu dengan pengusaha Vila yang berasal dari Italia bernama Gianfranco. Pipin pun berusaha menakhlukkan bule Italia untuk menjadi kekasihnya.

Di tengah aksinya, Ben yang merupakan pengusaha restoran, muncul. Ben mengaku bahwa dirinya terpikat dengan Pipin dan ingin menjadi kekasihnya.

Pipin kini terjebak pada cinta dua pria yang tak membuatnya malah tidak bahagia. Semakin lama di Bali, Pipin belum mendapatkan pekerjaan dan keuangannya semakin menipis. Ia pun harus memutar otak agar tetap bertahan disana.

Pemeran
Putri Ayudya sebagai Pipin Kartika
Michael Kho sebagai Arik
Cornelio Sunny sebagai Gianfranco
Chicco Kurniawan sebagai Buyung Remaja
Natalius Chendana sebagai Ben/Buyung
Paul Agusta sebagai Pablo
Djenar Maesa Ayu sebagai Nay

Faradina-Mufti-Puteri-Indonesia-DKI-Jakarta-5-2011-dan-Top-10-Puteri-Indonesia-2011

8. Guru-Guru Gokil
(Faradina Mufti Puteri Indonesia DKI Jakarta 5 2011 dan Top 10 Puteri Indonesia 2011)

Cerita Guru-Guru Gokil berkisah tentang Taat, seseorang yang berambisi untuk sukses. Akan tetapi, dia sering menemui kegagalan dalam karier. Taat selalu beranggapan bahwa kesuksesan itu adalah memiliki uang banyak.

Keadaan lalu mengharuskan Taat untuk bekerja menjadi guru pengganti di sebuah sekolah. Di saat yang bersamaan terjadi insiden yang menimpa para guru.

Persahabatan Taat dengan para guru di sekolah tersebut membuka mata Taat. Dia melihat dedikasi mereka untuk tetap mengajar walaupun sedang ditimpa kemalangan. Pandangan Taat terhadap uang dan kesuksesan berubah.

Pemeran
Gading Marten sebagai Taat
Dian Sastrowardoyo sebagai Nirmala
Faradina Mufti sebagai Rahayu
Boris Bokir sebagai Manul
Kevin Ardilova sebagai Ipang
Shakira Jasmine sebagai Saulina
Asri Welas
Ibnu Jamil
Kiki Narendra
Arswendo Bening Swara

Francine-Roosenda-Puteri-Indonesia-DKI-Jakarta-6-2006

9. The Tarix Jabrix
(Francine Roosenda Puteri Indonesia DKI Jakarta 6 2006)

Caca Sutarya (Tria Changcut) atau yang biasa dipanggil dengan sebutan “Cacing” adalah seorang lelaki yang enerjik dan ingin menjadi anggota The Road Devil, geng motor paling brutal dan ditakuti di Kota Bandung. Tapi ia tidak sampai hati untuk melakukan ujian yang diberikan karena tidak sesuai dengan hati nuraninya Akhirnya, ia mengajak teman-teman dekatnya Dadang Modip (Erick Changcut), Coki (Qibil Changcut), Ciko (Alda Changcut) serta Mulder (Dipa Changcut). Mereka membentuk geng motor dengan nama “The Tarix Jabrix” yang sering nongkrong di “Bengkel Sugema” milik Pak Rohim (Sellen Fernandez), ayah dari Dadang. Seorang perempuan magang di bengkel itu, bernama Mayang (Francine Roosenda). Teman-teman Dadang menaruh hati pada Mayang. Sementara, Cacing sedang mendekati Callista (Carissa Putri), primadona sekolah. Sayangnya Callista sering dijemput pacarnya, Valdin , teman kakaknya, Max (Ario Bayu), yang merupakan pentolan geng motor The Smokers, sebuah geng motor yang lebih besar. Diam-diam Callista menaruh hati pada Cacing yang dianggap lucu, menyenangkan dan enak diajak ngobrol.

Kedekatan Callista dan Cacing membuat hubungan Callista dan Valdin renggang, Valdin tidak terima. Akhirnya, The Tarix Jabrix berseteru dengan The Smokers. Cacing memberitahu Callista, bahwa ada anak buah kakaknya yang membawa narkoba. Cacing dkk kemudian berinisiatif untuk membongkar kasus ini, setelah Callista mengatakan bahwa The Smokers adalah geng motor yang bersih. Niat baik The Tarix Jabrix untuk membongkar kasus ini lagi-lagi mendapat halangan dari Valdin dan Max. The Smokers merasa bahwa Cacing hanya mencari gara-gara. Kedua geng ini berseteru, mereka siap tawuran meski jumlah The Smokers lebih unggul dan persiapan Cacing hanya satu hari.

Pemeran
Tria Changcut sebagai Caca Sutarya / “Cacing”
Erick Changcut sebagai Dadang Modip
Qibil Changcut sebagai Coki
Alda Changcut sebagai Ciko
Dipa Changcut sebagai Mulder
Francine Roosenda sebagai Mayang
Carissa Putri sebagai Callista
Sellen Fernandez sebagai Pak Rohim
Andrew sebagai Valdin
Ario Bayu sebagai Max
Dian Dipa Chandra
Ricky Cuaca

Penulis : Irwans

Alumni Puteri Indonesia Hadirkan 6 Film Religi Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah

Sebagai seorang Puteri Indonesia sudah banyak masyarakat yang mengenal sosoknya, cantik, pintar, tinggi dan berbakat.

Selesai bertugas sebagai Puteri Indonesia baik itu pemenang atau sebagai finalis saja, mereka ada yang terjun ke masyarakat, entertainment, enterpreneur, pemerintahan atau balik lagi kebangku kuliah.

Nah menyambut hari raya idul fitri 1441 Hijriyah yang jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020. Team Pageantempire sudah menyusun 6 film religi dari alumni Puteri Indonesia yang wajib kalian tonton menyambut hari kemenangan.

Perempuan-Berkalung-Sorban-Francine-Roosenda-Puteri-Indonesia-DKI-Jakarta-6-2006

1. Perempuan Berkalung Sorban
(Francine Roosenda Puteri Indonesia DKI Jakarta 6 2006)
Film ini berkisah mengenai perjalanan hidup Anissa (Revalina S. Temat), seorang wanita berkarakter cerdas, berani, dan berpendirian kuat. Anissa hidup dan dibesarkan dalam lingkungan dan tradisi Islam konservatif di keluarga Kyai yang mengelola sebuah pesantren kecil Salafiah putri Al-Huda di Jawa Timur, Indonesia. Dalam lingkungan dan tradisi konservatif tersebut, ilmu sejati dan benar hanyalah al-Qur’an, Hadits dan Sunnah, dan buku-buku modern dianggap sebagai ajaran menyimpang.

Dalam pesantren Salafiah putri Al-Huda diajarkan bagaimana menjadi seorang perempuan yang harus tunduk pada laki-laki, sehingga Anissa beranggapan bahwa ajaran Islam hanya membela laki-laki dan menempatkan perempuan dalam posisi sangat lemah dan tidak seimbang. Tapi protes Anissa selalu dianggap rengekan anak kecil. Hanya Khudori (Oka Antara), paman Anissa dari pihak Ibunya yang selalu menemani Anissa, menghibur sekaligus menyajikan ‘dunia’ yang lain bagi Anissa. Diam-diam Anissa menaruh hati pada Khudori. Tapi cinta itu tidak terbalas karena Khudori menyadari dirinya masih ada hubungan dekat dengan keluarga Kyai Hanan (Joshua Pandelaki), ayah Anissa, sekalipun bukan sedarah. Hal itu membuat Khudori selalu mencoba menghindari perasaannya pada Anissa. Sampai akhirnya Khudori melanjutkan sekolah ke Kairo, Mesir. Secara diam-diam Anissa yang mendaftarkan kuliah ke Yogyakarta, Indonesia, dan diterima. Namun Kyai Hanan tidak mengizinkannya dengan alasan bisa menimbulkan fitnah, ketika seorang perempuan belum menikah berada sendirian jauh dari orang tua. Namun Anissa bersikeras dan protes kepada ayahnya.

Akhirnya Anissa malah dinikahkan dengan Samsudin (Reza Rahadian), seorang anak Kyai dari pesantren Salaf besar di Jawa Timur. Sekalipun hati Anissa berontak, tetapi pernikahan itu dilangsungkan juga. Kenyataannya Samsudin yang berperangai kasar dan ringan tangan menikah lagi dengan Kalsum (Francine Roosenda). Harapan untuk menjadi perempuan muslimah yang mandiri bagi Anissa seketika runtuh. Dalam kiprahnya itu, Anissa dipertemukan lagi dengan Khudori dan keduanya masih sama-sama mencintai. Film kemudian menceritakan perjalanan cinta Anissa dan Khudori dan juga perjuangan Anissa untuk membela hak-hak perempuan muslim di tengan rintangan keluarga pesantrennya yang konservatif.

Revalina S. Temat sebagai Anissa
Oka Antara sebagai Khudori
Widyawati sebagai Nyai Muthmainnah
Reza Rahadian sebagai Samsudin
Joshua Pandelaki sebagai Kyai Hanan
Leroy Osmani sebagai Kyai Ali
Francine Roosenda sebagai Kalsum
Nasya Abigail sebagai Anissa muda
Aditya Arif sebagai Khudori muda

Perempuan Berkalung Sorban mendapatkan banyak nominasi dalam ajang film, diantaranya 7 nominasi FFI 2009 dan memenangkan satu untuk kategori Pemeran Pembantu Pria Terbaik untuk Reza Rahadian.

Piala Citra – Pemeran Pembantu Pria Terbaik (Reza Rahadian)
Nominasi Citra – Film
Nominasi Citra – Sutradara
Nominasi Citra – Pemeran Utama Wanita (Revalina S. Temat)
Nominasi Citra – Pemeran Pembantu Wanita (Widyawati)
Nominasi Citra – Skenario Adaptasi
Nominasi Citra – Sinematografi
Nominasi Citra – Poster Film
Film ini juga mendapatkan 7 nominasi dalam Festival Film Bandung 2009. Film ini juga mendapatkan 9 nominasi dalam Indonesian Movie Awards 2009 dan memenangkan empat kategori, semuanya untuk akting. Revalina S. Temat memenangkan Pemeran Utama Wanita Terfavorit, Joshua Pandelaki memenangkan Pemeran Pembantu Pria Terfavorit, dan Nasya Abigail memenangkan dua penghargaan sekaligus, Pemeran Pembantu Wanita Terbaik dan Pemeran Pembantu Wanita Terfavorit.

99-Cahaya-Di-langit-Eropa-Raline-Shah-Puteri-Indonesia-Sumatera-Utara-2008-dan-Top-5-Puteri-Indonesia-2008

2. 99 Cahaya Di langit Eropa
(Raline Shah Puteri Indonesia Sumatera Utara 2008 dan Top 5 Puteri Indonesia 2008)

Film ini mengisahkan pengalaman seorang jurnalis asal Indonesia yang sedang menemani suaminya menjalani kuliah doktorat di Vienna, Austria. Mengisahkan bagaimana mereka beradaptasi, bertemu dengan berbagai sahabat hingga akhirnya menuntun mereka kepada jejak-jejak agama Islam di benua Eropa yang dibawa oleh bangsa Turki di era Merzifonlu Kara Mustafa Pasha dari Kesultanan Utsmaniyah.

Acha Septriasa sebagai Hanum Salsabiela Rais
Abimana Aryasatya sebagai Rangga Almahendra
Raline Shah sebagai Fatma Pasha
Dewi Sandra sebagai Marion Latimer
Alex Abbad sebagai Khan
Nino Fernandez sebagai Stefan
Marissa Nasution sebagai Maarja
Geccha Tavvara sebagai Ayse
Fatin Shidqia sebagai dirinya sendiri
Dian Pelangi sebagai dirinya sendiri
Hanum Salsabiela Rais sebagai dirinya sendiri

Emak-Ingin-Naik-Haji-Ayu-Pratiwi-Puteri-Indonesia-Pariwisata-2009-dan-Puteri-Indonesia-Maluku-Utara-2009

3. Emak Ingin Naik Haji
(Ayu Pratiwi Puteri Indonesia Pariwisata 2009 dan Puteri Indonesia Maluku Utara 2009)

Film ini bercerita tentang tokoh Emak, seorang wanita berusia lanjut yang sabar, tulus, dan penuh kebaikan hati, seperti umat Islam lainnya, sangat ingin menunaikan ibadah haji. Sayangnya, Emak tidak memiliki biaya untuk mewujudkan keinginannya. Kehidupan Emak sehari-hari hanya bergantung pada hasil jualan kue. Ada juga sedikit tambahan uang dari Zein, anaknya yang duda, penjual lukisan keliling.

Walaupun Emak tahu bahwa pergi haji adalah salah satu hal yang mungkin sulit diraih, Emak tidak putus asa, dia tetap mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk disetorkan ke tabungan haji di bank. Zein, yang melihat kegigihan Emak, berusaha dengan berbagai cara untuk dapat mewujudkan keinginan Emak.

Tapi, keterbatasannya sebagai penjual lukisan keliling, serta masalah-masalah yang diwarisinya dari perkawinannya yang gagal, menyebabkan Zein hampir-hampir putus asa dan nekat. Sementara, tetangga Emak yang kaya raya sudah beberapa kali menunaikan haji, apalagi pergi umroh. Di tempat lain ada orang berniat menunaikan haji hanya untuk kepentingan politik.

PemeranAty Cancer Zein
Reza Rahadian
Didi Petet
Niniek L. Karim
Ayu Pratiwi
Adenin Adlan
Gagan Ramdhani
Alexia
Aswin Fabanyo
Henidar Amroe
Cut Memey
Helsi Herlinda
Dedi Maulana
Genta Windi
Ricky Cuaca

Emak Ingin Naik Haji mendapatkan enam nominasi Festival Film Indonesia 2009, termasuk tiga kategori akting; Aktor Terbaik untuk Reza Rahadian, Aktris Terbaik untuk Aty Kanser dan Aktris Pembantu Terbaik untuk Ayu Pratiwi.

Cinta-Tapi-Beda-Agni-Pratistha-Puteri-Indonesia-2006-dan-Puteri-Indonesia-Jawa-Tengah-2006

4. Cinta Tapi Beda
(Agni Pratistha Puteri Indonesia 2006 dan Puteri Indonesia Jawa Tengah 2006)

Cahyo, cowok ganteng asal Yogja, bekerja sebagai chef di Jakarta. Ia anak pasangan Fadholi dan Munawaroh, keluarga muslim yang taat beribadah. Cahyo berusaha lepas dari kesedihan setelah ditinggal selingkuh sang kekasih, Mitha.

Diana, gadis asal Padang. Perempuan berparas sangat Indonesia, mahasiswa jurusan seni tari. Ia tinggal bersama om dan tantenya di Jakarta. Keluarga Diana penganut Katolik taat. Cahyo dan Diana bertemu di pertunjukan tari kontemporer di Jakarta. Mereka memutuskan berpacaran walaupun berbeda keyakinan. Mereka bahkan serius melanjutkan hubungan hingga jenjang pernikahan.

Diana was-was ketika Cahyo mengajaknya menemui orangtuanya. Ibu Cahyo bisa memahami cinta anaknya, tetapi tidak Pak Fadholi. Sampai kapan pun Pak Fadholi tidak akan merestui Cahyo. Bila Cahyo memaksa, Pak Fadholi memilih memutus ikatan tali keluarga. Ternyata tidak mudah bagi Cahyo dan Diana menjalani cinta beda keyakinan.

Ibu Diana juga keberatan dengan pilihan putrinya. Kakak-kakak Diana, termasuk om dan tantenya, telah meninggalkan keyakinan mereka. Ibu Diana memaksa Diana mengikuti kehendaknya. Itu sebabnya, Diana akhirnya memilih kembali ke Padang dan menerima perjodohan dengan dokter Oka, lelaki pilihan ibunya dan seiman. Ia coba tutup hatinya untuk Cahyo.

Cahyo melewati masa terburuk dalam hidupnya. Cahyo berkesimpulan bahwa Diana tak ada bedanya dengan Mitha yang lari ke pelukan laki-laki lain. Di Padang, Diana berusaha mencintai Oka, dan Oka berusaha membantunya melupakan Cahyo. Saat pernikahannya di Gereja, Oka tidak tahan melihat Diana nangis namun Oka mengambil kebijakan untuk menyuruh Diana kembali kepada Cahyo. Dan pada akhirnya mereka bersama.

Agni Pratistha sebagai Diana
Reza Nangin sebagai Cahyo
Choky Sitohang sebagai Oka
Ratu Felisha sebagai Mitha
Agus Kuncoro sebagai Cowok baru Mitha
Jajang C Noer sebagai Bunda Diana
Nungki Kusumastuti sebagai Mbak Diyah
August Melasz sebagai Pak Subiakto
Hudson Prananjaya sebagai David
Leroy Osmani sebagai Om Thalib
Ayu Diah Pasha sebagai Istri Thalib
Hanung Bramantyo sebagai Pelanggan Cafe
Suharyoso sebagai Pak Fadholi
Sitoresmi Prabuningrat sebagai Munawaroh Lestari Fadholi
Rara Nawangsih sebagai Retno Fadholi

Ayat-Ayat-Cinta-Melanie-Putria-Puteri-Indonesia-2002-dan-Puteri-Indonesia-Sumatera-Barat-2002

5. Ayat-Ayat Cinta
(Melanie Putria Puteri Indonesia 2002 dan Puteri Indonesia Sumatera Barat 2002)

Sebuah kisah cinta dengan latar belakang agama, terutama Islam, dalam kehidupan. Fahri (Fedi Nuril) adalah laki-laki taat yang begitu lurus. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya.

Pindah ke Mesir membuat hal itu berubah. Tersebutlah Maria Girgis (Carissa Putri) Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tetapi mengagumi Al-Qur’an, dan mengagumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang, cinta Maria hanya tercurah dalam diari saja.

Lalu ada Nurul (Melanie Putria). Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al-Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.

Setelah itu ada Noura, juga tetangga yang selalu disiksa Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya.

Terakhir muncullah Aisha. Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.

Pemeran :
Fedi Nuril sebagai Fahri
Rianti Cartwright sebagai Aisah
Carissa Putri sebagai Maria
Zaskia Adya Mecca sebagai Noura
Melanie Putria sebagai Nurul

Penghargaan :
Dalam Festival Film Bandung 2008 (FFB) dari 11 kategori, Ayat-ayat Cinta berhasil meraih lima penghargaan yaitu Film Terpuji, Sutradara Terpuji (Hanung Barmantyo) Pemeran Utama Pria Terpuji (Fedi Nuril) Penata Musik Terpuji (Tya Subiakto) dan Penata Artistik Terpuji (Allan Sabastian)

Surga-Yang-Tak-Dirindukan-Raline-Shah-Puteri-Indonesia-Sumatera-Utara-2008-dan-Top-5-Puteri-Indonesia-2008

6. Surga Yang Tak Dirindukan
(Raline Shah Puteri Indonesia Sumatera Utara 2008 dan Top 5 Puteri Indonesia 2008)

Pernikahan Arini (Laudya Cynthia Bella) dan Pras (Fedi Nuril) mendatangkan kebahagiaan dengan hadirnya Nadia, putri mereka. Pras yang baik dan setia selalu menenangkan Arini. Berbagai kisah perselingkuhan di sekelilingnya, termasuk sahabat dekatnya, tidak sekalipun mengusik kepercayaan Arini terhadap sang suami. Arini pun berusaha mengabdikan diri sepenuh hati sebagai ibu dan istri.

Perjalanan takdir kemudian berujung ujian bagi cinta Arini dan Pras. Suatu hari, dalam perjalanan menuju kantor, Pras harus menolong korban yang mengalami kecelakaan mobil. Alangkah kagetnya Pras saat mengetahui korbannya adalah seorang perempuan dalam balutan baju pengantin.

Mei Rose (Raline Shah) berusaha bunuh diri setelah laki-laki yang berjanji menikahi ternyata menipunya. Padahal di perutnya ada janin berusia tujuh bulan. Mei Rose berhasil diselamatkan, namun mengalami koma, sementara anak laki-lakinya, Akbar, lahir dengan selamat.

Pras tidak tega meninggalkan bayi dan ibu yang ternyata hidup sebatang kara tersebut. Di luar dugaan, Mei Rose melakukan percobaan bunuh diri lagi. Beruntung Mei Rose diselamatkan Pras. Pras jatuh kasihan pada Mei Rose. Mei Rose meminta Pras untuk menikahinya.

Tidak disangka, Mei Rose sangat berbahagia dengan pernikahannya dengan Pras. Mei Rose merasa terharu dan bahagia bisa dinikahi oleh laki-laki sebaik Pras. Dengan demikian Pras melakukan poligami.

Pras semakin hari semakin merasa bersalah pada Arini. Saat Pras berusaha menceritakan poligaminya pada Arini, ayah Arini meninggal. Suasana semakin berat bagi Pras saat mendengar pengakuan ibu Arini kalau ayahnya juga poligami. Demi kebahagiaan Arini, ibu merahasiakan poligami ayahnya dan ikhlas menerima takdirnya.

Akhirnya kenyataan poligami Pras diketahui juga oleh Arini. Bahtera perkawinannya yang ideal, runtuh seketika.

Fedi Nuril sebagai Prasetya
Laudya Cynthia Bella sebagai Arini
Raline Shah sebagai Mei Rose
Sandrinna Michelle sebagai Nadia
Kemal Palevi sebagai Amran
Tanta Ginting sebagai Hartono
Zaskia Adya Mecca sebagai Sita
Landung Simatupang sebagai Sutejo (ayah Arini)
Ray Sitoresmi sebagai Sulasti (ibu Arini)
Vitta Mariana sebagai Lia

Penghargaan :
Festival Film Indonesia2015, nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Raline Shah) Penulis Skenario Adaptasi Terbaik.

Festival Film Bandung2015, nominasi Film Terpuji, winner Pemeran Utama Wanita Terpuji (Laudya Cynthia Bella) winner Pemeran Pembantu Wanita Terpuji (Raline Shah) nominasi Penata Musik Terpuji, Penata Kamera Terpuji, Penata Editing Terpuji.

Piala Maya 2015 Nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik (Laudya Cynthia Bella). Indonesian Movie Actor Awards 2016 nominasi Film Terfavorit, Pemeran Anak-anak Terbaik.

I-Cinema Awards 2015 nominasi Aktris Utama Terbaik (Laudya Cynthia Bella) nominasi Penata Artistik Terbaik, Lagu Tema Terbaik, Film Terfavorit, winner Pemeran Pria Terfavorit (Fedi Nuril) winner Pemeran Wanita Terfavorit (Raline Shah) nominasi Pasangan Terfavorit (Fedi Nuril & Laudya Cynthia Bella).

Indonesia Box Office Movie Awards2016 winner Film Box Office Terbaik. Winner Pemeran Utama Pria Terbaik (Fedi Nuril) winner Pemeran Utama Wanita Terbaik (Laudya Cynthia Bella) winner Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Tanta Ginting) nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Raline Shah) winner Sutradara Terbaik (Kuntz Agus) winner Ensemble Talent Terbaik (All cast) winner Film Terlaris 2015-2016.

Penulis : Irwans

Kyle Vosper Mister Tourism World 2018 Doyan Makan Siomay

Setelah melakukan lawatannya mengunjungi kawasan Asia Tenggara, guna menghadiri malam final Binibining Filipinas 2019, Bachellor of Malaysia 2019, Singapore dan akhirnya Mister Tourism World 2018, Kyle Vosper tiba ke Indonesia yaitu Bali dan Bandung.

Dalam kunjungannya di Bali Kyle mengunjungi berbagai tempat objek wisata, yang menjadi surganya wisatawan luar negeri untuk menikmati keindahan panorama kecantikan pulau dewata, seperti Garuda Wisnu Kencana yang menjadi icon Bali saat ini.

Kyle-Vosper-Mister-Tourism-World-2018

 

Setelah dari Bali, Kyle yang juga model runway berasal dari London ini, Sabtu (22/6/2019) hadir dikota kembang Bandung, guna menghadiri Fashion Icon of Indonesia, bersama Szarina de Brittania (President Mister Tourism World Organization). Disini Kyle membagikan pengalamannya selama ia mengikuti karantina Mister Tourism World.

Kyle-Vosper-Mister-Tourism-World-2018

Dalam kesempatan tersebut, wakil Indonesia di Mister Tourism World 2019 yang diadakan di Malta bulan Januari 2020. Yudhi Siswanto Doeve Mister Tourism World Indonesia 2019 mendapatkan sharing ilmu dari Kyle.

Kyle-Vosper-Mister-Tourism-World-2018

“Kyle hadir di Bandung guna menghadiri Fashion Icon of Indonesia 2019, selain itu ia juga melakukan sesi sharing dengan Yudhi (Mister Tourism World Indonesia 2019) dan disini Kyle juga menjadi juri fashion” ucap Davina Petrik selaku national director Indonesia di Mister Tourism World 2019.

Memiliki mata biru nan Indah, sore itu Kyle terlihat gagah dan berwibawa dengan mengenakan setelan jas warna biru, mengakui sangat menyukai keramahan masyarakat Indonesia, termasuk keindahan objek wisata yang tidak ia temui dinegara lain termasuk kulinernya.

Kyle-Vosper-Mister-Tourism-World-2018

 

Saat ditanya makanan khas Indonesia apa saja yang sudah ia cicipi dengan mantap Kyle menjawab. “Saya paling suka Siomay (Bandung) hemm I Like It” jawabnya dengan wajah bahagia.

Penulis : Irwans

Vebrianti Hananto Juara Pertama Miss Jakarta Fair 2019

Miss Jakarta Fair 2019 akhirnya menemukan pemenangnya yang baru yaitu Vebrianti Hananto, ajang kecantikan yang tergabung dalam event pameran tahunan terbesar dikawasan Asia Tenggara ini, berlangsung hari Jumat (21 Juni 2019) di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Diikuti ratusan peserta audisi, Miss Jakarta Fair 2019 dimulai dengan top 20 semifinalis kemudian dikecilkan menjadi top 10 finalis yang berhak masuk dalam babak grand final.

Vebrianti-Hananto-Juara-Pertama-Miss-Jakarta-Fair-2019

 

 

Selama karantina mereka dibekali latihan publik speaking, catwalk dan belajar merias diri dari sponsor kecantikan.

Dalam malam final yang berlangsung di area panggung utama, turut hadir Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta, Fery Farhati Ganis Ibu Gubernur DKI Jakarta dan Sutiyoso mantan Gubernur DKI Jakarta.

Vebrianti-Hananto-Juara-Pertama-Miss-Jakarta-Fair-2019

Setelah melakukan sesi parade fashion show, 10 finalis mendapatkan pertanyaan dari kelima dewan juri, salah satunya Laura Muljadi model senior dan juga top 10 Puteri Indonesia 2006.

Kemudian dewan juri berembuk menentukan nama pemenang, akhirnya terpilihlah Vebrianti Hananto Miss Jakarta Fair 2019, Vinnylia 1st runner up, Euginia Lavina 2nd runner up, Alicia Aura Putri Miss Favorite dan Nindy Pangkola Miss Social Media.

Vebrianti-Hananto-Juara-Pertama-Miss-Jakarta-Fair-2019

“Sangat sulit menentukan pemenang, mereka semua bagus-bagus pas sesi fashion show dan tanya jawab, akhirnya kami menemukan pemenangnya yaitu Vebrianti Hananto” ucap Laura Muljadi.

Vebrianti Hanantp sendiri bukanlah wajah baru didunia beauty pageants, sebelumnya beliau pernah mengikuti Miss Indonesia 2019 berhasil masul top 7 dan best model female Indonesia Fashion Week 2018.

Penulis : Irwans

Nabil Ashari dan Ayu Fia Pemenang Pertama Grand Final Gading Model Search 2019

Rangkaian Jakarta Fashion Food & Festival 2019 yang memasuki edisi ke-16 akan dimulai 7 Agustus – 8 September 2019. Untuk mendukung acara tersebut event perdana dimulai dengan agenda grand final Gading Model Search 2019. Sabtu (3/8/2019) di Kelapa Gading Mall, Jakarta Utara.

Gading Model Search merupakan salah satu ajang pencarian bakat di dunia modeling yang bergengsi, banyak lulusannya sudah berkarier di dunia modeling, tapi ada juga yang meneruskan kariernya di dunia pageants, bahkan mewakili Indonesia di ajang international.

Sejak dimulai tahun 2004, GMS telah melahirkan model-model papan atas Indonesia, beberapa nama yang telah dilahirkan oleh GMS diantaranya yaitu Kezia Roslin Cikita Warouw (Miss Universe Indonesia 2016), Bunga Jelitha Ibrani (Miss Universe Indonesia 2017), Patricia Gunawan (Asia’s Next Top Model), dan yang terkini adalah Elmasda Saputra GMS 2017 1st runner up Mister Indonesia 2019 dengan gelar Man of The World Indonesia 2020 yang akan mewakili Indonesia di Man of The World 2020.

Nabil-Ashari-dan-Ayu-Fia-Pemenang-Pertama-Grand-Final-Gading-Model-Search-2019

Hingga kini GMS telah menjadi referensi bagi para desainer untuk mencari model berkualitas dan juga referensi bagi agency-agency papan atas model Indonesia. Setelah diadakan Campus Audition di London School of Public Relations Jakarta pada 20 Mei dan audisi di La Piazza, Summarecon Kelapa Gading pada 3 Agustus yang lalu telah terpilih 35 Model yang masuk tahap Semi Final. Pada Semi Final tanggal 6 Juli, akhirnya telah terpilih 10 finalis pria dan 10 finalis wanita untuk bertanding ditahap Grand Final.

Finalis wanita:⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
1. Stevanny Putri⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
2. Yumi⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
3. Gabriella Mantiri⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
4. Azka Aurada⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
5. Anggi Putri Tambunan⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
6. Jessika Sherina⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
7. Chealscy⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
8. Sulina Limin⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
9. Ayu Fia⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
10.Vinnilya⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Finalis Pria:
1. Risyad Salman⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
2. M. Miqdad⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
3. Anggi Alfiandi⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
4. Ahmad Wirayudha⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
5. Nabil Anshari Nasution⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
6. Bramanta Sadhu⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
7. Andreas F.⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
8. Muhammad Murvi⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
9. Joelleo Pollock⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
10. Rafael Luis

Nabil-Ashari-dan-Ayu-Fia-Pemenang-Pertama-Grand-Final-Gading-Model-Search-2019

GMS pun didukung oleh dewan juri yang terdiri dari para insan yang sangat kompeten di bidangnya dan turut mendukung industri mode, di antaranya redaktur majalah mode terkemuka Indonesia, desainer papan atas Indonesia, dan pelaku industri kosmetik Indonesia.

Para dewan juri tersebut yaitu Yudith Kindangean, Lucia Tan, Musa Widyatmodjo, Cut Muthia, Tities Saputra, Sanjay Mulani dan Artika Sari Devi.⠀⠀⠀

Setelah berembuk, akhirnya dewan juri mengumumkan bahwa, pengumuman pemenang Gading Model Search 2019 akan dimumumkan pada tanggal 15 Agustus 2019 di ballroom Haris Hotel Kelapa Gading jam 19:30.

Penulis : Irwans⠀⠀⠀⠀⠀

Michelle Victoria Alriani Miss Earth Indonesia 2017 Yang Jago Bicara Dalam 3 Bahasa Asing

alam puncak grand final Miss Earth Indonesia 2017, berlangsung hari kamis 20 Juli 2017 di Gedung Manggala Wanabakti di Kementerian Lingkungan dan Kehutanan. Dari keempat dewan juri yang hadir, salah satunya Bapak Johnie Sugiarto selaku CEO Yayasan Eljohn Pageants.

Acara dibuka dengan parade modification costume 30 Finalis, dilanjutkan dengan pengumuan top 10 dengan balutan kebaya dan pengumuman top 5.

Michelle-Victoria-Alriani-Miss-Earth-Indonesia-2017-Yang-Jago-Bicara-Dalam-3-Bahasa-Asing

Top 5 Miss Earth Indonesia 2017 terpilih masing-masing yaitu:
1. Michelle Victoria Alriani (Winner Miss Earth Indonesia 2017)
2. Alicia Beverly Weley (Miss Earth Indonesia 2017 Air)
3. Marsha Emilia Pical (Miss Earth Indonesia 2017 Water)
4. Rita Nurmaliza (Miss Earth Indonesia 2017 Fire)
5. Lisa Dwi Wahyuningsih (Miss Earth Indonesia 2017 Eco Tourism)

Michelle-Victoria-Alriani-Miss-Earth-Indonesia-2017-Yang-Jago-Bicara-Dalam-3-Bahasa-Asing

Michelle Victoria Alriani tidak menyangka dirinya terpilih sebagai Miss Earth Indonesia 2017. Wanita kelahiran Bandung, 20 April 1997 ini adalah mahasisiwi Fakultas Hukum IUP UGM 2015. Sebelumnya Michelle pernah memiliki prestasi sebagai Top 10 Miss Celebrity Indonesia 2016. Michelle fasih berbicara dalam 4 bahasa yaitu, English, France, Jepang dan Indonesia.

“Saya tidak menyangka sama sekali saat terpilih sebagai Miss Earth Indonesia 2017. Persiapan yang akan saya lakukan untuk dikirim ke ajang international yaitu, belajar bahasa Spanyol yang biasa digunakan negara latin, agar saya bisa dengan mudah menceritakan tentang Indonesia kepada mereka”

Michelle-Victoria-Alriani-Miss-Earth-Indonesia-2017-Yang-Jago-Bicara-Dalam-3-Bahasa-Asing

Berikut Daftar special award Malam Final Miss Earth Indonesia 2017:

MEI 2017 Favorite : Karenita
MEI 2017 Social Media Darling : Karenita
MEI 2017 Friendship : Ravelia Putri Irawan
Miss Earth TEA 2017 : Kylia Tiani Putri
Miss Earth COFFEE 2017 : Tetra Sherilla Armavira
MEI 2017 Eco Lifestyle : Amalia Ainun Yusuf
MEI 2017 Intelegencia : Irma Kurniasih
MEI 2017 Botanical : Kathrine Permatasari
MEI 2017 Animal Welfare : Mercy Andrea
MEI 2017 Beauty Flowers : Rizky Anisha
MEI 2017 Forest Warrior : Dewi Purnamasari
MEI 2017 Coral Warrior : Selina Astiri
MEI 2017 Peace : Anastasia Olivia Wongso
MEI 2017 Eco Energy : Jazzy Anastasia Kinsky
MEI 2017 Catwalk : Helda Hemas Sururi
MEI 2017 Evening Gown : Dilla Kusuma Dewi
MEI 2017 Talent : Difa Dini Asfari
MEI 2017 Photogenic : Trisna Wulanda Chania

Congratulations dan selamat bertugas!

Penulis : Irwans

6 Wanita Cantik Dari Dunia Beauty Pageants Ini Berasal Dari Lembaga Kepolisian

0

Menjadi abdi negara atau polisi adalah sebuah tugas mulia dan ga semua orang bisa mendapatkan pekerjaan tersebut.

Butuh pengorbanan waktu dan tenaga, mereka melalui berbagai uji tes dan mengikuti lembaga pendidikan sekolah kepolisian baik pria dan wanita.

Jenjang karier kepolisian dimulai dari yang paling bawah sampai keatas, dari Tamtama, Bintara, Bintara Tinggi, Perwira Pertama, Perwira Menengah dan Perwira Tinggi.

Tapi tahukah kamu jika didunia beauty pageants ada 6 wanita cantik yang berasal dari dunia kepolisian, mereka adalah :

Sinta-Septia-Dewi-Puteri-Indonesia-Bangka-Belitung-2007

1. Sinta Septia Dewi Puteri Indonesia Bangka Belitung 2007
Sinta yang seorang Polwan mewakili provinsi Bangka Belitung di pemilihan Puteri Indonesia 2007, saat itu Sinta hanya sebagai finalis dan meraih predikat Puteri Indonesia Kepulauan Sumatera 2007.

Friska-Juliana-Puteri-Indonesia-Bengkulu-2012

2. Friska Juliana Puteri Indonesia Bengkulu 2012
Friska yang berpangkat Bripda saat mengikuti pemilihan Puteri Indonesia 2013 mewakili provinsi Bengkulu berhasil masuk top 10.

Friska juga aktif diberbagai kegiatan seni, pernah menjadi Paskibra Propinsi Bengkulu 2007, Duta Wisata kab Kepahiang 2011, dan kini menjadi presenter museum Polri, presenter NTMC Polri,model vidoe klip D’Ninestu Band & anggota Gilrband Diva Bharanitha Markas Besar (Mabes) Polisi Republik Indonesia (Polri).

Nida-Aulia-Pradita-Wakil-II-Mbekayu-Purbalingga-2016

3. Nida Aulia Pradita Wakil II Mbekayu Purbalingga 2016
Nida namanya mulai dikenal saat mengikuti ajang duta wisata Mbekayu Purbalingga 2016.

Wanita cantik yang sekarang sudah berhijab tersebut, saat mengikuti ajang duta wisata berprofesi sebagai anggota Bag Ops Polres Purbalingga ia adalah Lulusan Sekolah Polisi Wanita Ciputat tahun 2016.

Riza-Kusuma-Putri-Putri-Pariwisata-Lampung-2017

4. Riza Kusuma Putri, Putri Pariwisata Lampung 2017
Sebelum mengikuti pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2017 mewakili provinsi Lampung, Riza yang juga seorang Polwan terlebih dahulu mengikuti ajang duta wisata Muli Lampung 2017 dan terpilih sebagai Muli Intellegensia.

Sayangnya di pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2017, Riza belum berhasil masuk top 10 besar.

Nadine-Berneis-Miss-Germany-2019

5. Nadine Berneis Miss Germany 2019
Nadine Berneis berasal dari Dresden, Saxony, Jerman, berprofesi sebagai seorang polisi berhasil memenangkan kontes kecantikan Miss Germany 2019 pada 23 Februari 2019.

Kemenangannya sebagai Miss Germany 2019, Nadine Berneis mengalahkan 10.000 kontestan dari 104 kompetisi regional. Gelar baru sebagai Ratu Kontes Kecantikan membuat Nadine Berneis mengambil cuti setahun dari pekerjaan sebagai polisi.

Sayangnya dengan gelar tersebut Nadine tidak dikirim ke kontes kecantikan internasional.

Oxana-Federova-Miss-Universe-2002

6. Oxana Federova Miss Universe 2002 (Dethroned)
adalah Miss Universe 2002 yang berasal dari Rusia. Namun kemenangannya dibatalkan dan mengakibatkan kedudukannya digantikan sang runner-up, Justine Pasek. Kini, ia bekerja sebagai presenter, aktris, dan duta UNICEF.

Karier kepolisian Oxana dimulai saat ia lulus dari akademi kepolisian dengan ijazah merah (yaitu dengan pujian), Oxana bekerja sebagai inspektur di milisi Pskov selama enam tahun. Bersama pasukan, Oxana kemudian pindah ke St. Petersburg untuk belajar di Universitas Kementerian Dalam Negeri Rusia (MVD), di mana ia bekerja sebagai penyelidik di Polisi Transportasi Pulkovo sambil belajar.

Penulis : Irwans

Irene Esser Paska Miss Universe 2012 Karier Entertainment nya Semakin Cemerlang Dengan Meraih Predikat Best Actress

0

Memiliki nama lengkap Irene Sofía Esser Quintero adalah aktris asal Venezuela, model dan pemenang kontes kecantikan Miss Venezuela 2011.

Irene Esser dibesarkan di Río Caribe, Sucre, Venezuela. Ia mewakili Venezuela di Miss Universe 2012 di Las Vegas, Amerika Serikat saat itu ia keluar sebagai 2nd runner up.

Irene-Esser-Actress-and-2nd-Miss-Universe-2012

Semua orang tidak bisa melupakan aura kecantikannya, dengan penampilan energik dan gaun malam yang iconik berwarna hijau mirip pohon natal, dan Miss Universe 2012 tepat diadakan dibulan Desember, pas dengan moment Christmast.

Paska Miss Universe 2012, wanita kelahiran 10 November 1991 ini langsung tancap gas terjun kedunia entertainment, diawal tahun 2014 ia membintangi telenovela perdananya berjudul “Corazon Esmeralda” beradu akting dengan Luis Gerónimo Abreu, dengan total 139 episode dan tayang di negara Brazil.

Berlanjut telenovela keduanya “Fiel Salvaje” ditahun 2015 dengan durasi 120 episode, Irene beradu akting dengan Carlos Felipe Álvarez.

Irene-Esser-Actress-and-2nd-Miss-Universe-2012

Puncak aktingnya terlihat dengan jelas saat Irene bermain total dan apik di telenovela ketiganya berjudul “Bolivar” ditahun 2019 dan ditayangkan di Netflix.

Beradu akting dengan Luis Geronimo Abreu sebagai Simon Bolivar dewasa dan Jose Ramon Barreto sebagai Simon Bolivar muda, uniknya lagi kedua pemeran tersebut adalah lawan berakting Irene di telenovela pertamanya “Corazon Esmeralda” Luis Geronimo Abreu pemeran utama pria dan Jose Ramón Barreto pemeran pendukung pria.

Irene-Esser-Actress-and-2nd-Miss-Universe-2012-Bolivar-Jose-Ramon-Barreto

Bolivar menceritakan kisah nyata perjalanan kehidupan dan cinta dari Jenderal Venezuela Simon Bolivar, yang membantu membebaskan beberapa negara Amerika Latin dari Spanyol.

Berperan sebagai Maria Teresa del Toro isteri pertama Simon Bolivar, Irene beradu akting dengan Jose Ramon Barreto. Petualangan cinta dan harapan berawal dari pandangan pertama saat keduanya berjumpa dipesta kebun. Simon kemudian memberanikan diri mulai mendekati Maria disebuah pesta dansa.

Irene-Esser-Actress-and-2nd-Miss-Universe-2012-Bolivar-Jose-Ramon-Barreto

Cinta pun bersambut keduanya akhirnya menikah, romansa kebahagiaan terlihat jelas, berbeda usia dua tahun, dengan Simon yang lebih muda, saat menikah dengannya Simon berusia 19 tahun, delapan bulan pernikahannya bencana terjadi dengan wabah demam kuning, sayangnya nyawa Maria tak tertolong dan meninggal dunia.

Simon mulai terpuruk dan bersumpah tidak ingin menikah lagi, berjalannya waktu dan perubahan suhu politik, Simon berjumpa wanita lagi dan menikah dengan Maria Antonia.

Irene-Esser-Actress-and-2nd-Miss-Universe-2012-Bolivar

Meski mendapatkan sedikit adegan dan perannya sebagai Maria Teresa mampu membius siapapun yang menontonnya, dan ditambah lagi banyak adegan romantis.

Berkat perannya tersebut Irene Esser diganjar best actress dalam penghargaan pertelevisian Produ Award 2019.

Penulis : Irwans

5 Beauty Pageants Ini Memiliki Usaha Kuliner Yang Sangat Enak Dan Kamu Harus Cicipi

Dunia pageants adalah dunia pengembangan diri, banyak pengalaman yang tidak didapatkan dibangku sekolah,

Selesai mengikuti kompetisi pageants, banyak diantara pelaku pageants tersebut melanjutkan karier mereka didunia entertainment dan ada juga yang kembali ke bangku kuliahan.

Namun ada juga loh diantara pelaku pageants tersebut terjun kedunia kuliner, dan inilah 5 beauty pageants yang memiliki usaha kuliner dan harus kalian cicipi.

Kevin-Liliana-Miss-International-2017

1. Kevin Liliana Miss International 2017
Selesai mengikuti kompetisi Miss International, Kevin sempat membuka bisnis kuliner masakan Sunda dengan nama Pipiti, ga hanya hadir ditanah kelahirannya Jawa Barat, bisnis kulinernya tersebut juga sudah hadir di Bali.

Uniknya setiap pembeli yang ingin makanannya dibungkus dibawa pulang, penyajiannya mengunakan besek anyaman bambu, dilapisi daun pisang pengganti styrofoam.

Bianca-Beatrice-1st-runner-up-Miss-Coffee-Indonesia-2012

2. Bianca Beatrice 1st runner up Miss Coffee International 2013
Bianca yang juga pemegang gelar Miss Coffee Indonesia 2012 juga memiliki usaha kuliner yang sudah jalankan tiga tahun lamanya.

Dengan nama Coffeehood Indonesia ini menyasar anak-anak muda yang hobby nongkrong, selain menu utama minuman kopi, Bianca juga menyediakan berbagai makanan berat dan cemilan sebagai pendampingnya, dibuka di Tangerang usaha kuliner ini juga sudah ada cabangnya di Jakarta.

Whulandary-Herman-Puteri-Indonesia-2013

3. Whulandary Herman Puteri Indonesia 2013
Top 16 Miss Universe 2013, Whulandary sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga kecilnya di Malaysia. Whulan menikah dengan Niki Zayn pria asal Malaysia, ditengah kesibukannya mengurus buah hatinya Zayn dan sebagai seorang modeling.

Whulan juga memiliki usaha kuliner yang ia namai Dapur Universe, bekerjasama dengan sang bunda Yetti. Dapur Universe menghadirkan bumbu masakan Padang dan cemilan khas Padang. Bumbu Padang instan adalah bumbu siap saji, yang bisa dimasak kapanpun juga dan bisa dipesan via online.

Olivia-Culpo-Miss-Universe-2012

4. Olivia Culpo Miss Universe 2012
Selain terjun sebagai seorang Artis, model dan fashion beauty. Olivia juga memiliki usaha kuliner keluarga yang berada di 20 south country trail, North Kingstown, Rhode Island, USA sudah berdiri sejak tahun 2017.

Dengan konsep restoran dan bar, menu-menu khas western diberi nama B/40 (dibaca Back Forty) di bisnis kuliner keluarga tersebut Olivia dipercaya sebagai Co Owner.

Natasha-Mannuela-Miss-Indonesia-2016-dan-2nd-runner-up-Miss-World-2016

5. Natasha Mannuela Miss Indonesia 2016 dan 2nd runner up Miss World 2016
Selain cantik dan pintar, pernah menjadi host diprogram infotainment Silet, biasa disapa dengan panggilan Acha.

Sekarang juga merambah bisnis kuliner bersama adik-adiknya dengan nama Lawk Ena (dibaca Lauk Enak) didirikan 21 April 2020, Acha menghadirkan menu masakan rumahan siap santap, mulai dari kering tempe teri, gepuk geprek cabe rawit dan paru cabe hijau dengan citarasa nusantara dan bisa dipesan via online.

Uhhh jadi laper ya liatnya guys, ena ena enakkk.

Penulis : Irwans